Bukan Salah Cinta

Bukan Salah Cinta
bersantai



"bu bos, bangun woyy!!" ucap hani


Masuk kamar intan setelah diperintahkan oleh wily


Wily ada rapat pagi yang mengharuskannya meninggalkan intan dalam keadaan tidur lelap


Sebagai asisten pribadi mulai hari ini hani bekerja sesuai peemintaan wily


Untuk menemani dan membantu istrinya disemua bidang


"intan! Bener-bener loe ya. Mentang -mentang punya suami dah. Jadi buat gue sedih!" hani berpura-pura menangis


"emmmmm,,, kamu ngapain pagi-pagi kesini!" intan bangun dan menutup badannya dengan selimut


"ngga usah ditutup segala, tadi juga terpampang nyata.


Parah banget sih loe. Habis tempur bukanya pakai baju. Kalau pembantu loe masuk gimana coba!" ucap hani mengoceh pada intan


"aihh brisik banget sih loe. Ngga tahu apa boro-boro mau pakai baju. Sampai pagi suami gue nggga udah-udah.


Ni badan berasa kayak diinjek gajah sumatera!" jawab intan


"heyyy... Jangan pamer kawan! Jadi kalian baru malam pertama . Wahh hebat juga ya pak wily


Bisa taham godaan!" ledek hani


"suami gue kemana han?" intan baru sadar


"udah berangkat dari pagi tadi. Makanya gue berani masuk


Kalian selama ini nikah ngapain aja sih. Baru malam pertama!


Kalau gue ngga bisa deh kayaknya. Mau langsung aja!" ucap hani


"cari dulu sana yang mau nikahin loe. Malah mikir yang iya-iya aja. Awas mau mandi gue


Aaauuu! Sakit ya!" ucap intan memegang benda vitalnya


"gimana ngga sakit, dihajar sampe pagi. Ayo aku bantuin!" hani merangkul pundak intan agar bisa memapahnya


"sahabat yang baik!" ucap intan penuh senyum


"asisten ya, jadi bayar gaji gue tepat waktu!" ucao hani


intan menoyor kepala hani karena kesal " mata duitan loe seakarang ya!" kesal intan


"tentu saja, punya sahabat kaya raya dan menikah sama kaya raya juga. Kesempatan dong!" canda hani


"udah sini aja. Tunggu ya jangan kemana-mana!" ucap intan masuk ke kamar mandi


.


.


Ia menarik sprei yanh memiliki tanda merah bekas semalam


Itu juga yang membuat wily tersenyum bahagia. Meski ia tak pernah peduli masalalu intan


Tapi ia juga bangga menjadi yang pertama untuk istrinya


Suara ponsel intan berbunyi


'iya mas, hemmm ngga apa-apa kok! Ada hani yang nemenin. Iya hati-hati ya mas!'


Intan menutup lagi ponselnya


"ternyata pak wily perhatian juga ya. Kirain cuek dan dingin gitu istrinya kesepian" ucap hani yang salah menilai suami sahabatnya


"kadang-kadang juga ngeselin!" jawab intan


"emang sakit banget ya beb, aku takut deh!" tanya hani melihat jalan intan yang tak normal seperti biasanya


"sedikit sih, tapi ngga tahu nih kaki berasa agak susah jalannya!" ucap intan santai tanpa malu


"hari ini kegiatan kita ke kampus. Kita selesaikan skripsi dulu!" ucap hani


"besok aja deh, cape banget gue mau istirahat aja dirumah!" tolak intan


"tapi kan hari ini kamu sudah janji dengan dosen pembimbing!" ucap hani mengingatkan


"aman! Dia dosen terbaik dan juga sahabat papaku!" jawab intan


"astaga kenapa dulu ngga minta jadi anak angkat bokap loe aja ya!" hani kesal


"udahlah, santai bentar lagi puspa kesini


Kita hari ini bersenang-senang saja!" ucap intan yang memang badannya terasa tak nyaman dan kelelahan


"gue udah panggil tukang spa dan lulur dirumah. Kita akan dimanjakan hari ini!" lanjut intan


"baiklah bos!" hani bisa apa jika bosnya sudah berbicara


.


.


.


Puspa dan tukang spa panggilan intan sudah datang


Ketiga wanita muda itu melakukan perawatan tubuh dirumah.


Sambil becanda bersama membicarakan para lelaki atau hal-hal.konyol


Hani yang masih belum punya pasangan tak merasa tersinggung atau minder


Karena tak ada saling mengejek ketiganya selalu mendukung satu sama lainya