Mantan Suami

Mantan Suami
# 44


''Pakain kamu aku taruh sini, ya. '' Beritahu Arka, lalu berjalan ke arah kamar mandi. ''Oh iya, mau mandi bareng gak sayang. ?'' Tanya Arka, balik arah menatap istri nya lagi. Dengan cepat Yolla memberi gelengan tangan nya dengan mata masih terpejam.


''Ayo lah____''


''Please deh Mas, '' Potong Yolla cepat.


Mau tak mau Arka menganggukan kepala, ''Ok, aku duluan mandi nya.'' Balas Arka berlalu ke kamar mandi.


Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Arka memilih berjalan ke arah lemari kecil di pojokan ruang kerja nya lebih dulu.


''Untung masih ada kemeja ganti di sini, kalau gak ada, bisa malu memakai baju yang sudah kusut dan sedikit basah. '' Ucap Arka dengan tersenyum manis mengingat adegan beberapa menit yang lalu.


''Kamu yang mulai nya bukan aku, jadi kalau kemeja kamu sedikit basah bukan salah aku dong.'' Bela Yolla, yang mendengar sebuah sindiran.


Arka tersenyum beberapa waktu. ''Kamu tuh lucu, gak mau gak mau di sini, di rumah saja. Eh, giliran udah keenakan malah lincah banget. ''Goda Arka.


Brak


Aww


''Yolla sayang, '' Protes Arka, ''Kenapa di lempar bantal. ?'' Lanjut Arka.


''Aku ini wanita normal ya, jika kau lupa.'' Menatap tajam ke arah suami nya itu.


Arka ingin membuka mulut namun


''Jika kamu membahas hal itu lagi, tidak ada jatah mulai sekarang.'' Ancam Yolla, dia benar-benar malu saat mengingat adegan beberapa menit yang lalu, sungguh memalukan, pikir Yolla.


''Ok, aku tidak akan membahas hal itu lagi, tapi malam ini tetap ada jatah ya, sayang.'' Mohon Arka dengan muka melas nya.


''Tau ah, buruan mandi. Rasa nya lengket tubuh ku. '' Kesal Yolla.


Yolla masih menahan malu saat mengingat hal itu, pipi Yolla tiba-tiba memerah dan.


Tok


Tok


Tok


Yolla panik dengan mata melebar dengan sempurna. Meski ruangan ini sudah terkunci oleh Mas Arka. Tetapi diri nya masih belum mengenakan pakaian apa pun alias masih naked.


Karena terkejut serta takut, Yolla terpaksa mengenakan pakaian nya tanpa membersihkan dulu tubuh nya. Beruntung suami nya membersihkan sisa cairan di bawah sana, sehabis melakukan hal itu.


''Arkana, buka pintu nya, '' Panggil Om Herman dari luar pintu.


''Prof Herman, pantesan dia berani mengetuk pintu, meski sudah ada gantungan tag di depan pintu nya. '' Gumam Yolla.


Yolla berlari kecil ke arah kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


Arka yang mendengar ketukan pintu, salah satu tangan nya bergerak menghentikan aliran air shower nya. ''Apa kamu berubah pikiran sayang? Dan mau mandi bareng ya.'' Goda Arka dengan senyuman mesum nya.


''Tidak Mas, di depan ada Prof Herman, '' Beritahu Yolla.


''Oh, buka aja pintu nya, kamu bisakan membuka pintu nya. Dan, tidak harus aku yang membuka nya, kamu tau kan, kalau aku lagi mandi.'' Jawab Arka santai.


''Tapi___''


Tok


Tok


Huff, hah, ''Ok, aku buka ya, '' Izin nya berlalu pergi ke arah pintu.


Yolla memegang knop pintu bersamaan dengan menghela nafas panjang.


Ceklek


''Eh, Prof Herman, '' Yolla tersenyum kaku dan juga pura-pura terkejut.


''Oooooh ternyata ada kamu, pantesan. '' Prof Herman tersenyum tipis. Tadi yang sedikit cemas dan khawatir kini sirna saat melihat penampilan Yolla, sedikit kusut dengan nafas tak beraturan.


Yolla semakin salah tingkah, dia malu dan sadar kalau Prof Herman mengetahui sesuatu tentang nya di dalam ruangan itu.


''Maaf Prof, tadi aku_____''


''Udah, tidak apa-apa aku ngerti kok. Nama nya juga pengantin baru. '' Ucap Prof Herman blak-blakan.


Hah, Yolla membelalakan mata nya dengan sempurna.