Mantan Suami

Mantan Suami
# 62


''Kamu sudah menikah lagi dengan nya. ?'' Bisik Papa Bagio tepat di telinga putra nya.


Arka mengumpat kesal, yang ini ni salah satu kebiasaan Papa nya kalau sudah mulai kepo. Sampai kapan pun selalu di pantau terus-menerus. Mulai dari gerak gerik nya, hingga sampai panggilan masuk dia selalu ingin tau.


''Papa pingin tau, ?'' Memicingkan sebelah mata nya menatap ke arah Papa Bagio.


Papa Bagio mengangguk cepat, ''Banget, ''


''Nyakin, nanti menyesal loh Pa. '' Canda Arka.


''Ayolah, Mama kamu akan cepat sehat kalau mendengar berita yang selalu dia harapkan, apa lagi, kalau dia sudah hamil anak kamu.? ''


''Cerita nya panjang Pa, '' Keluh Arka, dengan menjatuhkan pantat nya di kursi menunggu pasien.


''Tinggal iya, atau tidak Arka. ''


Papa Bagio mengikuti pergerakan putra nya, hingga ikut duduk di sebelah anak nya.


''Apa ini ada hubungan nya dengan Mama kamu, ?'' Selidik Papa Bagio.


Arka terkejut, dengan reflek dia beranjak berdiri.


''Jangan terkejut, aku tau apa yang di lakukan oleh Mama Kamu selama aku pergi bisnis ke luar kota. ?''


Membuat Arka kembali duduk di tempat semula.


"Bodyguard Mama kamu itu, juga bodyguard milik Papa. Karena Papa yang menggaji mereka. Dan untuk soal Maya, Mama kamu memang bersalah termasuk juga Papa.''


''Papa yang kurang memperhatikan kesehatan Mama kamu, hingga Mama Kamu memiliki trauma pada pengkhianatan. Pengkhianatan di masa lalu, penyebab kakak kamu, Clara meninggal karena bunuh diri dan itu pemicu utama Mama kamu berbuat nekat, Arka.''


''Kenapa Papa tidak mencegah nya, ?''


''Papa baru mengetahui nya setelah hal semua itu terjadi.'' Ucap Papa Bagio melemah.


''Kamu tidak perlu khawatir, kondisi Mama Kamu kini sudah membaik, karena dia sudah melakukan cek rutin ke Dokter. '' Lanjut nya.


''Syukur lah, '' Puji syukur Arka merasa lega.


''Tapi Papa janji jangan bilang ke siapa-siapa, ? Kalau aku dengan Yolla sudah menikah kembali secara resmi.''


Plak


Papa Bagio memukul pelan lengan putra nya itu. ''Barani-berani nya kamu menikah tanpa izin Papa kamu, siapa yang sudah menggantikan posisi Papa kamu, hah. ?'' Berang Papa Bagio.


''Gak ada Pa, Papa tetap menjadi Papa kandung aku.''


''Sialan, aku serius. ''


''Aku juga serius Pa, kalau Papa pingin tau sedetail mungkin, Papa langsung tanya aja pada Om Herman.''


''Oooh, jadi Om kamu itu juga ikut-ikutan menyembunyikan pernikahan kamu dengan Yolla. '' Geram Papa Bagio, dengan mengepal kan kedua tangan nya yang sudah bersiap meninju seseorang.


''Sudah beberapa bulan kalian menikah, ?'' Tanya Papa Bagio lagi.


''Belum lama, belum juga sebulan. ''


Arka melirik jam di tangan nya beberapa waktu. ''Aku titip Mama Pa, Arka ada urusan mendadak. '' Pamit Arka, berlalu pergi dengan tergesa-gesa.


''Aku harus sampai di rumah lebih dulu, sebelum Yolla istri nya itu lebih dulu tiba di rumah.'' Berlari kecil menuju parkiran mobil nya.


Dengan kecepatan tinggi, Arka membelah jalan ibu kota dengan sedikit terburu-buru.


Lima belas menit, mobil Arka berbelok pada gedung pencakar langit. Tanpa berhenti, mobil Arka terus memasuki lorong menuju rumah tempat tinggal nya dengan sang istri.


Tit


Gerbang di buka dari dalam, ''Apa istri ku sudah sampai di rumah. ?''


''Belum Tuan. ''


''Bagus lah, '' Melajukan kembali mobil nya sampai ke dalam garansi rumah nya.