Mantan Suami

Mantan Suami
# 30


Lima hari sudah Yolla rawat inap di Rumah Sakit. Dengan cara diam-diam Arka menjenguk sang istri agar tidak ketahuan oleh dua pengawal Mama nya itu.


Apa lagi tempat Yolla di rawat Rumah Sakit milik orang tua nya yang kini di kelola dia sepenuh nya. Yang mempermudah dia menjenguk tanpa di ketahui oleh pengawal penjaga pintu itu.


Dret


Dret


Dret


''Iya Halo, ''


''Masuklah ke dalam mobil yang ku sediakan di depan lobby Rumah Sakit, di dalam sudah ada aku. ''


''Bagaimana kalau pengawal itu melihat kamu Ar. '' Yolla sedikit takut.


''Mobil yang ku pakai, mobil taksi Yolla. Jangan terlalu khawatir kalau kita berdua ketahuan.''


''Ok, baiklah lah. ''


Tut


Ceklek


''Sudah siap Nona Yolla. ?'' Tanya bodyguard itu yang masih stand by di depan pintu.


''Sudah, ''


''Kalau gitu, mari kita antar sampai ke Apartemen milik Nona. !''


''Tidak perlu, aku sudah memesan taksi di depan, yang sejak tadi sudah menunggu aku. '' Tolak Yolla.


''Tapi___''


''Aku bukan Nona mu, aku juga bukan bagian dari keluarga Charles. Lebih baik kalian berdua pulang ke majikan kalian sana.'' Potong Yolla sekaligus mengusir dua bodyguard Mama mertua nya itu.


Dengan santai Yolla menarik koper kecil milik nya yang di bawa Lula saat menjenguk nya kemarin. Lula yang tinggal satu Apartemen nya dan sekaligus asisten pribadi nya itu.


''Maaf Nona, izinkan saya yang mengantar sampai ke Apartemen Nona.'' Cegah salah satu bodyguard dengan menghadang gerak jalan kaki Yolla.


''Kalian berdua apa-apaan sih ?'' Kesal Yolla, ''Terus, kalau begini cara nya aku harus bagaimana,? Bisa masuk ke dalam mobil taksi milik Arka, coba.'' Batin Yolla kesal.


''Kalau kalian berdua tidak minggir, aku akan teriak minta tolong, biar orang-orang mengira, kalau kalian akan menculik ku.'' Ancam Yolla dengan tatapan tajam. ''Kalian lupa, cara berpakaian kalian ini seperti pencuri, serba hitam semua, hah.'' Lanjut nya.


''Nona lupa, Rumah Sakit ini milik Nyonya Dania.'' Jawab bodyguard yang berada di samping nya, bukan di depan nya yang kini sedang menghadang dirinya.


''Kau, '' Suara Yolla tertahan, ketika beberapa orang yang lewat di lorong tersebut, sedang menatap nya dengan sorotan aneh di mata nya.


Dengan kesal, Yolla melempar koper yang dia pegang di tangan nya ke arah bodyguard yang berada di depan nya. ''Minggir, '' Dengan angkuh nya Yolla berjalan terlebih dahulu, dan meninggalkan dua bodyguard sialan itu.


Sesampai di depan lobby Rumah Sakit, dari kejauhan Yolla sudah melihat mobil taksi yang pintu nya sudah terbuka lebar.


Ekor mata Yolla melirik sekilas ke arah ke dua bodyguard itu yang berada di belakang nya. Yang masih terlihat sedikit jauh dari dia melangkahkan kaki nya kini.


Dengan sengaja Yolla turun ke arah anak tangga di depan lobby tersebut.


''Apa lagi, ?''


''Nona jangan turun, tunggu di sini, biar saya mengambil mobil nya untuk di bawa ke sini.''


''Ck, ''Yolla berdecak kesal.


''Ok, sana cepat ambil mobil nya.'' Suruh Yolla.


''Baik Nona, '' Berlalu pergi ke arah parkiran khusus untuk pemilik Rumah Sakit ini. Sedangkan bodyguard yang satu nya lagi, stand by berada di belakang nya dengan membawa koper milik nya tadi.


Dret


Ting


Satu pesan masuk, ''Cepat lari dan segera masuk ke dalam mobil taksi sekarang.'' Isi pesan tersebut.


Yolla mengedarkan pandangan nya di sekitar dia berdiri. Jangan sampai saat dia berlari kencang menabarak seseorang yang lewat, dan berakhir jatuh dan tertangkap lagi.


''Bisa malu bukan.''


''Tertangkap lagi, memang nya di lagi di tahan apa, ?'' Pikir Yolla.


Satu


Dua


Tiga


Yolla berlari menuju ke arah mobil taksi yang sudah terbuka lebar pintu nya.


''Nona, '' Teriak nya dari arah belakang dengan mengejar.


Brak, Setelah tertutup mobil taksi itu segera berjalan meninggalkan Rumah Sakit tersebut.


Pintu Taksi tertutup dengan kencang, Yolla menoleh ke arah belakang. Yang masih terlihat bodyguard Mama mertua nya mengejar mobil nya yang berjalan keluar area Rumah Sakit. ''Sialan hidup aku ribet banget.'' Gerutu yang masih setia di posisi nya sekarang ini. Tanpa memperdulikan Arka yang berada di samping nya sedang memperhatikan dia.


''Minum dulu, jangan marah-marah terus nanti cepat tua loh. '' Menempelkan botol air meneral di pipi kiri Yolla.


''Ish, Ini kan gara -gara kamu. Coba tadi kamu membiarkan aku di antar oleh mereka ke Apartemen aku, kan tidak seribet ini. '' Meneguk air botol tersebut.


''Kita tidak akan pulang ke Apartemen, namun kita akan pergi untuk bulan madu.''


Uhuk


Uhuk


Uhuk


''Pelan-pelan sayang, '' Mengusap lembut punggung istri nya.


Sedangkan Yolla meremang seketika, ada desiran aneh yang dirasakan oleh Yolla, ketika tangan Arka mengusap bagian punggung nya.