
Tok
Tok
Tok
Yolla dan Arka saling pandang beberapa waktu, Yolla yang baru ke luar berganti baju. Begitu pun dengan Arka yang baru keluar dari kamar mandi.
''Biar aku yang membuka nya,'' Ucap Yolla, melangkahkan kaki nya menuju pintu.
Ceklek
''Iya, ada apa Bi. ?''
''Makan malam sudah siap, Nyonya.'' Ucap pelayanan, menundukkan kepala nya ke bawah. Sebab di belakang Nyonya ada tuan mereka yang belum berganti baju.
''Orang nya di depan Bi, bukan di bawah.''
Yolla menatap kesal pada pelayan di depan nya saat ini, '' Tatap aku Bi, jangan menatap ke arah lantai. Apa kah lantai itu lebih cantik dari pada aku.''
Pelayanan itu menggeleng pelan, ''Tidak Nyonya, bu bukan itu ______"
Ucap pelayan gugup.
''Bukan itu apa, ? Jelas-jelas kamu tadi menatap ke arah lantai terus.'' Bentak Yolla kesal,
Arka yang mendengar bentakan istri nya ke pada pelayanan rumah. Bergegas keluar dari ruang pengganti baju dengan terburu-buru.
Dengan gerakan kepala, Arka mengusir pelayan yang terkena amukan dari singa betina, julukan dari Om Herman.
''Sayang,'' Memeluk erat istri nya dari belakang. ''Kalau kamu masih marah dengan ku, jangan melampiaskan nya dengan seorang pelayan, melampiaskan lah langsung dengan ku. '' Tegur Arka.
''Dia tak salah apa-apa, di sini aku yang salah, ok'' Memutar tubuh istri nya menghadap ke arah nya.
Cup
Mengecup singkat bibir manis istri nya itu.
''Dengarkan aku baik-baik, apa yang kamu lihat di ruangan aku tadi siang, semua itu tidak benar.? Semua yang ada di pikiran mu itu salah.''
''Memang nya apa yang ada di dalam pikiranku. ?'' Ketus Yolla.
Tangan Arka terangkat, menyelipkan anak rambut yang masih sedikit basah ke belakang telinga.
''Aku, Arkana Charles tidak akan mengulang lagi kesalahan di masa lalu meskipun itu hanya berpura-pura.''Terang Arka.
''Benarkah, '' Ucap Yolla, dengan ujung alis nya terangkat ke atas.
''Dari mana kamu mendapatkan pedoman seperti itu, hmm?''
Yolla mengangkat pundak nya ke atas, ''Entahlah, ''
Mengambil alih Hair dryer, ''Biar aku membantu mu, ''
''Yang datang tadi siang itu Maya, yang datang tiba-tiba dan langsung memeluk ku.''
''Dan kamu tak menolak nya.?''
''Bukan tak mau menolak nya, aku yang belum sempat dan kamu keburu masuk duluan.'' Ungkap Arka di sela-sela mengeringkan rambut istri nya. Dengan bergerak pelan mencari rambut yang masih basah hingga bagian yang dalam.
''Sejak kapan Maya keluar dari tempat itu.?'' Seketika Arka menghentikan gerakan nya, menatap balik istri nya yang sedang menatap nya dari pantulan kaca di depan mereka berdua.
Kedua nya saling pandang beberapa waktu, ''Apa aku belum memberitahu mu.''
Yolla menggeleng, bertanda belum.
''Maaf, mungkin aku lupa, Aku tak bermaksud untuk menyembunyikan hal tentang Maya dengan kamu.'' Ucap Arka merasa bersalah.
Yolla mengangguk, dia tak berniat menjawab kata maaf dari suami nya itu. Sebab ada rasa kecewa sedikit di dalam hati nya.
''Biar aku melakukan nya sendiri,'' Pinta Yolla, meraih Hair dryer di tangan suami nya.
''Jangan marah, maafin aku, '' Menjauhkan Hair dryer dari jangkauan tangan istri nya.
Yolla menghembuskan nafas panjang, ''Aku sudah maafin, sekarang berikan kepadaku.''
''Aku tak yakin, kamu sudah maafin aku.''
''Terserah, '' Beranjak dari duduk nya yang ingin pergi.
''Apa yang membuat kamu marah seperti ini,? Kalau ini soal Maya, aku akan menjauh dari nya jika itu yang kamu ingin kan.'' Mencegah pundak istri nya yang hendak berdiri.
Dengan cepat Arka memutar kursi istri nya, menghadap ke arah nya berlalu Mengungkung dengan kedua tangan nya.
''Aku tak melarang kamu bertemu dengan nya, aku tak melarang kamu berbuat apa dengan nya. Karena kamu tak pernah menganggap ku ada, Arka.'' Ucap Yolla penuh penekanan setiap kata-kata.
''Apa pun yang kamu lakukan tak pernah memberitahu ku terlebih dahulu. Termasuk membongkar rahasia pernikahan kita dengan keluarga kamu.'' Menyingkirkan tangan suami nya dengan kasar, dan beranjak keluar dari kamar mereka.
''Sayang please, kita belum selesai.'' Panggil Arka, Dengan mengejar istri nya yang keluar dari kamar mereka.
''Papa yang selalu mendesak ku, dan aku tak sempat memberitahu mu. Setelah kamu tiba di Rumah Sakit tadi, aku berniat memberitahu mu.'' Jelas Arka, mengikuti langkah istri nya melangkah turun ke bawah.