
"kamu kenapa intan?" puspa membukakan pintu kamar apaptemnya
hani dan puspa akan pergi keluar negeri untuk liburan semester sebelum magang dikapusnya,intan tak bisa ikut pastinya karena sudah menikah
intan memang bilang akan datang usai tugas presentasinya selesai. tapi kini ia datang dengan tangisan
"ayo duduk, hani tolong ambilkan minum" ucap puspa mengajak intan duduk agar leboh tenang
"ayo minum dulu intan" hani menyodorkan segelas air putih
"siapa yang melakukan ini! apakah suamimu" tanya puspa emosi
intan menggelengkan kepalanya ia masih terus saja menangis. dan tak menjawab apapu pertanyaan sahabatnya yang bingung
setelah hampir satu jam intan menangis
"aku bingung, rehan meminta balikan tapi rasanya hatiku tak begitu bahagia mendengar kata itu. walau aku tak tahu bisakah jika selamanya aku tanpa rehan" intan mulai membuka pembicaraan dan puspa dan hani mendengarkan dengan intens
" aku menolaknya dan ingin memulai hubungan yang baru dengan suamiku, tapi aku melihatnya memeluk wanita yang dicintainya" lanjut intan lalu menangis lagi
"jadi yang membuatmu menangis menolak rehan atau melihat suamimu bersama wanita lain" tanya puspa
"aku tak tahu, aku bingung dengan perasaanku sekarang ini dan....." intan tak tahu apa yang harus ia katakan
kedua sahabatnya memeluk intan dan mengusap punggungnya agar kembali tenang
"kamu tenangkan dulu fikiranmu, dan perlahan mulai pikirkan lagi siapa yang paling membuatmu nyaman saat ini dan juga siapa yang akan paling membuatmu sedih jika perpisahan itu benar-bensar tejadi" saran dari hani
"aku tak tahu" jawab intan yang memang sedang bingung
siapa yang ada dihatinya saat ini
"aku tak tau banyak tentang cinta, tapi yang jelas rehan bukan orang yang baik lagi untukmu intan. jika memang wily bukan lelaki yang kamu mau. maka jangan pilih keduanya dan carilah pria lain yang akan membuatmu merasakan bahagia selamanya" ucap puspa
yang tahu jika sebenarnya mungkin dihati intan sudah ada benih-benih cinta untuk suaminya.
"aku lihat ada cinta dimata wily untukmu, jadi jika memang kalian bisa memulai semua dari awal dan melupakan masa lalu. mungkin kalian bisa melewati masa sulit bersama" lanjut hani menambahkan
"jika masih belum tenang tetaplah disini dan kabari suamimu agar tak khawatir, jika ingin tahu apa yang suamimu lakukan tadi maka tanyalah langsung padanya, apa dia akan jujur atau berbohong. kalau ada yang ditutupi maka keduanya bukan yang terbaik buatmu" puspa mungkin baru beberapa kali berpacaran namun dia telah menyaksikan bagaimana cinta orang tuanya yang tak dapat bertahan
dan akhirnya berpisah, banyak hal yang ia pelajari
"terima kasih ya, kalian sudah membuatku tenang" intan sudah menghentikan air matanya
tak lama suara ponselnya berderinng
"kamu dimana?" tanya wily
"lagi pergi jauh ada apa?" jawab intan ketus masih terbawa emosi bahwa wnita lain menyentuh tubuh suaminya
"jawab yang benar, atau saya lacak kamu dimana. kenapa dengan suaramu" wily khawatir
"lagi radang, aku diapartemen teman. nanti pulang sendiri" jawab intan menetralkan suaranya agar tak terlihat aneh
"kamu habis nangis?" wily mengubah panggilan telfonyya menjadi panggilan video
"kenapa menangis? siapa yang membuatmu menangis?" tanya wily melihat mata istrinya sembab
"bukan siapa-siapa, hanya sedih temanku akan liburan keluar negeri dan aku liburannya dirumah" intan beralasan yang terlintas dipikirannya saat itu
dibelakangnya puspa dan hani hanya geleng kepala dengan keahlian intan menutupi yang dirasakannya, bahkan pada orang yang membuatnya menangis
"pergilah jika kamu mau, saya tidak bisa menemani karena banyak pekerjaan" ucap wily
"tapi kan, mama dan papa pasti tak mengizinkan" padahal intan tak mau karena memikirkkan wily
"nanti saya akan izinkan untukmu, kapan berangkat? biar tyo pesankan dan siapkan semuanya biar bisa satu pesawat dengan temannmu" tanya wily lagi
"ya sudah kalau dipaksa, besok pagi berangkat dan perjalanan selama seminggu" ucap intan sengaja menekankan kata satu minggu mau melihat reaksi suaminya
"oke nanti malam semuanya siap, ya sudah nanti dijemput supir jangn pergi kemana pun senidrian" ucap wily dan mematikan panggilan telfonnya
"cieeee, suaminya cuek tatp so sweet banget ya! udah ngga usah galau punya suami begitu harusnya senang. jangan pikirkan mantannya yang pasti dia bukan lagi sainganmu" ucap hani mendengar obrolan intan dan suaminya
"benarkah dia sweet?" intan mulai berfikir " apa memberikan kartu ini juga sweet?" tanya intan lagi mengeluarkan kartu yang yang diberikan oleh suaminya
yang pastinya bukan kartu BP*S ya
"sempurna sekali, aku mau juga dapat suami seperti suamimu" ucap puspa
"awas aja ada pelakor diantara kita" ancam intan
"manisan juga adiknya" ucap puspa
"boleh aja, jadi senang nanti ada yang disuruh-suruh" ucap intan senang
ketiganya becanda kembali dan suasana hati intan kembali baik. intan berpamitan pulang karena supirnya sudah berada dibawah untuk menjemputnya atas perintah suaminya
"sampai bertemu besok dibandara" ucap intan