Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Cuek


Sore hari tiba, Kei sudah mandi dan berganti pakaian dengan baju milik saudara Lili yang tertinggal di rumahnya. Tak lupa wajahnya penuh dengan bedak bayi karena ulah Lili. Lili hanya bisa terkekeh geli melihat wajah cemong Kei karena terlihat begitu lucu dan menggemaskan.


"Kei tambah ganteng lho ini. Coba lihat kearah cermin itu" ucap Lili yang langsung mengangkat Kei untuk naik di ataa kursi meja riasnya.


Lili langsung saja menghadapkan wajah Kei kearah kaca yang ada di depannya. Mata Kei membulat saat melihat wajahnya sendiri di dalam cermin itu. Kedua tangannya memegang pipi dan matanya mengerjap lucu seakan tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Kei tayak tuyul..." seru Kei yang malah ketakutan melihat wajahnya sendiri.


Hahahaha...


"Ih... Ante Lili tok malah tawain Kei cih" kesalnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Bukannya menenangkan Kei, namun Lili malah menertawakan bocah kecil itu. Lagi pula siapa yang akan tahan dengan wajah menggemaskan Kei dengan adanya muka penuh bedak putih. Tak ingin nantinya Kei menangis, Lili segera saja memperbaiki taburan bedak di wajah bocah kecil itu.


"Dah nih... Sekarang Kei sudah ganteng. Tinggal tunggu jemputan Kei deh buat pulang" ucap Lili sambil tersenyum.


"Dahal Kei macih ngin di cini lho, ante. Eh papana malah dah ilang mau emput Kei. Ndak acik..." kesal Kei.


Wajah Kei memberengut kesal apalagi saat Lili memberitahunya kalau Aldo akan segera menjemputnya. Padahal Kei masih ingin berada di rumah keluarga Lili namun malah sudah dijemput. Papanya itu sungguh merusak suasana saja.


"Kasihan lho nanti papa, oma, dan opanya Kei rindu sama kamu kalau sampai kamunya nggak pulang-pulang" ucap Lili memberi pengertian.


"Mana da? Oma dan opa tuh talo Kei ndak ada di lumah, dah pati cenang. Meleta bica belduaan, ndak tayak papa yang domblo" ucap Kei mengutarakan apa yang dilihatnya.


Lili hanya bisa terkekeh geli mendengar aduan dari Kei itu. Tak mungkin juga kalau orangtua Aldo bakalan berduaan terus menerus jika ada Kei di mansion. Lagi pula Kei memang akan terus menempel kepada oma dan opanya kalau tak ada Aldo yang menjaganya. Itu pun atas kemauan dari oma dan opanya sendiri.


"Anak kecil tuh tahu apa sih tentang jomblo. Jomblo tuh kata-kata yang biasanya diucapkan oleh remaja atau orang dewasa lho" ucap Lili yang begitu gemas dengan Kei.


Bahkan kini Kei langsung saja menguyel-uyel pipi Kei untuk menyalurkan kegemasannya. Kei pun hanya pasrah saja dengan tindakan Lili ini. Lagi pula ia merasa sangat nyaman dengan perlakuan Lili yang selalu ada saja tingkahnya. Bahkan tingkah Lili ini sungguh membuatnya terhibur walaupun terkadang harus menahan rasa kesalnya.


"Ayo kita ke bawah" ajaknya kemudian menggendong Kei dalam gendongannya.


Kei menganggukkan kepalanya kemudian memeluk erat leher Lili. Kepalanya ia letakkan pada dada Lili seakan Kei menikmati posisi yang menurutnya nyaman ini. Lili keluar dari kamarnya kemudian pergi menuju ruang tamu. Baru saja Aldo memberitahunya kalau sudah berada di depan rumah.


Segera saja Lili mengajak Kei agar segera turun ke ruang tamu karena kemungkinan kini Aldo sudah berada di sana. Apalagi tadi sudah terdengar bunyi bel rumah yang dapat dipastikan kalau itu adalah Aldo. Benar saja dugaannya, saat sampai di ruang tamu terlihatlah Aldo sudah duduk di hadapan Mama Ningrum.


Mendengar suara langkah kaki mendekat, sontak saja membuat Mama Ningrum dan Aldo mengalihkan pandangannya. Ternyata itu adalah Kei dan Lili yang berjalan menuju Aldo juga Mama Ningrum. Keduanya menampilkan wajah tanpa ekspresi membuat Mama Ningrum sedikit mengernyitkan dahinya heran.


Pasalnya tadi keduanya begitu ceria bahkan wajahnya selalu terpancar senyuman. Namun kini malah bersikap dingin bahkan wajahnya datar tanpa ekspresi. Sontak saja itu menimbulkan kebingungan untuk Mama Ningrum, sedangkan Aldo hanya bisa menghela nafasnya pasrah.


"Ayo Kei pulang. Sini turun dulu dari gendongan Tante Lili" ajak Aldo yang langsung berdiri.


Aldo hendak meraih Kei agar bisa masuk dalam gendongannya. Namun Kei malah melengoskan wajahnya kemudian memeluk Lili dengan erat. Pelukan yang seakan tidak mau berpisah dan terlepas lagi. Aldo yang melihat itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Aldo langsung memberi kode pada Lili agar membantunya membujuk Kei agar pulang. Tak mungkin juga anaknya ini menginap di rumah Lili, bisa-bisa malah Kei tak mau pulang seterusnya. Apalagi terlihat kalau Kei dan Lili ini sangat dekat juga akrab.


"Coba bujuk, Pak Aldo. Kan harusnya bapak sebagai papanya bisa membujuk Kei agar pulang" ucap Lili seakan memberi tantangan pada Aldo.


Lili pun segera saja duduk di sofa ruang tamu, tanpa mempedulikan Aldo yang kesal. Bahkan Lili tak membantu sama sekali Aldo yang ingin membujuk anaknya agar segera pulang ke rumah. Mama Ningrum pun langsung meninggalkan ketiganya di ruang tamu karena tak ingin ikut campur urusan mereka.


"Tolonglah... Ini sudah sore. Jangan main-main dengan saya karena waktuku nggak cuma buat ini saja" kesal yang seakan dicueki oleh Lili dan Kei.


Bahkan Kei terus mengajak berbincang Lili, tanpa mempedulikan dirinya yang ada di sana. Sungguh sifat Kei dan Lili yang hampir sama itu membuatnya kesal juga kuwalahan. Aldo yang memang tidak sabaran pun langsung mendekat kearah Lili yang memangku Kei.


"Jangan kasar gitu dong, pak" seru Lili saat melihat Aldo menggendong paksa Kei dari pangkuannya.


Kini Kei sudah berada di dalam gendongan Aldo walaupun bocah kecil itu sudah memberontak. Namun Aldo memegang erat Kei kemudian memeluknya. Aldo tak membiarkan Kei untuk jatuh atau memberontak lagi. Bahkan ia juga melayangkan tatapan tajamnya kearah Kei agar terdiam.


Tentu saja hal itu membuat Lili tak terima hingga ia berdiri di hadapan Aldo. Lili menatap Aldo dengan tatapan permusuhan karena bagaimanapun ia sangat menyayangi Kei. Aldo pun tak kalah sinis menatap Lili yang seakan lebih tahu dan berhak atas Kei.


"Saya nggak kasar. Saya hanya mengambil apa yang menjadi milik saya" ucap Aldo dengan nada tegasnya.


"Tapi kan anaknya nggak mau. Seharusnya bapak itu berusaha membujuk dengan lembut. Bukan malah langsung asal rebut begitu saja" kesal Lili.


Aldo pun acuh saja dengan sikap Lili kepadanya. Aldo langsung saja berlalu pergi dari hadapan Lili membuat gadis itu menganga tak percaya. Sepertinya Aldo tengah balas dendam kepadanya karena diceramahi olehnya. Kei hanya melambaikan tangannya kearah Lili sebagai salam perpisahan.


"Dasar emang ya tuh laki-laki satu. Cueknya sama anak kebangetan. Bahkan terkesan ngawur" gumamnya.


Awalnya Lili tak ingin ikut campur tentang Aldo. Hanya saja perbuatannya itu membuat Lili khawatir dengan Kei. Apalagi Lili begitu menyayangi Kei dan akan terluka jika sampai bocah kecil itu sakit.