
"siang tante Widya!" ucap wily saat tiba dirumah omnya sesuai perintah om doni
"wah ada tamu jauh! Sini nak kamu sama siapa?" tanya tante widya melihat intan terasa tak asing
"kamu kan sekretaris suami saya! Kok bisa sama wily?" tante widya penasaran
"duduk dulu boleh ngga tante?" wily menyela ucapan tante widya
"ehh iya maaf, ayo duduk.
Bik buatkan minuman dingin dua ya!" ucap tante widya pada pembantunya
"ini istri wily tante, maaf baru bisa kesini soalnya lagi sibuk dikantor!" ucap wily
"ngga apa-apa, tante juga minta maaf ngga bisa hadir habis mendadak sekali acaranya.
Rencana akhir bulan ini kita memang mau datang ke rumahmu, sudah lama ngga ketemu kak nita!" ucap tante widya
"ohh iya siapa namamu, tante lupa!" tanya tante widya pada intan
"saya intan bu!" jawab intan malu
"kok bu, aku kan tante suamimu! Lagian kamu kenapa magang jauh-jauh bukannya kantor suamimu juga bisa buat magang!" tante widya memang orang yang ramah dan suka banyak.bicara
"ini dari kampusnya bu, ehh tante jadi ngga bisa nolak!" jawab intan
"serly kemana tante? Kok rumah sepi!" tanya wily pada sepupunya
"dia sedang dirumah neneknya, kemarin dijemput mungkin besok diantarkan!" jawab tante widya
"kalian istirahat dulu, ayo tante tunjukan kamarnya. Om bilang pulang telat dan kalian harus menginap disini!" ucap tante widya
"tapi mas, gantiku dirumah!" ucap intan
"tenang saja, ukuran baju kita sama. tante ada yang baru belum.pernah dipakai. Kalau wily bisa pakai punya yudha anak tante yang pertama.
Ini kamarnya, maaf ngga luas tapi kalian pasti nyaman. Selamat istirahat!" tante widya mendapat pesan dari suaminya jika
Wily dan istrinya baru saja berbaikan sehingga butuh waktu berdua saja
"terima kasih tante, maaf merepotkan!" ucap intan merasa tak enak
"santai saja, anggap saja aku seperti mama mertuamu! Masuklah" tante widya meninggalkan intan dan wily
.
.
"mas ke rumah aku aja yuk, ngga enak disini malu!" ucap intan setelah keduanya masuk dalam kamar
"emang mau.ngapain kok malu, kita menginap malam ini sekalian meminta agar magangmu selesai pada om doni,
Kamu ikut pulang sama mas besok!" ucap wily
"tuh kan! Semena-mena lagi, kan aku magang minimal dua bulan
Ini baru satu bulan satu minggu! Ngga mau nanti skripsiku ngga selesai kalau magangnya juga ngga selesai!" intan menolak
"sayang, kamu percaya kekuatan orang dalam?
Yang punya tempat magang om nya mas, dosen kamu adalah sahabat papa aji!
Skripsi selesai kita garap proyek baru!" ucap wily tersenyum Penuh arti
"proyek apa mas?" tanya intan
"baby!!" jawab wily
Intan membelalakan matanya terkejut
"baby?!!!! Kita belum sepakat ya kalau mau kembali bersama lagi!" jawab intan gugup
Hawanya terasa panas meski ruang kamarnya ber ac
Ia tak menyangka suaminya berfikir sejauh itu
"lalu tadi meluk-meluk mas, nangis terus apa artinya hemmm?!" tanya wily
"ya tapi kan kita belum buat kesepakatan!" intan tetap tak terima
"oke kalau gitu proyeknya dimajukan, jadi punya baby dulu baru selesaikan skripsi!" wily melangkah mendekati intan
Terus berjalan semakin mempersempit jarak keduanya.
"mas, mas mau ngapain! Jangan dekat-dekat!" intan mendorong tubuh wily tapi tenaganya tak berpengaruh besar pada tubuh wily yang terus
Mendekat pada intan
Hingga intan terjatuh diranjang dan menarik tangan wily tanpa sengaja
kedua bibir saling bertemu tanpa diminta
"mmmmm, mmmmasss!" intan mendorong sekuat tenaga
Wily malah makin menikmati
"jadi mau tetap jadi istri mas atau dipaksa dulu!" ancam wily yang mengungkung tubuh intan yang sudah lemas melawan tenaga wily
"ngga bisa kasih waktu buat berfikir?" intan mencoba bernegosiasi
"no!" jawab wily
"kalau ngga mau?" tanya intan
"harus tanggung resikonya!" sahut wily
"kalau mau!" ucap intan lagi
"kita mulai semua dari awal lagi, dan mas akan menunggu sampai kamu siap menjadi istri mas seutuhnya!" jelas wily
"emmmm, mmmm ya udah deh kalau dipaksa!" ucap intan dengan malu-malu setelah sejenak berfikir
"kamu suka dipaksa ternyata, oke tunggu waktu yang tepat! Sekarang mandilah pipimu lengket bekas air mata. Dasar cengeng!" ledek wily
Suasana mulai mencair bagi keduanya
"awas aja kalau udah mandi dan wangi deket-deket aku!" kesal intan menyahut handuk dan mengepalkan tangannya menunjukan pada wily
"ngga takut tuh! Buruan mandi atau mau mas mandiin kita bareng mandinya!" goda wily
"mesum!" intan segera menutup pintu kamar mandi agar wily tak memaksa masuk