
"kami pulang dulu ma, pa lain kali kami datang kembali!" pamit wily saat menjemput istrinya
Yanh siang tadi diantarkan kerumah orang tuanya agar tak berpergian tak jelas menurut wily
"ma, pa kalian jangan kangen aku ya. Disana mama nita baik banget ngha ngomel-ngomel kayak mama dirumah!" ucap intan sebelum pergi
Bersama suaminya
"dasar anak kurang sajen!" ucap mama herlina yang juga suka bertingkah konyol dan berkata asal
Menurunkan sikapnya pada intan yang suka becanda dan tak pernah serius dalam segala hal
"mama!" tegur papa aji yang sangat mirip dengan menantunya. Sangat kaku dan tegas kecuali soal hatinya
"anakmu tuh pa!" adu mama herlina
pak aji mengusap punggung istrinya " ya sudah pulanglah kalian. sering-sering main kesini! Dan salam untuk mama dirumah!" pesan sang mertua pada wily
"titip intan ya wil, kalau kesabaranmu habis refill saja kesini!" ucap mama herlina yang juga berpesan pada menantunya
"baik ma, pa!" wily pun tersenyum pada mertuanya dan masuk kedalam mobil
.
.
.
.
"wen, mama nita mana?" tiba dirumah wily intan melihat wendi sedang bermain game dan tak menyahut ucapan intan karena sibuk
"sini lawan aku!" intan langsung duduk disamping wendi tanpa canggung dan menggunakan satu lagi alat game untuk melawan wendi
Keduanya langsung seru dan penuh semangat tanpa mengihiraukan orang sekitarnya
Mama nita yang mendenengar menantunya datang. keluar dari kamarnya
Wily hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah intan.
"wily keatas dulu ma, mau membersihkan badan!" pamit wily pada mamanya lalu naik kekamarnya
"kalian dari mana kok baru pulang sayang?" mama nita mendekati wendi dan intan
"ehh mama, maaf ma tadi kerumah mama.herlina dulu, oh ya mereka titip salam buat mama!" ucap intan melihat mertuanya saat sedang berbicara
"yeyeeeeeee menang!!!¡" ucap wendi
"ahhhhh ngga bisa, kita ulang gamenya. Mama sudah makan malam?" tanya intan penuh perhatian
"sudah nak, tadi wendi belikan mama makanan dari temannya yang punya usaha cafe begitu ya wen?" tanya mama nita pada wendi
Wendi salah tingkah saat mamanya membahas makanan yang diberikan pacarnya dan sahabat dari intan
"iiiyaa ma!" ucap wendi sedikit gugup takut intan mengatakan pada mamanya
"ohhh teman sekelas kita ya wen, iya tuh enak- enak loh ma makanan dicafe nya. Lain kali intan ajak makan disana ya ma!" ucap intan pada mama mertuanya
"tentu saja mau, ajak juga mama herlina ya biar ramai!" ucap mama nita
"siap ma!" ucap intan lagi
"sini gantian lawan saya!" wily meminta alat game yang digunakan wendi
"siapa takut! Wendi ada dipihak mana?" ucap intan dengan tatapan mata penuh arti
"kalian jangan terlalu larut ya, mama duluan kekamar!" ucap mama nita yang sudah merasa mengantuk
Rumahnya terasa ramai dengan kehadiran intan yang selalu ceria dan membuat keluarganya semakin hangat
"iya mama cantik! Mama istirahat saja! Selamat bobo" ucap intan lembut dan sangat manis
Wily tak terasa melengkungkan bibirnya menimbulkan sebuah senyuman
Tanpa ada yang menyadarinya
"wen bantuin dong, diem aja sih!" kesal intan karena wily dengan mudahnya mencetak skor dan intan tertinggal jauh
"main begini saja tak bisa, lalu apa bisamu?" ucap wily ketus
"jangan banyak bicara dulu bung! Tunjukan kemampuan terbaikmu!" intan tak terima diremehkan
Dia berusaha keras memainkan strateginya. Tak lama berselang intam menyusul skor wily dan waktunya habis
"yeeeee menang!!!" intan mau memeluk wendi namun bajunya ditarik dari belakang oleh wily
"jangan sembarangan peluk-peluk pria lain!" wily memegang tangan intan beralih dari bajunya
"sudah malam ayo tidur!" wily menarik tangan intan membawanya ke kamar
Wendi tertegun dengan kata-kata kakakny yang sangat aneh. Seperti pria yang sedang cemburu
Bahkan dulu saat karin datang kerumah, wendi sering kali mendapatkan pelukan seorang kakak
Tapi wily tak.pernah melarang karin saat itu
.
.
Didalam kamar
"mas, ada apa sih!" intan kesal tiba-tiba wily menghentikan permainan dan menarik intan ke kamar
"kamu suka peluk-peluk pria lain diluar sana?" tanya wily tak kalah kesal juga
"kalau iya memang kenapa? Mas cemburu ya hayo ngaku!" ledek intan
"ngga usah becanda, saya serius!" wily dengan tatapan seriusnya membuat intan takut
" ya seringlah!" jawab intan jujur
"mulai hari ini tidak boleh lagi! " ucap wily menegaskan
"haahhhh, juna, papa kak indra? Semua itu ngga boleh!" jelas intan
"ohhh! Tetap saja sekarang tak boleh kecuali juna sebelum menginjak usia lima belas tahun" lanjut wily lagi
"aneh deh tiba-tiba. Mas salah makan ya?" intan masih tak mengerti
"pokoknya kamu harus menurut. Saya suami kamu!" wily tak mau lagi didebat ia melangkahkan kakinya ke sofa dan membaringkan tubuh lelahnya
"oke!" intan terdiam sejenak dan mengiyakan keinginan wily dari pada berdebat dengannya tak membuatnya menang
Intan mengira wily sudah tertidur ia mengambil baju ganti dan mengenakannya didepan lemari kaca yang memantul dengan kaca meja rias intan. Pemandangan itu sangat nampak.jelas didepan mata wily
Tahukan rasanya gimana menjadi wily?