
Setelah berada dirumah sakit selama lebih seminggu Akhirnya Anandita bisa pulang kerumah dengan membawa beby boy mereka.
Pagi sebelum Anandita dan Gavin bermaksud meninggalkan rumah sakit,Bagaskara menelpon dan menyuruh mereka untuk sementara tinggal dulu dirumah besar sampai kondisi Anandita pulih.
Gavin ingin kembali protes tapi Anandita langsung melarangnya.
"Kenapa Yank kan lebih enak kita tinggal diApartemen".
"Bukan masalah enak atau tidak enak Py tapi aku rasa ayah juga ingin ikut merawat beby boy kita".
"Jangan memanggilnya beby boy dia sudah punya nama",jawab Gavin.
"Nama bukannya kita belum memberinya nama?",tanya Anandita.
"Kemarin memang belum tapi mulai hari ini dia sudah punya dan namanya MARCELLO",jawab Gavin.
"Kamu yang memberi nama itu?".
Gavin mengangguk "kamu tidak suka?",tanya Gavin.
Anandita menggeleng"Suka namanya bagus kok",jawabnya.
"Jadi mulai sekarang panggil dia beby CELLO oke mommy".
Anandita hanya mengangguk pada Gavin.
"Ayo kita pulang sekarang", ajak Anandita setelah perawat selesai menyiapkan beby Cello untuk pulang.
"Yank kamu nggak perlu bebysister nanti untuk merawat Beby Cello",tanya Gavin karena melihat Anandita agak kerepotan menggendong bayi kecil mereka.
"Nggak kan ada kalian semua,karena itu sementara kita turuti saja keinginan ayah untuk menyuruh kita tinggal dirumah besar paling tidak sampai aku sembuh dan kamu juga bisa membantuku untuk merawat beby Cello".
Kali ini Gavin mengangguk menyetujui saran Anandita karena jujur saja dia tidak tega melihat Anandita merawat bayi kecil mereka sendirian sementara kondisinya sendiri belum pulih.
Setelah keluar dari rumah sakit mereka langsung menuju rumah besar Bagaskara sampai disana bik Siti langsung keluar menyambut mereka saat mendengar suara mobil Gavin berhenti didepan rumah.
"Neng Dita mas Gavin!",serunya dengan senyum ceria terlukis diwajah tua yang masih sehat itu.
"Bik Siti..",jawab Anandita berusaha turun dari mobil dengan menggendong beby Cello.
Bik Siti melihat Anandita turun dengan kerepotan saat menggendong bayinya, langsung menghampiri Anandita dan membantunya menggendong bayi mungil itu.
"Maaf",ucap Anandita sambil menyerahkan beby Cello pada bik Siti.
"Nggak papa neng Dita namanya juga orangtua baru, jadi wajar saja kalau semua masih kaku dan belum terbiasa,tapi nanti lama lama juga bisa".
Anandita hanya tersenyum menanggapi ucapan bik Siti.
Sementara itu Gavin membantu Anandita masuk kedalam rumah meskipun Anandita bilang dia bisa berjalan sendiri tanpa di bantu tapi Gavin tetap memaksa.
"Mana Ayah bik?",tanya Anandita karena Bagaskara tidak terlihat.
"Bapak bilang akan kekantor sebentar,mungkin sekarang sedang dalam perjalanan pulang ".
Benar saja tak lama terdengar suara mobil Bagaskara berhenti didepan rumah dan tak lama terdengar langkahnya berjalan masuk.
"Bik Siti mana mereka,terutama mana Bagaskara junior!",panggilnya pada bik Siti dengan suara keras membuat semua orang langsung menoleh kearahnya bahkan sampai sampai beby Cello menangis mendengar suara keras Bagaskara.
"Bapak selalu kebiasaan lihat cucunya sampai menangis karena mengira dimarahi kakeknya yang galak ini",gerutu bik Siti sambil menimang nimang beby Cello agar diam.
Sementara itu Gavin tampak tidak terima saat ayahnya mengatakan bahwa bayinya adalah Bagaskara junior.
"Memangnya kenapa kalau anakmu bukankah didalam darahnya juga mengalir darahku",jawab Bagaskara.
"Tapi beda jangan sampai orang salah mengira nanti saat ayah bicara begitu".
"Maksudmu salah mengira apa bukankah dia memang keturunanku orang salah mengira bagaimana?",jawab Bagaskara.
"Kalau orang mendengar ayah memanggilnya Bagaskara junior nanti dikira dia anak ayah bukan cucu ayah,aku tidak mau orang berpikir begitu",protes Gavin.
"Apa bedanya cucu dan anak dia juga akan tetap memakai nama Bagaskara seperti kamu".
"Tidak dia akan memakai nama Gavin bukan nama ayah".
"Apa!,kenapa kamu berani tidak memasukkan namaku dibelakang namanya,tidak bisa harus ada namaku dibelakang namanya karena dia keturunan Bagaskara,titik".
Mendengar perdebatan sengit kedua laki-laki Bagaskara itu Anandita menjadi sebal tidak bisakah mereka bicara pelan dengan kepala dingin hanya soal nama saja sampai seperti itu.
Anandita ingin meninggalkan mereka tapi melihat perdebatan mereka semakin sengit membuatnya jadi marah.
"Bisakah kalian diam!!",bentak Anandita.
Seketika mereka berdua diam mendengar suara Anandita.
"Kalian mendebatkan hal yang tidak penting bukankah bisa dibicarakan baik baik,kamu juga Poppy hanya masalah nama saja sampai sekeras itu mendebat ayah,ayah juga kenapa ayah tidak menikah saja lagi agar keturunan nama Bagaskara terus berlanjut,jadi dari pada kalian terus ribut pakai saja nama kalian berdua dibelakang namanya menjadi Marcello Gavin Bagaskara kan bisa tidak perlu berdebat melelahkan saja".
Setelah mengatakan itu Anandita pergi meninggalkan mereka berdua masuk kedalam kamar.
Sementara itu Gavin dan sang ayah hanya saling berpandangan mendengar apa yang dikatakan Anandita.
"Kurasa benar saran Anandita Yah sebaiknya ayah menikah saja lagi,dan aku juga tidak keberatan punya saudara kecil lagi nanti, jadi keluarga kita akan semakin banyak generasi penerusnya dan untuk nama kurasa juga nggak ada salahnya seperti saran Anandita memberikan nama kita berdua dibelakang nama Marcello".
"Ya ayah juga setuju",jawab Bagaskara.
"Yang mana maksud ayah yang setuju?",tanya Gavin.
"Tentang memberikan nama kita berdua dibelakang nama Marcello kau pikir yang mana?",tanya Bagaskara sambil menatap Gavin tajam.
"Kupikir termasuk menambah anggota keluarga baru lagi,"ucap Gavin.
"Itu bukan tugasku, itu tugas kalian berdua,kalian buat saja anak sebanyak banyaknya biar aku yang mencarikan uangnya",jawab Bagaskara.
"Kami masih belum bisa ayah,paling cepat bisa tambah anak dua tahun lagi".
"Kenapa?",tanya bagaskara bingung.
"Karena menunggu Anandita sembuh dulu baru bisa dimulai programnya,selain itu aku masih trauma melihat Anandita melahirkan.
"Yang melahirkan Anandita kenapa kamu yang trauma?",tanya Bagaskara bingung.
"Ayah akan mengerti kalau ayah punya istri lagi lalu menemaninya melahirkan",jawab Gavin lalu pergi meninggalkan Bagaskara yang terdiam di sana sendirian.
"Bapak dengarkan apa yang dikatakan anak anak tadi melanjutkan nama Bagaskara bukan hanya tugas mereka sebagai generasi muda,tapi Bapak juga harus ikut andil melestarikannya jangan cuma numpang nama seperti tadi,siapa tau kalau bapak menikah dan punya anak lagi nanti Bapak akan dapat anak cewek yang lucu",ucap Bik Siti.
Bukannya mengiyakan apa yang dikatakan bik Siti Bagaskara malah meninggalkan bik Siti dalam diam.
Bersambung.
Hay reader ini akhir Season 1,insyaallah dibab selanjutnya autor sudah mulai menulis tentang kisah Bagaskara dan Cinta,jadi untuk Gavin Anandita tidak akan banyak muncul apalagi dibab bab awal season2.
Tapi tenang saja akan ada cupid imut kita Marcello yang Autor masukkan dalam cerita,mohon ditunggu ya cerita mereka jangan bosan untuk terus mendukung karya Autor yang iniπππ.