Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
125. Menikmati Kebersamaan Kita.


Mereka semua berkumpul di luar Vila untuk menikmati api unggun ala ala dan barbeqiu bersama.


" Sering sering aja ngajak kami piknik kaya gini bos",ucap Heru yang langsung diangguki oleh yang lain sambil menikmati hidangan yang dibakar oleh Heru dan Gavin secara bergantian.


Sementara itu yang lain ada yang memetik gitar dan menyanyi dengan suara sumbang yang dipaksakan.


"Boleh juga sih mas kita agendakan jalan jalan seperti ini apalagi nanti kalau saya sudah punya anak bisa jadi ajang liburan keluarga bersama",jawab Gavin yang diangguki oleh Anandita.


"Enak yang pada sudah nikah langsung mau merencanakan liburan keluarga,la kami para jomblo coba kalian pikirkan juga",celetuk Beni.


"Sabar sedikit Ben siapa tau jodoh kamu masih diposyandu sekarang",jawab Heru.


"Hah mas,emang ngapain jam segini masih diposyandu biasanya di posyandukan siang dan cuma balita",ucap Beni bingung.


"Ya itu jodoh kamu masih balita jadi kamu harus sabar nunggu dia sampai besar dulu baru kalian bertemu",jawab Heru.


"Tau ah,ayo Do sebaiknya kita jangan dekat dekat sama pasangan 21++ ini".


Beni lalu mengajak Aldo pergi meninggalkan Gavin dan Heru setelah mengambil sepiring makanan.


"Setelah lulus apa rencana bos, masih meneruskan rencana awal yang ingin belajar keluar negeri?",tanya Heru.


"Niatnya sih masih mas tapi untuk sekarang belum,tunggu Anandita melahirkan setelah itu baru akan kami bicarakan lagi".


"Emang bos mau ngajak Anandita sama anak bos juga?".


Gavin mengangguk,"Iya mas kasihan kalau mereka harus ditinggal".


"Kasihan apa bos yang nggak sanggup berpisah sama Anandita?",celetuk Beni yang tiba tiba sudah berada disamping mereka.


"Jangan ngurusi urusan orang urus aja calon istrimu yang masih diposyandu itu",jawab Heru membuat Beni hanya nyengir mendengar itu.


"Jangan jangan jodohku yang masih diposyandu itu anakmu mas",jawab Beni yang langsung mendapat geplakan dari Heru.


"Amit amit kayanya kalau sampai aku jadi mertuamu".


"Jangan gitu mas Heru sekarang banyak kok,contohnya aja sibos iyakan bos",ucap Beni yang kembali dapat geplakan dari Heru.


"Sana bikin suasana hatiku suram aja melihat wajahmu,mulai sekarang aku akan berdoa sama Tuhan supaya menjauhkan Arabela dari kamu",gerutu Heru yang langsung menjadi tertawaan semua yang ada disana.


Sementara itu Anandita memilih duduk dikursi sambil menunggu Gavin mengambilkan makanan untuknya.


"Ini Yank",gavin memberikan sepiring penuh makanan kepada Anandita.


"Banyak banget py",ucap Anandita.


"Nggak papa supaya beby dan kamu kenyang Yank".


"Makasih banyak py,jadi tambah sayang deh sama kamu",ucap Anandita langsung merangkul lengan Gavin mesra.


"Ehemmm...ehemmm".


"Aldo..duduk sini",ajak Gavin.


"Untuk jadi obat nyamuk kalian",jawab Aldo.


"Enggaklah kita ngobrol aja,Anandita juga nggak papa iyakan Yank?".


Anandita langsung mengangguk pada Aldo yang duduk disamping mereka.


"Apa rencana lo setelah ini Do?",tanya gavin.


"Gue akan keluar negeri mungkin".


Mendengar itu Gavin langsung menoleh.


"Serius lo mau kemana lo kuliah?",tanya Gavin.


"Kayanya gue mau keChina deh Vin",jawab Aldo.


"KeChina lo mau kuliah jurusan apa disana?".


"What!!, lo serius mau jadi Gamer pro?",tanya gavin.


Aldo mengangguk,"meskipun dinegara kita para Gamer masih dipandang sebelah mata tapi kan sudah ada aja yang berhasil,jadi gue juga mau coba menekuni bidang yang disepelekan orang itu".


"Semangat ya Do jangan pesimis kalau orang nggak mengakui kita,anggap aja itu sebagai motivasi untuk kita terus maju".


"Iya Vin,lalu lo bagaimana?",tanya Aldo.


Mendengar pertanyaan Aldo Gavin menoleh kearah Anandita yang dari tadi diam saja.


"Gue juga akan pergi dan tetap akan melakukan apa yang gue inginkan Do".


Mendemgar ucapan Gavin Anandita langsung menatap Gavin terkejut.


"Tapi nanti,setelah anak gue lahir dan Anandita sudah bisa diajak pergi kesana",jawab Gavin dengan menggenggam tangan Anandita.


"Jadi lo menunda kepergian lo".


Gavin mengangguk "Anandita dan calon anak gue untuk sementara lebih penting toh masih ada Kafe juga yang perlu untuk gue urus sekarang jadi gue nggak benar benar Vakum hanya menunda sementara saja".


"Ya udah kalau gitu gue gabung sama yang lain oh iya mungkin gue pergi dalam minggu ini jadi jaga diri lo kalau gue nggak ada dan salam sama calon anak kalian nanti".


"Maksud salam lo apa sama anak gue jangan bilang lo mau nunggu sampai anak gue besar terus lo nikahin gitu awas lo!",ucap Gavin.


"Gue nggak ngomong kaya gitu Vin tapi kalau iya gue nggak nolak kok berarti gue sempat sukses dulu baru nikahin anak lo",kelakar Aldo lalu pegi meninggalkan mereka bergabung dengan yang lain.


"Sialan lo,moga aja anak gue cowok jadi lo nggak bisa menikahinya!",teriak Gavin.


Aldo hanya tertawa mendengar ucapan Gavin itu sambil melambaikan tangannya.


Setelah Aldo menjauh tinggal Gavin dan Anandita dikursi.


"Kamu sudah ngantuk Yank?",tanya Gavin menoleh kearah Anandita.


Anandita langsung menggeleng.


"Kamu nggak papa Py nggak jadi pergi belajar keItalia sekarang?",tanya Anandita merasa khawatir.


Gavin menggeleng"Aku kan sudah bilang tadi aku hanya menunda kepergianku bukannya nggak jadi pergi Yank".


"Tapi kamu menyia nyiakan kesempatan dan..."Gavin menutup mulut Anandita dengan telunjuknya.


"Aku sydah pernah bilang Yank kita boleh berencana dan memang harus punya renxana tapi percayalah rencana yang Tuhan berikan untuk kita itu yang terbaik,aku mungkin senag bisa pergi tapi aku akan menyesalinya seumur hidupku kalau aku sampai tidak ada saat kamu melahirkan nanti,kalau aku sudah berangkat mungkin lain ceritanya tapi ini aku belum pergi, jadi menunda rencana ini kurasa yang paling tepat sekarang".


"Makasih Py, sudah menomor satukan kami,aku sangat bahagia mendengarnya",jawab Anandita dengan menyandarkan tubuhnya mesra kearah Gavin.


"Kamu dan beby tetap akan jadi prioritasku selamanya Yank".


"Hemmm".


"Kamu ngantuk Yank?",tanya Gavin karena Anandita mulia menguap dan memejamkan matanya.


"Iya,tapi aku bisa masuk sendiri,berkumpullah bersama mereka malam ini py",gumam Anandita karena merasa ngantuknya tidak bisa ditahan.


"Kalau begitu ayo kuantar kekamar nanti bisa saja aku kembali lagi keluar",ucap Gavin.


"Hemmm".


Gavin mengantar Anandita masuk kedalam Vila untuk beristirahat,tapi setelah sampai dikamar Gavin malah ikut merebahkan tubuhnya disamping Anandita.


"Py kamu nggak kedepan lagi?",tanya Anandita karena melihat Gavin malah tidur disampingnya dan memeluk tubuhnya.


"Nanti aja Yank setelah kamu tidur sekarang aku mau meluk kalian dulu sebelum tidur",jawab Gavin.


"Nggak enak Py mereka masih pada diluar kamu ikut masuk kedalam".


"Nggak papa mereka pasti paham kok Yank kita kan pengantin baru".


"Itu cuma alasanmu Py".