
Sedalam-dalamnya samudra masih bisa diukur, tapi dalamnya isi hati manusia susah dijajaki. Begitulah sebuah pepatah mengatakan.
Seperti apapun sikap dan sifat mertua, semua itu hanya karena pola pikir yang sangat berbeda. Mungkin kalau kamu mengisi posisinya, kamu bisa bersikap sama bahkan lebih buruk darinya.
Pembicaraan terakhir dari sang Mama tercinta kembali berputar. Di tengah malam, sebelum pagi hari nya mereka meninggalkan nya untuk selama-lama nya dalam peristiwa itu. Peristiwa yang tak kan pernah hilang dari ingatan nya sampai sekarang ini.
Terkadang Yolla merasa bingung atas sikap Mama Dania ke pada diri nya. Memang sikap nya tidak sepenuhnya salah, ada beberapa aturan yang perlu dia ikuti.
Beberapa kali Yolla terbesit dalam pikiran nya. Kalau sikap Mama Dania hanya sebuah topeng belaka, bukan sikap asli nya.
Dia ingin sekali mencari tau, sikap Mama Dania bisa seperti itu.
Namun, dia kembali berpikir lagi, kalau usaha nya itu akan sia-sia aja. Mengingat mata-mata Mama Dania ada di mana-mana, membuat Yolla mengurungkan niat nya kembali.
''Maaf Nyonya, anda telah menunggu lama. Ini kunci cadangan nomer kamar ini.'' Ucap Resepsionis yang di minta untuk mengantarkan kunci tersebut.
''Intuk apa kamu kasih ke aku,? Langsung kamu buka saja pintu nya.'' Perintah Nyonya Dania tegas.
Resepsionis itu mengangguk, dan dia mulai bergerak membuka pintu tersebut.
Ketika kunci pintu akan di masukan ke lubang kunci nya, tiba-tiba pintu tersebut di buka lebih dulu dari dalam.
Ceklek
''Eh, maaf Nona telah mengganggu ke nyamanan anda.'' Sesal Resepsionis dengan menundukkan pandangan ke lantai.
Hanya sebuah anggukan kepala dari Yolla sebagai balasanan kalau dia mengerti.
''Ternyata benar, Nyonya Dania sudah berada di depan pintu kamar nya.,'' Gumam Yolla, dengan sorot mata menatap ke arah satu titik yaitu, mertua nya itu, Karena dia diam-diam sudah menjadi menantunya lagi.
Ehem, Yolla membasahi ternggorokan nya yang tiba-tiba aja mengering. ''Malam Nyonya Dania,'' Sapa Yolla dengan begitu sopan.
''Nyonya kok bisa ada di sini?'' Yolla mengakat satu alis nya ke atas. Dengan berpura-pura tidak mengetahui datang nya Mama Dania itu ke kamar hotel nya.
Mama Dania melangkah pelan, mengitari Yolla berdiri, menelisik seluruh tubuh Nyolla dari atas sampai bawah. ''Kamu tidak lagi Check in dengan satu pria Profesi mu itu kan.? Siapa nama nya, ? Ah aku lupa. '' Tuduh Mama Dania yang pura-pura lupa dengan nama nya.
''Satu profesi, '' Ulang Yolla sambil berpikir. ''Apa yang Nyonya maksud itu, Reno si aktor tampan yang banyak di kagumi oleh kaum wanita. '' Tebak Yolla, dengan sedikit memuji aktor tampan itu untuk memancing emosi Mama mertua nya itu.
''Jangan menjadi wanita murahan kamu Yolla, keluarga Charles masih mau menerima kamu dengan senang hati, tatapi kamu memilih jalan seperti ini.'' Garang Mama Dania tak terima, ''Ingat Yolla, kedua orang tua kamu yang berada di atas sana bisa melihat nya. Dia akan, sangat-sangat malu melihat kamu seperti ini,'' Ucap Mama Dania mengingatkan.
''Berapa dia membayar kamu, ? Hah. '' Lanjut Mama Dania ingin mengetahui sedetail mungkin tentang hubungan mereka berdua.
Yolla tersenyum kecut, hmmm. ''Apa Nyonya tidak ingin duduk dulu sebelum kita lanjut. ? Seenggak nya aku pesankan minuman atau makanan dari Restoran hotel ini.'' Tawar Yolla, mengalihkan pembicaraan yang kurang dia suka. Apa lagi, bagian di bawah sana masih nyeri untuk berdiri terlalu lama.?
''Apa kamu tidak takut,? Kalau kamu akan ke tangkap basah memasukan pria lain selain pasangan mu yang sudah halal, ketika aku masuk ke dalam nanti nya.'' Sindir Nyonya Dania.
''Ngapain aku takut, Nyonya.? Di kamar ku tidak ada pria lain, '' Jawab Yolla menyakinkan.
''Selain suami ku sendiri, yang habis ahem-ahem dengan ku tadi.'' Lanjut Yolla dalam hati.
Mana berani dia mengucapan. selain di dalam hati.
...****************...
Sedikit ya🙏🙏🙏