
''Ku kira ini sudah waktunya untuk membahas kejadian di atas tadi.?'' Ucap Mama Dania melirik ke arah Arka putra nya itu.
Ekor mata Mama Dania dengan putra semata wayang nya itu langsung saja bertemu untuk beberapa waktu.
Ekor mata Arka kini beralih melirik ke arah istri nya. Yang masih terlihat tenang hingga suapan nasi yang terakhir.
Yolla istri nya sama sekali tak terganggu dengan pertanyaan sang Mama. Yang sudah sangat jelas di lontarkan untuk diri nya dan juga dia.
''Mama sangat bangga dengan kamu Yollanda Amber.'' Puji Mama Dania di dalam hati. Di puji, ya di puji soal apa yang telah di ajarkan dulu dengan mantan menantu nya itu.? Ternyata di terapkan dengan benar hingga sekarang ini.
Ehem
''Aku sama Yolla sudah________''
Hoek
Yolla menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.
''Aku ke kamar mandi dulu.'' Pamit Yolla berlalu lari ke kemar mandi yang paling dekat dengan ruang meja makan.
''Sayang pelan-pelan, jangan berlari.!'' Pekik Arka dengan menyusul langkah sang istri.
Hoek
Hoek
Hoek
Dengan telaten Arka memijat tengkuk istri nya dengan lembut.
Sedangan Mama Dania dengan Papa Bagio juga ikut menyusul ke dua anak nya itu ke dalam kamar mandi.
''Apakah Yolla sedang sakit, ?'' Ucap Mama Dania dengan nada khawatir.
''Mungkin iya, ''Jawab Papa Bagio yang berdiri di samping pintu kamar mandi sebelah kanan. Sedangkan sang istri, Mama Dania berada di sebelah kiri pintu tersebut.
''Kalian tunggu di sini, biar Mama yang memanggil Dokter keluarga kita.?'' Berlalu balik badan dan pergi.
Dengan sedikit terburu-buru, Mama Dania melangkah kan kaki nya menuju ke dalam kamar nya untuk mengambil ponsel nya.
Di tengah jalan menuju kamar nya, Mama Dania menyempatkan diri memberi tahu Bibi nya untuk membuat kan segelas teh hangat untuk putri nya, Yolla.
Setelah itu Mama Dania melanjutkan tujuan nya menuju kamar pribadi nya.
''Kemana ponsel ku.?'' Gumam Mama Dania sibuk mencari ponsel nya yang lupa tempat dia yang menaruh nya.
Dengan gerakan lihai jemari Mama Dania berselancar di atas layar sentuh tersebut.
''Ya hallo.'' Jawab dari seberang.
''Segera datang ke rumah.!''
''Baik Nyonya.'' Jawab dari seberang dengan cepat.
''Aku tunggu.''
''Dalam perjalanan Nyonya.!''
TUT
Di kamar mandi, Arka dengan sigap membantu sang istri berjalan menuju ke dalam kamar mereka.
''Hati-hati, '' Dengan sesekali Arka mengingatkan langkah kaki istri nya dengan benar.
''Aku gendong saja, ya. ?'' Tawar Arka yang sudah sekian kali nya. Namun, lagi dan lagi tawaran nya selalu di tolak oleh istri nya.
Setelah melewati anak tangga yang cukup panjang, mereka berdua sudah tiba di dalam kamar mereka dengan deru nafas Yolla sedikit memburu.
''Minum dulu.'' Arka menyodorkan segelas teh hangat yang baru di antar oleh Bibi nya.
Dengan gerakan tangan sedikit melambat,Yolla menerima dan segera meminum teh hangat tersebut dengan cara sedikit demi sedikit. Akibat mual dan muntah membuat mulut nya terasa pahit.
Di tambah rasa pusing mulai menyerang bagian kepala yang tertentu, membuat kepala nya berdenyut nyeri.
''Kita ke rumah sakit sekarang, ya. !'' Ajak Arka.
Arka kini terlihat sangat cemas, Yolla bisa melihat hal itu dari raut wajah suami nya, mas Arka.
Yolla tersenyum. ''Aku baik-baik saja, Mas, tidak perlu khawatir. '' Jawab Yolla, mencoba menenangkan sang suami nya itu.
''Sekali ini saja kamu harus menurut sama suami, ok.'' Ucap Arka tetap kekeh pada pendirian nya.
''Silakan masuk Pak Dokter, !'' Ucap Mama Dania yang berada di depan pintu kamar putra nya itu.
Ke dua pasang suami istri itu menoleh ke arah pintu kamar nya sendiri. Di sana bisa di lihat, ada seorang Dokter perempuan dengan kedua orang tua nya berada di samping Dokter tersebut.
Hal seperti ini sudah bisa di tebak oleh Arka, yang akan bakalan terjadi.
Sedangkan Yolla yang melihat pemandangan di depan mata nya itu hanya pasrah. Kalau pernikahan dan juga kehamilan nya akan terbongkar sekarang juga.