Mantan Suami

Mantan Suami
Draft


Arka dengan kedua orang tua nya sekarang ini berada di depan kamar. Yang sedang menunggu sang istri Yolla di periksa oleh Dokter keluarga tersebut.


Hampir dua puluh menit, Yolla di periksa oleh Dokter keluarga di dalam kamar nya. Hingga sekarang ini belum ada tanda-tanda Dokter tersebut akan keluar dari kamar nya itu.


''Apa Yolla putri Mama menyidap penyakit yang cukup serius, hingga sampai lama periksa nya.?'' Ucap Mama Dania ke pada suami nya itu. Membuat Papa Bagio menggeleng cepat tanda tak setuju apa yang istri nya itu katakan.?


''Jangan asal ngomong Ma,! '' Tegur Papa Bagio.


''Doa in saja yang baik-baik Ma, siapa tau dia sedang hamil muda, upss.?'' Papa Bagio langsung menutup mulut nya rapat-rapat.


Ucapan dari suami nya itu membuat Mama Dania menatap suami nya dengan penuh menjelasan.


Papa Bagio menghela nafas panjang sebelum menjawab nya. ''Ok, ok, Papa akan kasih tau. Kalau Arka dengan Yolla sudah rujuk kembali.''


Satu kata yang membuat Mama Dania yang hampir tak percaya ''Rujuk, '' Ulang Mama Dania.


Membuat Papa Bagio mengangguk cepat.


Atensi Mama Dania beralih ke pada Arka putra nya, yang sedang berdiri di depan pintu kamar nya yang terlihat sangat begitu cemas.


Dengan langkah kaki perlahan namun pasti, Mama Dania menghampiri putra tunggal nya itu dengan perasaan yang sulit di jabarkan.


Apa keinginan nya selama ini benar-benar menjadi kenyataan.? Rasa haru, rasa senang, sedih kini menjadi satu. Sedih, ya dia memang sedih karena tidak terlibat atas pernikahan putra tunggal nya yang selalu dia impikan itu.


Mama Dania menghambur memeluk putra tunggal nya itu dengan bahagia. ''Terima kasih, kamu telah kembali rujuk dengan mantan istri mu itu, yang tak lain dia sudah aku anggap sebagai putri Mama sendiri.''


Arka melirik ke arah Papa nya sebentar sebelum menganggukkan kepala sebagai jawaban nya.


''Tolong, ucapkan kembali dan itu dari mulut kamu Arka.!'' Mohon Mama Dania.


Mama Dania tak mampu lagi menahan tangis, saat mendengar kabar bahagia ini.


''Ya Tuhan, aku mengucapkan terima kasih kepada Mu, atas kesempatan untuk ku untuk merasakan indah nya kebahagian ini." Ucap Mama Dania yang begitu tulus dari dalam hati.


Sebuah ungkapan rasa berterima kasih kita kepada Tuhan yang telah memberikan kita berbagai anugerah dan kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Tuhan sendiri menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersyukur, maka Tuhan akan menambah nikmatnya.


Bersyukur dapat mengingatkan orang lain maupun menenangkan diri sendiri. Dengan syukur, kita dapat mengendalikan penyakit hati tersebut dan menerima segala keadaan yang ada pada diri sendiri.


Ceklek, suara pintu terbuka dari dalam kamar Arka. Membuat kedua orang tua serta anak nya itu menoleh ke sumber suara pintu tersebut.


Dengan bergerak cepat, Arka menghampiri Dokter yang baru keluar dari dalam kamar nya itu.


''Bagaimana dengan kondisi mereka berdua, Dok. ? Apa mereka berdua baik-baik saja.?'' Tanya Arka yang sudah tak sabaran.


''Iya, mereka baik-baik saja tuan Arka.?'' Jawab Dokter tersebut.


''Syukur lah.'' Ucap Arka lega.


''Saya jelas kan Tuan Arka, untuk Nona Yolla. Mual pada ibu hamil adalah salah satu keluhan yang terbilang umum selama kehamilan. Pada banyak kasus, kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan, terutama minggu pertama hingga bulan ketiga. Meski begitu, ada pula sebagian bumil yang mengalami mual hingga waktu yang lebih lama.'' Terang Dokter keluarga.


''Mual dan muntah saat masa kehamilan dikenal dengan morning sickness.''


''Morning sickness perlu di waspadai jika nanti berlebihan akan berakibat fatal.''


''Kondisi mual muntah yang berlebihan (lebih dari 3x sehari) pada kehamilan dapat mengakibatkan penurunan berat badan sampai 5%. Kondisi ini dapat memicu terjadi dehidrasi atau kondisi kekurangan cairan dan disebut sebagai hiperemesis gravidarum.'' Jelas sang Dokter itu lagi.