
Hari berganti malam, Cinta berdiri di depan jendela kamarnya memandang keindahan langit malam yang dihiasi hamparan bintang yang berkelap-kelip serta cahaya bulan yang bersinar terang. Suara jangkrik dan binatang malam lainnya terdengar saling bersahutan bak melodi yang memecah kesunyian dan kehampaan hatinya saat ini.
Cinta bergumam sembari mengusap perutnya yang mulai membuncit. "Anak bunda kangen ayah? Bunda juga tapi, kita gak boleh deket-deket dengan ayah. Jadi, kamu sama bunda aja ya." Dia tersenyum miris, pikirannya menerawang membayangkan bagaimana dia akan menjalani hidup dan menjelaskan pada anaknya nanti tentang ayahnya.
Cinta menghela napas berat, lalu melirik jam di atas nakas yang menunjukkan pukul 10 malam. Akhirnya, dia memutuskan untuk meminum susu sebelum tidur. Sepulang dari dokter kandungan, Diana mengantar Cinta membeli susu dan makanan khusus untuk ibu hamil. Dokter menyarankan Cinta mengonsumsi susu dan cemilan ibu hamil karena berat badannya turun. Rasa mual ditambah masalah yang sedang dihadapinya, membuat na*fsu makan Cinta semakin berkurang. Dokter menyalahkan hal itu karena bisa berpengaruh pada kesehatan bayi yang dikandungnya.
Cinta berjalan menuruni tangga dan menuju dapur untuk membuat susu. Sebenarnya bisa saja dia membangunkan pelayan tetapi, dia enggan melakukannya sekarang. Rasanya terlalu manja jika hanya menyeduh susu harus membangunkan pelayan lebih dulu.
Selesai meminum susu Cinta bermaksud kembali ke kamarnya. Namun, entah suatu kesialan atau keberuntungan baginya karena saat melewati ruang tengah dia berpapasan dengan Rangga yang sepertinya baru pulang dari kantor. Dalam sepersekian detik mereka sama-sama terhenyak dan saling pandang. Mereka sama-sama terkejut dengan pertemuan yang tidak terduga itu.
"Cinta tunggu!" sergah Rangga saat Cinta sudah kembali pada kesadarannya dan dengan terburu-buru akan beranjak dari ruangan itu.
Entah kekuatan apa yang mendorongnya hingga detik itu juga Cinta menghentikan langkahnya. Sepertinya, tubuh Cinta sedang berkhianat dari otaknya. Otaknya memerintah untuk jangan berhenti tetapi, tubuhnya menolak.
Dada Cinta tiba-tiba bergemuruh, jantungnya mulai berdetak kencang disaat langkah kaki Rangga semakin mendekat ke arahnya.
"Ada apa?" tanyanya ketus tanpa menoleh ke arah Rangga. Dia meremas jarinya untuk menutupi rasa gugupnya. Entah kenapa dia merasa sangat gugup.
"Gak ada apa, aku hanya iseng aja manggil nama kamu," jawab Rangga santai.
Mendengar ucapan Rangga, Cinta sontak mengangkat wajahnya, bermaksud memaki pria itu. Cinta merasa Rangga sedang mempermainkannya. Namun, begitu melihat senyum licik di bibir pria itu, Cinta mengurungkan niatnya. Rasa curiga mulai menggerogoti jiwanya. Dia hafal betul arti senyuman di bibir suaminya.
Cinta melangkah mundur saat Rangga melangkah mendekat ke arahnya sembari memicingkan mata.
Ya Tuhan, ada apa dengan jantungku? Hei, stop! Stop it!
Cinta memaki dirinya dalam hati saat Rangga semakin mendekat hingga membuat jantungnya bekerja dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Dia menggigit bibir bawahnya berusaha meredam dentuman jantungnya. Akan sangat memalukan baginya jika pria di hadapannya ini mengetahuinya.
Cinta terus melangkah mundur hingga tubuhnya kini terbentur dinding. Matanya membulat karena tidak ada jalan lagi untuk dia berkelit sedangkan Rangga masih mendekat ke arahnya dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Kamu mau apa?" Cinta melotot ke arah Rangga. Namun, bukannya jera Rangga malah semakin tersenyum lebar dan semakin mendekati Cinta sembari melepas jasnya.
Degh!
Oh God, please! Sekali lagi dia tersenyum seperti itu, maka jantungku akan berhenti mendadak.
"Istriku semakin cantik," gumam Rangga.
"Jangan macem-macem atau aku akan teriak biar ayah dan ibu bangun," ancam Cinta yang membuat Rangga tergelak pelan.
"Coba saja, kamu pikir ayah dan ibu akan melakukan apa jika tau kamu berteriak karena aku melakukan ini padamu ...."
Tanpa aba-aba apa pun Rangga langsung menyambar bibir Cinta, membuat tubuh Cinta seketika menegang karena serangan mendadak yang dilakukan Rangga.
Cinta mengerjap-ngerjap saking kagetnya. Aroma maskulin menyeruak memenuhi rongga hidungnya. Aroma yang sudah menjadi favoritnya. Aroma yang sudah beberapa hari ini tidak mampir ke hidungnya. Ya, dia merindukannya, merindukan aroma itu dan juga pemiliknya ....
Sebenarnya, tadinya Rangga baru pulang dari kantor. Dia terkejut melihat Cinta yang juga ada di ruang tengah. Penampilan Cinta yang hanya memakai gaun tidur, sukses mencetak lekuk tubuhnya secara sempurna, membuat Rangga seketika memanas.
Rangga tidak mampu mengontrol tubuhnya, maklum sudah seminggu lebih sejak pertengkaran mereka, Rangga tidak dapat menyalurkan hasratnya. Kini dia sudah tidak mampu lagi untuk menenangkan libidonya.
Merasa tidak mendapat perlawanan dari Cinta, perlahan tapi pasti, Rangga menautkan bibir mereka. Menyesapnya dengan cara yang begitu lembut dan hangat seperti biasanya, menenggelamkan Cinta untuk beberapa waktu.
Tangan kirinya meraih tengkuk Cinta untuk bisa memperdalam ciumannya sedangkan tangan kanannya mulai meraup salah satu bagian da*da Cinta.
"Kak," gumam Cinta, mengeluarkan suara lembut yang lebih mirip des*ahan itu. Kedua tangannya sudah berada bahu Rangga dan mencengkramnya.
Rangga terus menautkan bibir mereka, mel*umat bahkan memb*elitnya dengan sempurna. Setelah dirasa Cinta kehabisan napas, Rangga melepaskan panggutannya. Kemudian, bibirnya berpindah menciumi ceruk Cinta.
Sementara Cinta mengambil napas dengan rakus karena dia merasa kehabisan napas akibat ciuman menggebu sang suami. Dia mendongakkan sedikit wajahnya, membebaskan bibir sang suami untuk lebih leluasa menyapu setiap sudut lehernya.
"Aku merindukanmu," bisik Rangga di sela-sela ciumannya di leher Cinta. Membuat Cinta harus lagi dan lagi meloloskan suara asing dari bibir mungilnya. Suara asing yang menjadi favorit Rangga. Rangga semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Cinta. Demi apa? Rangga merasa sudah tidak tahan lagi.
"Apa kita perlu pindah ke tempat yang lebih nyaman?" tanya Rangga yang menatap Cinta dengan mata sayunya.
...****************...
Tempat nyaman tuh kira-kira dimana ya guys???π€ππ
Sebelum lanjut, ritual jempol duluπ wajib itu yaπ€
Yukk nextπππ