
"ma, hari ini aku ngga kuliah dulu ya! Lagian tinggal buat proposal magang aja ma!" ucap intan izin ke mamanya setelah sarapan bersama keluarga yang lainnya juga
"apa kamu baik-baik saja nak?" mama herlina kembali bersedih
Anak bungsunya harus menerima penderitaan yang ia yakini saat ini hatinya hancur.
Tidak ada yang mau pernikahannya putus ditengah jalan
"aku baik-baik saja ma! Pa. Kalian lihat kan aku makan banyak. Tidur nyenyak dan minggu depan aku sudah akan magang jadi kalian tenang saja
Kuliahku sebentar lagi selesai!" ucap intan dengan senyum mengembang dibibirnya
"ya sudah sana istirahat. papa harap kamu bisa terima semua resiko dari keputusanmu!" ucap pak aji
Rasa sedih menyelimuti hatinya. Mungkinkah pak aji terlalu memaksakan intan menikah terlalu cepat
Rasa bersalah pun menghinggapi hati dan pikirannya
"aku kekamar dulu semua!" pamit intan selesai dengan makan dan obrolannya
.
.
.
'kak, loe kemana dicariin mama mertua tuh! Kalian berantem ya?' sebuah pesan masuk yang dibuka oleh intan
Berasal dari wendi sang adik ipar
Tanpa terasa air mata intan menetes. Mengingat kebaikan mama nita sebagai seorang mertua
Kasih sayangnya tak membedakan dengan orang tua kandungnya
'lagi males ketemu loe!
Bilang mama nita aku akan segera kerumah.sementata aku tinggal disinu dulu' balas intan pada wendi
'baiklah kakak ipar!' wendi membalas lagi dan intan tak.lagi membuka pesan yang dikirimkan wendi
Sekilas ia melihat daftar chat di ponsel intan
ada sebuah nama yang sejenak membuatnya termenung
Lalu ia menghapus pesan itu dan mencari nomer ponselnya
Setelah itu ia pun memblokir nomer wily. Ia bertekad akan memulai hidup yang baru tanpa rehan dan wily
"ante om wily katanya belikan juna hadiah. Mana om wily ngga kesini lagi?" juna masuk ke kamar intan setelah mengetuk pintu dan diizinkan oleh pemilik kamarnya
"nanti ante akan bawakan untukmu ya. Kalau ante sudah kerumah om wily!" jawab intan yang memang membeli banyak.oleh-oleh dari.liburannya untuk keluarga dan keponakannya
"makasih ante, juna tunggu ya! Hari ini juna pulang kerumah" pamit bocah kecil pada adik papanya
"iya sayang. Nanti ante main kerumah ya!" intan dengan tenang menanggapi ponakannya bicara
"oke! Om wily juga harus ikut" ucap juna lalu meninggalkan kamar intan
Senyum getir nampak diwajah intan kala ponakannya sudah senyaman itu dengan wily. Dan ia tak bisa berbuat apa-apa
.
.
.
.
.
Ketiganya sudah saling mengirim pesan untuk bertemu disebuah kafe
Intam merasa butuh udara segar agar sesak didadanya sedikit berkurang
"lama banget kalian ngapain aja sih!" kesal intan yang menunggu cukup lama
"sabar bu! Kenapa sih marah-marah ngga dapet jatah dari bos wil ya?" goda hani pada intan
"brisik deh! Kalian mau magang dimana?" tanya intan yang sampai saat ini belum mendapatkan perusahaan untuk magang
Sedangkan pihak kampus tak.mengizinkan untuk intan magang diperusahaan papanya atau klinik kakaknya
"udah dong! Gue sama wendi ngajuin dikantor cabang suami loe!" ucap puspa dengan bangga
Intan mencibikan bibirnya
"loe han?" tanya intan pada hani
"dikantor bokap loe! Hahahahaha" jawab hani yang memang magang diperusahaan papa intan
"gue kemana dong ya? Bingung nih ke kantor bokap ngga dibolehin sama dosen pembimbingnya" kesal intan yang belum dapat tempatnya magang dan bahkan waktunya tinggal satu minggu lagi
"kenapa ngga dikantor suami loe aja! Kan dosen kita ngga tahu kalau loe nikahnya bos wil" ucap puspa memberikan saran
"bener tan, aku rasa pasti disetujui!" ucap hani menambahkan
"ehhhh guys, lihat deh itu suami intan kan? Dia sama cewek tuh
Mana tangganya dipundaknya lagi coba deh lihat!" hani menunjuk arah wily bersama seorang wanita yanh benar adanya tangannya memeluk pundak wanita tersebut
"tan, samperin sana! Ayo kita kasih pelajaran!" ucap puspa terbakar emosi
Sedangkan intan hanya tersenyum
"biarkan saja, anggap saja kita tak lihat apapun!" ucap intan tak mau ambil pusing
Matanya berkaca-kaca tapi dengan cepat ia alihkan agar tak dilihat teman-temannya
"aku ke toilet dulu ya" ucap intan meninggalka. Dua sahabatnya yang agak bingung dengan intan
Begitu santai melihat suaminya bersama wanita lain. Setelahnya tak lama datang sepasang nampak seperti suami istri menghampiri wily dan wanita yang bersamanya
Wily beranjak dan meninggalkan ketiga orang tadi menuju toilet
.
.
."auuu! Maaf!" ucap intan tanpa melihat orang yang ditabraknya
"tidak apa-apa!" suara yang tak asing bagi pendengaran intan
Intan melihat keatas dan benar saja wajah yang sangat ia kenal
"kamu baik-baik saja?" tanya wily
"saya baik! Permisi!" ucap intan lalu meninggalkan wily yang masih terdiam berdiri
sementara intan kembali kemeja bersama teman-temannya
"pulang yuk! Aku ditungguin mama!" ucap intan mengajak puspa dan hani pergi meninggalkan kafe
"kita lanjut dirumah intan saja yuk!" ucap hani
"oke berangkat!" ucap puspa