
"sayang, mas pulang malam ya. hari ini ada rapat luar kota" pamit wily sambil mengecup kening intan dan menenteng tas kantornya
"iya mas, hati-hati ya! ohh iya hari ini aku ada bimbingan skripsi dikampus" izin intan yang memang sedang fokus dengan skripsinya
bersama wendi dan juga dua temannya
"oke. tetap bersama hani jangan sendirian, jika perlu suruh wendi ikut mengawalmu" ucap wily yang khawatir terhadap istrinya
intan tersenyum dan memukul lengan wily
"mas istrimu bukan lagi bocil, aneh-aneh saja kamu ini" intan tak mau merepotkan adik iparnya yang juga sama sedang skripsi dan juga mempersiapkan pernikahandengan puspa
"tenang saja mas, kan ada supir yang anter aku kemana pun. dan aku akan kabari mas, berangkatlah cari duit yang banyak biar makin kaya istrimu" ucap intan menghantarkan suaminya
wily menyentil kening intan " kamu kurang kaya apa lagi hemm? ya sudah mas jalan dulu" wily masuk kemobil dan melambaikan tangannya pada intan
intan kembali masuk kerumah dan juga bersiap. tak lama berselang hani datang bersama puspa
"bik intan ada?" tanya hani
"ada neng, sebentar saya panggilkan ibu dulu" bik sum menaiki tangga menyampaikan jika teman intan datang
"berangkat!" ajak intan setelah keluar dari kamarnya
"ngga usah pakai supir deh, jadi ngga enak kalau mampir-mampir" ucap hani
"kamu mau dipecat?" ucap puspa
"wahhh, mentang-mentang calon adik ipar langsung nih belain" sahut hani lagi
"bukan, itu tapi kalau suaminya tahu bukan kamu yang dipecat tapi juga supirnya. udah ayoo jalan ngga usah banyak cingcong" tarik puspa pada hani
sedangkan intan sudah masuk lebih dulu dalam mobil
"kalian ngapain sih lama banget!" tanya intan yang sudah menunggu
'maaf bu bos tadi agak kebelet" jawab hani bohong
.
.
.
.
sampailah ketiganya diparkir kampus
"pak boleh pulang, kita agak lama disini!" ucap intan
"tidak usah bu, saya tunggu saja sambil ngopi" ucap pak jaja supir
"oke lah, ini buat ngopi pak. sekalian ma cemilannya" intan memberikan uang selembar seratus ribuan untuk pak jaja
"terima kasih bu, kalau sudah mau pulang telfon saja ya bu" ucap pak jaja
"sippp pak" jawab intan lalu menyusul sahabatnya berjalan lebih dulu
"kita ketemu dikantin nanti ya, soalnya aku tinggal minta tanda tangan aja. dan kangen sama bakso bu kantin" ucap intan
ketiganya memiliki dosen pembimbing yang berbeda meskipun satu jurusan
"oke beb" jawab hani dan puspa
intan keruangan dosen pembimbing yang kebetulan belum ada yang mengantri untuk bimbingan
"permisi pak, boleh saya masuk?" tanya intan sopan
"iya silahkan" jawab dosen intan
"maaf pak, ini sudah saya revisi sesuai arahan bapak, dan ini tinggal tanda tangan saja pak. mau buat saya ajukan untuk sidang" ucap intan menyampaikan maksud dan tujuannya
"saya periksa dulu ya, emmm sudah benar ini saya tanda tangani semoga sukses sidangnya" ucap dosen setelah memeberikan tanda tangannya
"baik pak, terima kasih banyak pak" intan pamit dan menuju ruang pendaftaran untuk sidang skripsinya
bug
"maaf mba, ehhhh intan" ucap sesorang lelaki
"siapa ya?" tanya intan yang lupa
"leo, saya teman indra yang sering main kerumah dulu" ucap leo
"ohhh kak leo, maaf lupa! kok bisa disini kak?" tanya intan
"iya tadi anterin saudara mau tanya pendaftaran disini, kamu masih kuliah atau bagaimana?" tanya leo lagi
hatinya sangat senang dapat bertemu dengan adik temannya yang dulu sempat ia sukai
namun setelah bekerja dan menikah leo dan indra berpisah karena indra tinggal diluar kota
"istrinya mana kak, kok ngga diajak. kak indra pasti seneng kalau tahu kak leo disini" ucpa intan
"kamu sudah makan? kita ngobrol dikantin aja gimana?" ajak leo sambil menunggu saudaranya selesai dengan usrusannya
"emmm, boleh deh sambil aku tunggu temenku" jawab intan setuju
keduanya berjalan bersama sambil berbincang tentang pekerjaan dan pasangan
"bu bakso ya sama es jeruk, mau makan apa kak?" tanya intan
"samain aja kayak kamu" jawab leo
"dua ya bu" ucap intan lagi
"suamimu kerja dimana intan?" tanya leo yang mendengar intan sudah menikah
ponsel intan pun berbunyi
"sebentar kak" intan mengangkat telfon yang ternyata dari suaminya
'iya mas, aku lagi dikantin tunggu hani dan puspa' ucap intan menjawab pertanyaan wily
"terima kasih bu" ucap leo pada bu kantin dan terdengar oleh wily
wily mengubah panggilan tellfon ke video
'kamu makan apa sayang?' tanya wily penuh curiga
'bakso, mas mau?'
'temenmu mana sayang kok sendirian?' wily tak menjawab pertanyaan intan karena tak melihat teman intan
'haii, kamu suami intan ya' leo tiba-tiba menyapa wily
'iya!!! maaf siapa ya' wily merubah wajahnya dengan mode datar
'ahhh saya teman indra kakaknya intan, kebetulan kami bertemu tadi lalu makan bersama. maaf mengganggu silahkan dilanjut' ucpa leo dengan tanpa rasa bersalah
'sayang mas rapat dulu ya, nanti telfon lagi' ucap wily yang kesal
tapi intan tak tahu
'iya mas!" jawab intan lalu meletakan ponselnya
"suamimu tampan juga!" ucap leo
"terima kasih, kak! heyy puspa, hani" intan melambaikan tangan pada kedua sahabatnya yang sudah tiba
rasanya intan mulai risih dengan leo yang terlalu sok akrab padanya
"sudah selesai kan, ayo pulang!" ajak intan sambil mengodekan matanya agar keduanya bilang iya
"iya, ayo pulang!" ajak hani yang paham dengan maksud intan
"kak aku pamit duluan ya, masih ada perlu" ucap intan ingin buru-buru pergi
"kakak antarkan saja, sekalian mau ketemu indra" ucap leo
"hmmm makasih kak, ada supir yang jemput" ucpa intan
lalu pergi bersama kedua sahabatntya yang ia sampai lupa membayar makanan yang dipesannya tadi