
Assalamualaikum semuanya...
SkySal mau promo Novel Baru SkySal yang berjudul Aku (Bukan) Pelakor
Intip cuplikannya yaaa...
Jasmine menyiapkan sarapan dengan cepat karena Calvin- suaminya, harus segera pergi ke rumah sakit di karenakan ada operasi mendadak.
"Selalu seperti ini, astaga. Apa nggak bisa kalau ada operasi tuh kasih tahu dari semalam, aku 'kan bisa bangun pagu untuk menyiapkan sarapan." Jasmine menggumam sendirian sembari meletakkan roti bakar ke atas piring, setelah itu ia membuat susu hangat kemudian membawanya ke kamar.
"Sarapan dulu, Mas. Aku sudah buat roti bakar sama susu hangat," kata Jasmine sembari meletakkan nampan yang berisi roti dan susu ke atas nakas. Setelah itu ia menghampiri Calvin yang saat ini sedang memasang kemejanya.
Jasmine membantu Calvin memasang kancing kemejanya, merapikannya kemudian mengambilkan jas dokternya beserta tasnya. Calvin tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Jasmine yang begitu cantik bahkan di saat ia belum mencuci wajahnya setelah bangun tidur seperti ini. Istrinya itu cantik tanpa sentuhan make up sedikitpun, bibirnya merah ranum meski tanpa polesan lipstik. Matanya lebar dan bulat, menyihir siapa saja yang menatapnya.
"Kok malah liatin aku begitu? Cepat sarapan!" seru"1 Jasmine setelah menyiapkan jas dan tas sang suami. Ia hendak mengambilkan rotinya namun tiba-tiba Calvin menarik tangan Jasmine hingga Jasmine jatuh ke pelukannya.
"Ck, kok kamu cantik banget sih, Sayang. Baru bangun tidur aja cantik," puji Calvin yang membuat wajah Jasmine langsung merona.
Aulia Jasmine, wanita sederhana yang berusia 24 tahun itu sangat beruntung karena di nikahi oleh seorang Calvin Syahputra, pria berusia 35 tahun yang berprofesi sebagai Dokter bedah di salah satu rumah sakit besar di Jakarta.
Dan profesi sang suami itu mengharuskan Jasmine terbiasa jika Calvin tiba-tiba harus pergi, pulang larut malam atau bahkan tidak pulang. Jasmine tidak masalah sedikitpun, ia mendukung sang suami dalam karirnya.
"Mas, katanya kamu buru-buru," ucap Jasmine dengan suara paraunya. Ia berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Calvin.
"Beruntung sekali aku, Jasmine. Memiliki seorang istri yang sempurna seperti kamu." pujian seperti itu sudah tak terhitung berapa kali Jasmine dapatkan dari pria yang berstatus sebagai suaminya sejak 6 bulan yang lalu itu, dan Jasmine selalu terbuai hingga Jasmine akan merasa jatuh cinta setiap hari pada Calvin.
"Aku yang beruntung karena mendapatkan suami seperti kamu, Mas. menerima aku apa adanya, padahal kamu itu orang berpendidikan, kaya, seorang dokter, sementara aku?" Jasmine tersenyum masam mengingat perbedaan status sosial antara dirinya dan Calvin yang sangat jauh." Aku hanya gadis penjual buanga. " lanjutnya.
"Aku merasa beruntung mendapatkan gadis penjual bunga, karena selalu membuat hatiku berbunga-bunga," balas Calvin yang langsung membuat Jasmine terkekeh.
"Udah gombal-gombalannya, ya. Sarapan gih, nanti telah lho," seru Jasmine kemudian.
Calvin hanya mengangguk, ia segera menghabiskan sarapannya dan setelah selesai, Jasmine pun mengantar Calvin ke mobilnya, tak lupa sebelum berpisah, Calvin mencium Jasmine dengan mesra dan membisikan kata cinta yang menggetarkan hati Jasmine.
"Ingat, Sayang. Kalau ada pria yang membeli bunga tapi sambil melirik kamu, bilang padanya kamu milik Calvin Syahputra. Kamu adalah belahan jiwanya, separuh hidupnya, okay?" Jasmine hanya mengangguk sambil terkekeh.
...🦋...
Keesokan harinya...
Calvin membuka mata perlahan dan ia tersenyum saat melihat Rasya yang masih terlelap di pelukannya. Wajah Rasya sudah tak sepucat tadi malam, panas tubuhnya juga sudah sedikit turun.
Saat Calvin hendak bangun, ia menyadari ada sebuah tangan yang memeluknya. Calvin menoleh dan ia melihat Jia yang juga tertidur pulas di belakangnya.
"Jia..." Calvin mengguncang pundak Jia, sementara Jia hanya menggumam tak jelas dan membenarkan posisi tidurnya.
"Jia, bangun! Pulang jam berapa kamu, huh?" Tanya Calvin setengah menggeram.
Calvin melongo, kemudian menarik Jia hingga Jia membuka matanya lebar-lebar. "Apa sih, Sayang? Aku tuh ngantuk, aku capek," seru Jia namun Calvin tak mengindahkannya.
Calvin membawa Jia ke kamarnya dan ia menutup pintu dengan keras hingga terdengar gubrakan yang sangat keras.
"Kamu tahu nggak kalau Rasya itu sakit sejak tadi pagi? Dia panggil kamu, tapi kamu malah sibuk sama dunia kamu sendiri!" Desis Calvin tajam.
"Aku 'kan lagi kerja, Calvin. Aku juga nggak tahu kalau Rasya sakit, nggak ada yang kasih tahu aku," elak Jia membela diri.
"Kamu nggak tahu karena kamu itu cuma sibuk kerja dan kerja, Jia. Sampai kamu lupa sama anak dan suami kamu! Ibu macam apa kamu ini, huh?" Geram Calvin penuh emosi.
"Kamu juga sibuk kerja sampai sering nggak pulang dan aku nggak pernah mempermasalahkan itu!" Balas Jia yang juga mulai terpancing emosinya.
"Aku kerja buat kalian, aku punya kewajiban untuk menafkahi kalian! Sementara kamu kerja buat siapa, huh? cuma buat diri kamu sendiri, hanya untuk menyenangkan diri kamu sendiri sampai kamu mengabaikan aku dan Rasya!" kini Calvin berteriak dengan emosi yang sudah memuncak.
"Kamu sudah ngizinin aku melanjutkan karirku, kenapa sekarang kamu menuntut ini itu?" Balas Jia yang seolah tak mau di salahkan.
"Aku mempersilakan kamu kalau mau menjadi model tapi bukan berarti aku mempersilahkan kamu hidup hanya sebagai model, Jia! Kamu jarang pulang ke rumah, nggak memperhatikan aku dan Rasya! Kamu kerja cuma karena hasrat bukan karena kewajiban mencari nafkah, Jianita! Kerjaan kamu itu nggak ada faidahnya buat Rasya dan aku!"
Jia terdiam mendengar apa yang di ucapkan Calvin, ia terduduk lemas di tepi ranjang, kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapaknya. Mengingat kembali kesibukannya selama dua tahun ini yang memang sungguh menyita sebagian besar waktu dan tenaganya.
Sementara Calvin, ia menatap Jia dengan tajam, dadanya bergemuruh, napasnya memberat karena emosi yang menggulung jiwanya. Jia yang sekarang ada di hadapannya bukanlah Jia yang dulu ia nikahi.
Jianita Kanaya, wanita cantik yang yang berhasil Calvin nikahi 7 tahun yang lalu atas dasar cinta.
Jia adalah seorang model yang cukup terkenal, dan ia mencintai dunia modelling sejak ia remaja.
Saat ini usianya 28 tahun sementara usianya baru 22 tahun saat Calvin menikahinya, and dan saat itu karirnya sedang berada di puncak, namun karirnya terpaksa terhenti saat ia hamil dan melahirkan.
Saat itu Jia sedih, karena menjadi model terkenal adalah mimpinya, namun Calvin berusaha terus membahagiakan Jia dan mengatakan suatu hari nanti ia bisa kembali menjadi model, saat putra mereka sudah besar.
Dan dua tahun yang lalu, kembali datang tawaran padanya dari salah satu agensi besar yang siap kembali melambungka nama Jia. Tentu kesempatan itu takkan Jia tolak, ia kembali memiliki jalan untuk menggapai mimpinya.
Namun, sejak saat itu pula, pernikahannya yang dulu harmonis kini perlahan merenggang karena Jia yang terus kebanjiran job dari berbagai kota bahkan tak jarang tawaran datang dari luar negeri, hingga menciptakan jarak antara dirinya dan keluarga kecilnya.
Jia mendapatkan apa yang dulu hilang darinya, namun apa yang dia dapatkan sekarang justru mengorbankan suami dan anaknya tanpa ia sadari.
Di luar kamar, Rasya menangis saat menguping pertengkaran kedu orang tuanya yang sering sekali terjadi sejak dua tahun yang lalu.
Rasya kembali ke kamarnya sambil mengucek matanya yang sudah berlinang air mata.
...🦋...
BAGAIAMANA? PENASARAN?