
sudah hari kelima intan dan kawan-kawanya pergi berlibur, badan lelah namun pikiran jernih kembali setelah healing gratis dan menyenangkan bersama para sahabat
sejak kemarin intan tak mendapatkan kabar dari suaminya yang tak tahu apa yang sedang dikerjakannya hingga tak mengubungi intan seperti biasanya walau hanya melalui pesan singkat atau video call sebentar
hari ini jadwalnya adalah massage dan spa agar wajahnya segar dan badannya fit sebelum esok hari ketiganya sudah harus kembali dan waktu berliburnya telah habis.
"perjalanan kali ini sangat menyenangkan ya guys, sering-sering aja ya ntan kita digratisin begini" ucap hani
"yeeee cari suami juga sono, biar liburan ngga sama kita aja terus ya kan puspa?" ucap intan yang selalu saja meledek kejombloan sahabatnya yang satu
memang hani sejak dulu tak mau berpacaran dan dia tak pernah mau didekati oleh pria yang menyukainya, ia ingin fokus dikuliah dan karirnya dulu
orang tuanya juga cukup mampu namun hani ingin belajar mandiri dan atak mau terus merepotkan orang tuanya
.
.
.
sementara ketiga sahabat itu sedang bercengkrama mengendorkan otot yang kencang akibat lelahnya liburan ditempat lain wily
"pak apa tak sebaiknya bapak istirahat saja, ini sudah hampir seminggu bapak kerja bagaikan kuda, anda sudah kaya pak" ucap tyo yang melihat ata bosnya terlihat lelah
"bawel banget kamu! bagaimana pekerjaanmu apakah sudah beres sampai dua hari kedepan?" tanya wily pada asistennnya
"sudah siap semua pak, siang ini terakhir bapak rapat " ucap tyo mengingatkan pada wily jika ada rapat yang harus di lakukan atas perintahnya memperpadat pekerjaanya selama seminggu ini entah apa yang direncanakan wily
ia tak pernah pulang kerumah dan terus lembur dikantor, hingga membuat mamanya khawatir dan meminta adiknya untuk melihat kaeadaan wily
wendi melaporkan kakaknya dalam keadaan baik, mungkin saja ia enggan pulang karena istrinya tak berada dirumah
"kalau begitu siapakan perjalanan menyusul istri saya, pesankan hotel yang sama dan juga perpanjang sehari lagi untuk istri saya dan temannya menginap. setelah rapat selesai kita akan berangkat" ucap wily matanya tetap fokus pada pekerjaan
"sama kamu! sepertinya keriput di wajahmu lebih banyak dari padaku jadi saya berbaik hati mengajakmu untuk liburan sambil bekerja" ucap wily
"kalian mau kemana?" tanya suara wendi yang baru tiba dan mendapatkan angin segar sepertinya
"ccckkkk, tahu saja kalau orang mau senang-senang, kalau mau ikut bicarakan saja sama tyo jangan ganggu kakak sedang sibuK" wily berdecih adiknya seperti tahu apa yang direncanakannya
"ikut dong, liburan kemana pak tyo?" tanya wendi semangat
"menjemput nyonya wily" jawab tyo yang juga sibuk mencari penerbangan tercepat hari ini dan menyiapkan segala kebutuhan untuk pergi
"kak, mama ngga diajak?" tanya wendi
"kamu pulanglah dan izin pada mama kita akan kerja disana bukan hanya main saja, dan persiapkan semua keperluannmu sendiri, ketemu di bandara setelah makan siang" ucap wily pada adiknya
"siap bos, pak tyo saya ikut ya jadi siapkan juga tiket dan keperluan perjalanan untukku" ucap wendi sebelum keluar kantor kakaknya dengan wajah tak bisa dijelaskan
pasalnya ia tahu intan pergi bersama dengan puspa yaitu kekasih wendi, wendi pulang kerumah dan mengabari mama nita jika ingin ikut bersama kakaknya dalam perjalanan bisnis
wily melarang wendi mengatakan jika tujuannya adalah negara yang sama dengan intan yang sedang berlibur
mama nita pun mengizinkan karena memang sudah saatnya wendi harus belajar bisnis juga seperti kakaknya, kuliahny juga tak lama lagi akan selesai dan wendi bisa membantu kakaknya dikantor atau mau bekerja ditempat lain tak ada larang dan paksaaan yang penting bertanggung jawab
"ma wendi berangkat dulu ya ma, mama tahu kakak kan? stu menit saja aku terlambat maka pasti akan ditinggal. mama mau oleh-oleh apa? menantu mau?" tanya wendi becanda
"jangan sembarangan bawa menantu kalau belum bisa menghasilkan uang, kamu pikir ada orang tua yang mengizinkan anak perempuannya diambil sama pengangguran hemmm.. selesaikan kuliahmu dan bekerja keraslah mama akan dukung siapa pun calon menantu mama jika kamu menyintainya" ucap mama nita yang pernah gagal dalam hubungan asmara
rumah tangganya kandas karena suaminya tak pernah mencintainya karena keduanya dinikahkan karena bisnis
"iya mama sayang, wendi pamit ma dan kak wily juga izin sama mama tapi tak bisa pulang kerumah dulu, karena sebelum berangkat harus rapat" ucap wendi menyampaikan pesan kakaknya
"iya wen, kalian hati-hati dan jangan lupa kabari mama saat tiba disana" mama nita turut mengantarkan anaknya