Mantan Suami

Mantan Suami
# 34


Di ruang kerja yang mendominasi warna coklat. Dalam sistem warna 5 elemen, warna coklat terhubung dengan elemen tanah yang erat kaitannya dengan kenyamanan dan membumi.


Di ruang kerja milik Nyonya Dania, bodyguard itu melapor atas kabur nya Nona Yollanda dari pengawasan nya.


''Maaf kan kami Nyonya, yang telah lalai menjaga Nona Yolla.''


Itulah ucapan terakhir, dengan bodyguard yang dia tugasksn untuk menjaga mantan menantu nya itu. Sebelum keheningan melanda mereka yang berada di ruang mendominasi warna coklat tersebut.


Nyonya Dania memijat pelipis nya beberapa waktu,


''Apa kamu juga tau,? Dimana posisi nya Arka saat ini.?''


''Posisi nya Tuan Arka berada di Bali bersama sang asisten nya, Putra Nyonya.'' Jawab salah satu bodyguard nya yang kini menundukan kepala nya ke bawah karena bersalah.


''Cari tau di mana Yolla tinggal, ? Dan awasi terus gerak-gerik nya Arka. Kenapa belakangan ini nomer nya sulit di hubungi dan juga tidak pernah di angkat oleh nya. ?''


''Baik Nyonya, kalau begitu kami permisi dulu.''


''Cepat kabari, setelah mendapatkan keberadaan Yolla. Dia baru sembuh jangan sampai dia kelelahan kembali, sakit lagi dan masuk ke Rumah Sakit lagi.'' Perintah Nyonya Dania wajib segera di laksana kan.


Hotel Arka bersama Yolla.


Arka menyudahi ciuman panas nya meskipun berat, dan berlalu menjauhkan wajahnya di depan istri nya tepat. Ketika dia merasa, kalau Yolla istri nya kehabisan oksigen.


Nafas Yolla terlihat memburu, begitu juga Arka, namun tidak seperti Istri nya yang sangat terlihat.


Jemari Arka membelai singkat pipi istri nya, Dan bergerak pelan menuju sudut bibir Yolla yang sedikit membengkak.


Arka juga dapat merasakan pangkal ibu jari nya yang basah. Akibat ciuman panas yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Melihat wajah sayu istri nya, akal sehat Arka menjadi semakin menipis.


di tambah Yolla istri nya sangat pasrah di bawah kungkungan nya. Membuat pandangan Arka kian semakin berkabut.


''Kamu, '' Yolla menatap intens manik mata Arka. ''Pernah begituan sebelum nya, '' Tanya Yolla, yang masih mengatur deru nafas nya yang belum teratur.


Walau pun gairah nya sudah di ambang batas, Arka berusaha menekan nya untuk menjawab pertanyaan dari istri nya itu. ''Aku ini masih perjaka ting-ting, belum pernah menyentuh perempuan lain, selain hari ini, kalau bibir ku sudah tak suci lagi dan itu karena kamu.''


''Tatapi cara kamu berciuman tadi, terlihat sudah pro gitu, dengan hal begituan.'' Balas Yolla menelisik wajah Arka, entah apa yang ada dipikiran nya Yolla saat ini,? Yang meragukan kesucian Arka.


''Itu nama nya naluri laki-laki, Yolla.''Jawab Arka dengan suara memberat.


''Oh gitu ya'' Balas nya dengan sedikit malu.


Arka sangat gemas melihat wajah istri nya yang memerah. Dengan gemas Arka mengecup bibir Yolla, dan membawa wajah nya ke arah samping tepat di telinga Yolla.


Membuat Yolla meremang, ketika hembusan nafas Arka terkena kulit nya yang sensitif. Di tambah satu tangan Arka merambat naik ke puncak perut nya dengan gerakan sensual.


Nafas Yolla semakin tak teratur, saat merasakan tangan Arka mer emas salah satu bukit kembar nya dengan sesekali menjepit di sela-sela jemari nya.


Blusss, sial nya ke dua pipi Yolla memerah seketika.


''Aaar, aahh, '' Yolla tak kuasa menahan suara laknat nya. Sensasi nya luar biasa yang belum pernah Yolla rasakan sebelum nya.


Dres yang di pakai Yolla sudah naik ke atas sampai ke dada. Dengan gerakan lembut Arka melepaskan pakaian Yolla dan menyisakan pakaian dalaman nya saja.


Selepas dari dress milik Yolla, Arka melanjutkan ciuman nya yang sempat terhenti. Mulai dari bibir turun langsung ke bawah dengan jemari tak tinggal diam.


klik, pengait bra terlepas, dengan perlahan dia mulai memainkan kedua bukit kenyal milik Yolla. Dengan bibir nya yang masih berada di leher putih istri nya untuk memberi tanda cinta di sana.


Auuww sst, ''Jangan terlalu kuat Ar, ''


Aaahh desis Yolla lagi.


''Hmm, maaf. ''


Meninggalkan rasa perih di bagian leher, kini ciuman itu mulai turun dan jatuh pada pucuk kenikmatan yang kedua dari yang di bawah.


Ke dua tangan Arka yang tidak tinggal diam membuat Yolla menahan ******* yang keluar dari mulut nya.


Aaaahhk


''Aaarr enghh, seperti aku mau_____'' Ucap Yolla tersengal-sengal.


''Keluarkan saja sayang, '' Jawab Arka tetap fokus dengan kegiatan nya.


Dan akhir nya Yolla mendapatkan pelepasan yang pertama. Dengan nafas yang memburu Yolla mulai lega setelah mengeluarkan sesuatu di bawah sana.


Arka menjauhkan tubuh nya dari Yolla. Berdiri tegak untuk melepaskan pakaian bawah nya yang masih melekat di tubuh nya. Kalau handuk kecil nya sudah terlepas dan jatuh sejak tadi.


Dengan tangan yang bergerak melepaskan bagian bawah nya, kedua mata Arka menatap istri nya dari atas sampai ke bawah yang tanpa apa-apa.


Yolla yang di tatap seperti itu, jelas saja salah tingkah. Dengan cepat Yolla menarik selimut yang tidak terlalu jauh dari nya untuk menutup bagian sensitif nya yang terekspos dengan sempurna.


''Kenapa disembunyikan sih Yolla, ? Sangat indah kok untuk di lihat.'' Puji Arka mulai mesum.


''Gila, ini benar-benat gila.'' Pikir Yolla dengan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


''Yolla, lihat sini. '' Goda nya dengan pikiran mesum.


Dengan nafas tertahan Yolla mulai menatap ke arah Arka, hanya beberapa detik berlalu menutup kedua mata nya.


''Tato, '' Batin Yolla.


''Sungguh Gila, dia bertambah gagah dengan keberadaan tato di sana.'' Pikir Yolla yang mulai memuji tubuh Arka secara diam-diam.