
Gavin menunggu Anandita keluar dari kantor dengan sengaja berdiri di pinggir area parkiran khusus mobil.
Diedarkan pandangannya keseluruh murid yang berlalu lalang berjalan menuju parkiran itu sambil sesekali memainkan ponsel pintar miliknya.
"Lo belum pulang",tanya Aldo sambil berjalan menghampiri Gavin.
"Belum nunggu Dita"jawab Gavin.
Aldo mengedarkan pandangannya kesekeliling lingkungan sekolah yang semakin banyak orang berlalu lalang itu.
"Lo serius lagi nunggu istri lo kan,bukan lagi nunggu pak Bima itu?"tanya Aldo terdengar khawatir.
Mendengar itu Gavin langsung mendongakkan kepalanya memandang Aldo.
"Kenapa?,lo khawatir gue mau ngasih pelajaran sama tu orang?"ucap gavin.
"Ya iya lah",ucap Aldo.
"Kalau takut liat gue marah sana balik gue lagi nunggu bini gue ngganggu aja lo!"Gavin mendorong Aldo menjauh dari hadapannya.
"Tapi biasanya lo kalo nunggu istri lo nggak disini".
"Apaan sih bawel,suka suka gue mau nunggu dimana",jawab Gavin mulai sebal dengan pertanyaan pertanyaan Aldo.
"Vin!,gue serius khawatir sama lo!"ucap Aldo.
"Pulang nggak kalau masih aja lo bawel didekat gue,gue suruh satpam tu ngusir elo!"hardik Gavin sebal.
"Iya gue nggak bawel lagi tapi gue disini aja nemenin lo,nunggu sampai bu Dita datang",ucap Aldo yang kemudian ikut berdiri disamping Gavin.
Melihat apa yang dilakukan Aldo Gavin hanya diam tidak lagi memaksa Aldo untuk pergi.
Lama Aldo dan Gavin berdiri dalam diam diarea parkiran itu sampai orang orang terlihat mulai sepi,baru dari arah kejauhan terlihat Anandita berjalan dengan langkah cepat menghampiri kearah mereka berdua.
Sesampainya didekat mereka berdua Anandita menatap heran dengan dua orang yang berdiri diam dipinggir lapangan parkir itu.
"Sedang apa kalian?"tanya Anandita dengan bingung menatap kearah mereka secara bergantian.
"Nggak!"jawab mereka secara serempak membuat Anandita semakin bingung.
"Nggak ada Yank",jawab Gavin.
Mendengar Gavin memanggil Anandita mesra membuat Aldo dan Anandita langsung menatap Gavin.
"Apa?!"ucap Gavin.
"Nggak",jawab mereka berdua gantian berbarengan dan membuat suasana jadi canggung diantara mereka bertiga.
"Apaan sih kalian ayo Yank,balik!"ucap Gavin menarik tangan Anadita meninggalkan Aldo yang masih terbengong ditempatnya.
"Lo juga balik ngapain masih disini!"perintah Gavin pada Aldo, yang langsung membuat Aldo beranjak dari tempatnya menuju dimana motornya diparkir.
Gavin membukakan pintu mobil untuk Anandita lalu menyuruhnya masuk sebelum dia sendiri masuk kedalam mobil.
Didalam mobil Anandita masih menatap Gavin dengan ekspresi sedikit bingung.
"Ada apa?"tanya Gavin.
"Kamu nggak malu manggil aku begitu didepan Aldo?"tanya Anandita.
"Maksudnya?"
"Manggil sayang,kamu nggak malu?"
"Nggak biasa aja,memang kenapa?"tanya Gavin cuek sambil mulai menghidupkan mesin mobilnya meninggalkan area parkiran sekolah mereka.
"Tapi ini dilingkungan sekolah dan Aldo itu teman sekolahmu",terang Anandita.
"Bukannya Aldo sudah tau kalau kita berdua sudah menikah jadi apa masalahnya?"
"Ya,nggak ada sih cuma aku merasa nggak nyaman aja saat ada orang luar mendengarnya".Ucap Anandita pelan.
Aldo bukan orang lain,jadi nggak masalah kalau dia mendengar aku manggil kamu mesra bahkan kalau dia melihat aku nyium kamu juga sepertinya nggak akan jadi masalah Yank".
"Apaan sih kebiasaan banget kalau ngomong selalu kesitu otaknya",gerutu Anandita.
"Kamu juga,selalu mempermasalahkan hal yang nggak penting",jawab Gavin.
Mendengar omelan Anandita tiba tiba Gavin langsung membelokkan mobilnya ke Mini market membuat Anandita terkejut.
"ngapain kita kesini Vin,bukannya kita mau pulang?"tanya Anandita bingung.
"Ayo turun!"ajak Gavin langsung membuka pintu mobil dan mengajak Anandita untuk turun dari dalam mobil.
Masih dengan bingung Anandita mengikuti Gavin turun dari mobil.
"Kita mau apa kesini?"tanya Anandita karena Gavin langsung menggenggam tangannya masuk kedalam mini Market.
"Kamu mau apa?"tanya Gavin saat berdiri didalam mini market.
"Nggak ada",jawab Anandita.
Mendengar jawaban itu Gavin langsung mengambil keranjang dan memasukkan banyak sekali makanan ringan, juga berbagai minuman serta macam macam coklat yang dijual didalam Mini market itu.
"Vin untuk apa kamu membeli cemilan sebanyak ini?"tanya Anandita saat Gavin mau membayar semua cemilan itu dikasir.
"Untuk dimakan,kata orang ngemil ynag banyak bisa mengembalikan mood seseorang kembali baik".Ucap Gavin.
"Stop! ini berlebihan, kita beli secukupnya saja".
Anandita mengambil keranjang dari tangan Gavin dan langsung meletakkan kembali barang barang yang telah diambil oleh Gavin tadi.
"Yank biar aja kenapa,aku akan membayarnya",ucap Gavin.
"Jangan,bukan masalah tentang membayar tapi kita akan membuat makanan yang kita beli ini nanti jadi mubadzir",terang Anandita.
"Nggak papa untuk sekali kali Yank".
"Nggak boleh nanti kalau kamu setiap hari seperti ini uangmu akan cepat habis".
"Kan bisa dicari lagi Yank,toh aku nggak keberatan menghabiskan banyak uang untukmu kok".
Mendengar ucapan Gavin Anandita langsung berbalik menghadap kearah Gavin yang mengekorinya dari tadi.
"Ini bukan masalah uang,aku tau kamu bisa mencarinya lagi,tapi semakin banyak kamu menghabiskan uang untuk hal hal tidak berguna semakin banyak juga waktumu tidak bersamaku dan aku nggak mau Vin,aku bukan hanya butuh uang tapi aku butuh kamu ada untukku".
Mendengar itu Gavin langsung menarik tangan Anandita keluar dari dalam mini market menuju kemobil.
"Kita nggak jadi beli apa apa?"tanya Anandita menatap Gavin bingung.
"Nggak!,kan kamu bilang nggak mau, kamu hanya butuh aku nggak butuh semua cemilan itu".ucap Gavin dengan wajah tidak berdosa yang membuat Anandita jadi terbelalak.
"Kenapa sulit sekali bicara denganmu!,"ucap Anandita sambil menghentakkan kakinya dengan sebal.
Melihat itu Gavin malah tertawa.
"Jangan tertawa aku beneran marah sekarang!"gertak Anandita.
"Baiklah aku nggak ketawa Yank jadi kamu mau beli cemilan didalam"tanya Gavin dengan menyentil hidung Anandita gemas.
"Hemmm"
"tunggu dimobil aku belikan sebentar!".
Gavin kembali berjalan masuk kedalam mini market dan tidak lama keluar dengan membawa sekantok penuh belanjaannya.
"Ini!"gavin memberikan kantong belanja itu pada Anandita.
Dengan semangat Anandita membuka kantong belanja yang diberikan Gavin padanya tapi kemudian kembali menatap Gavin dengan bingung.
"Ada apa?"tanya Gavin.
"Ini semua untukku?"
"Iya,kamu nggak suka?"tanya Gavin.
"Bukan masalah nggak suka tapi semua cemilan ini emang harus warna pink bungkusnya,dan minumannya juga harus rasa strawberi semua?"tanya Anandita dengan heran.
"Anggap aja edisi Valentine",jawab Gavin.
"Tapi Valentine masih lama".
"Nggak papa masih lama,tapi aku mau memberikannya sekarang karena aku ingin setiap hari kita saling menyayangi".