Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
Jangan ganggu!


"sayang bangun!" wily mengecup kening intan


"intan! Kalau kamu ngga mau bangun sama artinya memancing yang sedang tidur, dan kamu tahu apa yang akan terjadi setelahnya..


Ahhh rasanya sudah tak sabar!" bisik wily ditelinga intan


Intan menggeliat geli


"mesummm banget mass, ini jam berapa???" aku masih mengantuk!" ucap intan


"ini jam tujuh dan orang dibawah menunggumu!" jawab wily


"dibawah! Siapa mas?" tanya intan yang langsung beranjak


"eitttss tunggu dulu! Mandi dan pakai baju yang benar. itu hanya milikku!" ucap wily posesif


"mas tunggu dibawah, jangan lama-lama!" lanjut wily


"iyaaa sayanggku!" ucap intan dengan lembut dan tanpa sadar pertama kali keluar ucapan sayang untuk wily


"i love you!" wily keluar kamar dan meninggalkan intan


Dibawah sudah beberapa orang menunggu untuk menjadi asisten intan dan juga pekerja yang akan dipilih oleh intan


.


.


."ini istri saya, silahkan perkenalkan masing-masing dari kalian!" ucap wily menggandeng tangan intan mendekat pada calon pekerjannya


"banyak banget mas, aku bingung!" bisik intan


"kamu pilih dua orang untuk membantu pekerjaan rumah, satpam dan juga satu asisten pribadimu!" ucap wily


"haii semua, saya intan!" intan menyalami masing-masing


"bisa interview sebentar dengan saya?" intan mengajak beberapa orang untuk masuk keruang yang tertutup


.


.


.


"mohon maaf karena hanya dua lowongannya, saya.." intan melirik wily


Dan wily memberikan kode semua terserah pada intan


"saya minta bantuan untuk mba puput sama bik sumi buat kerja disini, untuk kandidat lainya. Mungkin lain waktu bisa bekerja sama!" ucap intan dengan sopan dan ramah


"terima kasih nyonya, tuan!"


"kalian bisa istirahat dulu, disana ada kamar untuk kalian!" arah intan pada kedua pembantunya


Meski tak diterima tapi yang sudah datang mendapatkan amplop dari intan


Sebagai permintaan maaf


"kemudian, untuk satpam pak toto dan pak wid bisa bekerja mulai besok! Untuk shift nya akan dibuatkan nanti menyusul" ucap intan


"terima kasih tuan, nyonya kami pamit!" wily mengangguk


"mas aku ngga ada yang cocok sama calon asistenku, lagian aku ngga butuh banget kok mas!" ucap intan


"kita cari sampai ada yang cocok!" jawab wily mengecup tangan intan saat tak ada orang lain lagi


"haiii, selamat siang!" suara yang intan kenal


"hani, puspa!" intan terdiam melihat wendi membawa wanita yang tengah hamil dan menemuinya kala itu


Intan pun terdiam


"kak maafkan aku kak, aku tahu aku salah maafkan aku!" ucap kiara ingin berjongkok


Tapi intan dan wily menahannya


"ngga perlu seperti ini mba, bangunlah!" ucap intan masih ada sedikit sakit tersisa dihatinya


"sayang dia adik ku, adik wendi juga tentuanya. Bisakah kita berdamai?" tanya wily pada sang istri


Meski wily juga marah pada awalnya tapi kiara tetap adiknya


"iya mas, aku sudah maafkan kok!" ucap intan


"wen, mama mana?" tanya intan pada wendi


"ada sama tante herlina, katanya mau ke mall dulu ada yang dicari!" jawab wendi


"ohhh, ayo semua masuk. Maaf dari tadi ngga diajak masuk"


"ambil minum sendiri aja didapur jangan pada manja ya!" ucap intan


"kamu duduk aja siapa namamu?" tanya intan kembali banyak bicara


"kiara kak!" jawab kiara agak takut


"wendi, ambilkan minum buat kiara!" perintah intan


wendi menuruti perintah kakak iparnya.


"ehh hanimau ngga bantuin jadi assiten gue, tenang ada bayarannya. loe cuma pura-pura doang bantuin nyiapin kebutuhan gue. Mau ngga? Bukan apa-apa gue ngga nyaman sama orang lain!" tanya intan


"boleh juga, kerjaan gue ngapain aja! Lumayan lah dari pada bt kan ya!" ucap hani ternyata dengan senang hati


Hani dari panti asuhan memang butuh banyak donasi untuk pantinya. dan selama ini intan sudah begitu banyak membantu bahkan yang membayar uang kuliah hani adalah intan


"serius nih! Gue ngga becanda!" bisik intan


"siap bos, aman pokoknya!" jawab hani


"oke! Kalian istirahat saja dulu ya, kamar tamu kosong dan sudah bersih. Kiara aku tinggal sebentar ya!" intan mencari suaminya


Dikamar


Wily sedang membuka laptop dan bekerja


"mas aku dah nemu asistennya, hani mau jadi asisten aku mas!" ucap intan senang


"kamu yakin, nantinya dia akan disuruh-suruh loh sayang!" tanya wily


"justru ini kesempatannya mas, dia udah ngga mau terima uang lagi dari aku buat bayar kuliahnya. Kalau dikasih kerjaan baru mau terima bayarannya!" jelas intan


"benarkah? Kamu ngga pernah cerita sayang!" wily terkejut istrinya sebaik itu


"jadi gimana boleh ngga?" intan tak sabar


"kiss dulu!" ucap wily


Emmmuuuuaaachhh


Intan mengecup pipi wily hingga basah


"iya boleh. Kamu mau temani mas bekerja atau mau kebawah!"


"disini saja, yang lain pada istirahat dikamar. Mama juga belum sampai!" jawab intan sibuk dengan ponselnya


Wily menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya


.


.


.


.acara syukuran rumah baru selesai dilaksanakan. Pembagian makanan dan juga sembako pada masyarakat sekitar yang kurang mampu juga dilakukan dibantu saudara dan teman yang datang


"ma capek!" intan mengeluh pada mamanya dan tidur dipaha mama herlina


Semuanya sudah berdamai


"ngga malu udah punya suami masih begitu sama mama!" ucap indra


"ngga denger!!" jawab intan


"kalian menginap.kan?" tanya wily


"maaf papa besok harus keluar negeri, jadi ngga bisa malam ini!" jawab papa aji


"mama juga ngga bisa nak, besok om doni mau datang dan mau kerumah mama dulu!" tolak mama nita juga


"oke, kalau yang muda² bisa kan?" tanya intan sambil melotot pada temannya


"iyaa bisa!" jawab puspq dan hani bersamaan


"ya sudah kami pulang dulu! Kiara mau disini atau sama mama pulang!" tanya mama nita


Meski ia memebenci ibunya tapi tidak dengan kiara


"ikut mama saja!" kiara juga pergi


"tyo ngga usah pulang, kamu tidur sama wendi dikamar dekat tangga! Dan para wanita tidur dikamar tamu. Awas kalau macam-macam!" ancam wily


"ayo sayang tidur sudah malam!" ajak wily didepan para gadis dengan santainya


"mas aku tidur sama puspa dan hani ya!" intan tahu suaminya merencanakan sesuatu pastinya


"engga! Ayo naik!"


Intan pasrah karena tak ada yang berani dengan suaminya


"ayo tidur sudah malam, atau kamu mau buat malam ini menjadi panjang?" goda wily


"siapa takut?" tantang intan


Selesai.mengganti pakaiannya dengan baju tidur minim


Intan sudah mendapatkan nasihat dari ibunya agar tak menunda kewajibannya sebagai seorang istri.


Selain berdosa juga mama herlina mengatakan jika hal tersebut akan memperat suatu hubungan


"kamu yakin? Jangan menyesal nantinya!" wily sudah memperingatkan tapi intan memasrahkan dirinya terlentang diranjang


Dengan kaos putih tipis dan celana pendek pakaian tidur


Tak menunggu lama, wily yang telah lama menantikan moment ini tak mau membuang waktu percuma


Rasa lelah dan kantuknya hilang seketika


Gejolak dari dalam diri mengusai


Gai*rahnya memuncak. Intan sebenarnya takut


wajahnya sedkkit pucat


"mas aku takut!" jujur intan


"mas juga sayang, kita coba perlahan ya!" wily dengan lembut menyentuh bibir intan dengan bibirnya


Tanganya mendapatkan gunung kembar yang sudah terlepas dari kurungnya


de*sahan kenik*matan intan mulai terdengar


Wily semakin berselancar membuai tubuh indah intan yang masih berbalut kain


"boleh sekarang sayang?" tanya wily


Intan yang merasakan hal sama menginginkan sesuatu


Ia mengangguk setuju


kaos tipisnya meninggalkan pemakainya.


Terpampang nyata gun*dukan mempesona gadis usia 20 an


Tangan wily meraih bawahan intan dan bibirnya pun tak tinggal diam. Menciptkan tato merah pada kulit putih


"sayang kamu siap?" tanya wily lagi


"iyaa mass!"


"bos!!! " tyo mengetuk pintu tapi tak dihiraukan


"Kak!!!


Ayo turun ada papa datang!" ucap wendi sekita membuat intan dan wily terdiam.


"tunggu dulu! Jangan biarkab masuk kerumah!" ucap wily


"sayang maaf ya, kamu tunggu disini jangan ikut turun oke!" wily mengecup bibir intan dan mengenakan kembali pakaian yang berserakn


Lalu keluar kamar


Intan merasa malu dengan keadaan kamarny. Beginikah rasanya malam pertama?


Meski gagal


Suara ketukan pintu


"siapa?" tanya intan


"hani sama puspa!" jawab keduanya


Intan mengenakan kaos dan celanya tanpa dalaman karena teeburu-buru


"siapa dibawah?" tanya intan mengajak dua sahabatnya masuk kekamarnya


"luas banget kamarnya. Lebih gede dari kamarmu dulu ya beb!" ucap puspa


"ehh ditanya malah ngelantur! Siapa yang datang? Terus kaliang ngapain disini bukannya tidur!" tanya intan curiga


"takut dibawah ramai orang, kita diminta temenin kamu disini. Jadi kali ini tolong menurut ya!" ucap hani


"wah..wahh wahh.. Seperti baru saja terjadi sesuatu


Lihat deh beb han, leher sama dadanya kayak macan totol. Polakdot" ucap puspa


"kalian ngapain sih? Malah bikin takut tahu ngga!" intan menghindari pertanyaan sahabatnya


"udah sepi kayaknya! Ayo kita turun!" ajak puspa


"ehhemmm!" wily berdeham


"kalian boleh keluar! Terima kasih sudah menemani istri saya!" wajah wily berkeringat dan masih terlihat merah


Intan mengangguk pada sahabatnya agar meninggalkan intan dan wily saja


"ada apa sih mas, aku ambilkan baju ganti dulu!" intan mengambil kaos tanpa lengan untuk wily


Dan membawa tisu basah mengelap wajahnya


"biasa sayang, ada aja masalah namanya juga dunia bisnis!" jawab wily


"bearti rumah kita ngga aman dong mas!" intan takut


"aman sayang, ada satpam dan pintu kita hanya biaa dibuka orang dari dalam dan yang tahu pin aja


Mas jamin aman! Lanjut yang tertunda?" tanya wily


"udah ngga mood! Besok saja boleh ngga?" tawar intan


"tentu saja!" wily membaringkan tubuhnya dan memeluk intan hangat