Mahligai Cinta Zeda Humaira Emerson

Mahligai Cinta Zeda Humaira Emerson
MC Zeda Humaira #137 - Kejutan


Pagi-pagi sekali Arsyad sudah pergi ke restaurant, bahkan ia tidak sarapan bersama Aira dan Via. Hal itu sedikit membuat Aira kesal, apalagi sejak tadi malam mood-nya sudah rusak, dan sekarang mood-nya semakin di rusak oleh Arsyad yang pergi begitu saja.


Sementara di sisi lain, Arsyad kini sedang meeting dengan Fahmi dan beberapa staf restaurant. Arsyad ingin mengadakan sebuah acara besar nanti malam dan itu sangat mengejutkan semua orang, karena ini terlalu mendadak.


"Nanti malam, jam 7, semuanya sudah harus selesai!" seru Arsyad.


"Gila kamu!" sanggah Fahmi yang langsung membuat semua orang terkekeh geli, karena hanya Fahmi yang berani mengatai bos besar mereka gila.


"Kita nggak bisa melakukan semuanya tiba-tiba begini, Arsyad. Kamu fikir kita punya jin aladin apa," Sungut Fahmi kesal. Bagaimana tak kesal? Arsyad ingin membuat mengundang semua orang, termasuk para guru TK, para wali murid dan langganan tetap restaurant mereka malam ini. Tak hanya itu, acara ini akan menjadi sebuah pesta besar yang terbuka untuk umum.


"Bisa dong, masih pagi ini," kata Arsyad. "Kalian bagi-magi tugas, terus panggil semua Chef supaya bisa masak yang banyak dan cepat selesai. Panggil semua karyawan restaurant, yang libur pun suruh masuk dulu. Nanti aku kasih bonus 3x lipat," tegas Arsyad yang membuat Fahmi hanya bisa menghela napas berat sambil memijit pelipisnya.


"Eh, kamu tahu nggak? Kemarin aja kami tuh kalang kabut nyiapin makanan untuk acara tadi malam, Arsyad. Hari ini kamu mau bikin kami kalang kabut lagi?" Seru Fahmi yang masih tak terima dengan perintah Arsyad.


"Ini penting, Fahmi. Aku nggak mau istriku nggak bisa tidur karena mikirin omongan orang tentang anak kita," tukas Arsyad. "Pokoknya hari ini buka undangan secara terbuka pada siapapun, dan undang guru-guru TK dan wali murid anak-anak TK secara khusus."


Para karyawan Arsyad itu Saling melempar pandangan, rasanya memang tidak mungkin menjalankan rencana ini hari ini, namun melihat Arsyad yang tampaknya sangat antusias serta semangat melakukan ini demi Aira, mereka pun ikut tersentuh,


"Saya mau, Pak." salah satu chef mengangkat suara. "Tapi bonus saya di tambah, ya. Bulan depan mau lamaran," ujarnya malu-malu yang membuat Arsyad terkekeh.


"Insyaallah, bonus kalian akan di naikan 3x lipat dan besok, restaurant tutup sehingga kalian bisa beristirahat," tukas Arsyad yang langsung membuat mata para karyawannya itu berbinar.


"Kalau begitu saya juga mau, Pak." pelayan wanita mengangkat Tangan dengan antusia di ikuti dengan para karyawan yang lain.


Kini Arsyad menatap Fahmi yang hanya bisa geleng-geleng kepala, namun melihat para anak buahnya yang semangat, Fahmi pun ikut semangat.


Kini semua karyawan Arsyad di panggil untuk bekerja, tak hanya itu, restaurant pun kini mereka tutup dan mereka memasang papan pemberitahuan restaurant akan di buka kembali jam 7 malam. Tak hanya itu, Fahmi juga memasang pengumuman undangan makan malam terbuka untuk semua orang tanpa terkecuali.


Para chef mulai bekerja sama membuat makanan, sementara para pelayan ada yang membantu chef di dapur, ada juga yang berbelanja barang-barang untuk mendekor restaurant sebagus mungkin.


Arsyad ingin dekorasi itu bertema emas, seperti kehadiran baby Ali yang membuat hidupnya dan hidup Aira berkilau.


Dan sebelum memulai pekerjaannya, Arsyad masih menyempatkan diri membelikan pakaian untuk Aira, Via dan baby Ali untuk mereka pakai nanti malam.


Para pengunjung yang datang harus menelan kekecewaan karena restaurant di tutup, namun saat membaca pengumuman yang di buat Fahmi, mereka justru memekik girang.


Saat jam makan siang, mereka istirahat sejenak untuk makan siang dan sholat, setelah itu mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Dan tanpa Arsyad tahu, di luar ada Michael yang hendak makan siang di restaurantnya, Micheal mengernyit bingung karena restaurant sangat sepi.


Micheal menghubungi Aira dan bertanya kenapa restaurant hari ini tutup, tentu saja pertanyaan itu membuat Aira bingung.


"Di tutup bagaimana, Kak? Mas Arsyad pagi-pagi sekali sudah ke restaurant," kata Aira.


"Tapi di tutup, Dek. Sepi, nggak ada pengunjung," balas Micheal dari seberang telfon.


Seketika raut wajah Aira menjadi tegang dan ia tampak cemas, trauma akan masa lalu seolah kembali membayanginya. Apakah Arsyad kembali membohonginya? Tapi...


"Ada apa, Ai? Semuanya baik-baik aja, 'kan?" Tanya Micheal.


"Iya, Kak. Ya udah, aku telfon mas Arsyad dulu," ucap Aira. Saat ia hendak menghubungi Arsyad, terdengar suara bel pintu dari depan.


"Bi, ada orang di depan..." teriak Aira memanggil Bi Sri.


"Iya, Nyonya." Bi Sri balas berteriak dari belakang.


"Bi Sri lagi ngapain?" Tanya Aira kemudian.


"Nyuci baju," jawab Bi Sri lantang.


"Oh, ya sudah, Bi. Lanjutkan aja, biar aku yang buka pintu," seru Aira kemudian ia segera membuka pintu.


"Nyonya Humaira?" Tanya seorang pria pengantar paket.


"Iya," jawab Aira.


"Ada kirimin dari pak Arsyad, Nyonya." pengantar paket memberikan sebuah kota besar pada Aira. "Tanda tangan di sini, Nyonya..."


"Makasih, ya," ucap Aira setelah bertanda tangan.


Aira membawa paket itu ke dalam, ia segera mengambil gunting dan membuka paket tersebut dengan tak sabar. "Masyaallah..." seru Aira takjub saat melihat sebuah gaun berwarna putih yang di lapisi dengan kristal, tampak sangat mewah.


Aira membongkar kotak itu, ada sepatu juga untuknya, bahkan untuk Via dan Baby Ali juga ada. "Apa ini pengumuman yang di maksud mas Arsyad?" Gumam nya saat membaca note yang ada di kotak tersebut.


"Siap-siap ya, Sayang. Setelah sholat maghrib aku akan jemput kalian. Mari kita buat pengumuman yang spektakuler."