
Setelah selama akhir pekan mereka berlibur kepuncak minggu sore mereka semua kembali lagi kekota
"Kita pulang kemana Yank?",tanya Gavin pada Anandita.
"KeApartemen aja lagi aku lelah tinggal dirumah lama".
"Kenapa bukannya enak disana?".
"Enak sih py tapi jujur aja aku nggak sanggup sama orang orang sekitarnya mereka selalu cari alasan buat nanya nanya tentang kita".
"Namanya juga orang Yank biasa kaya gitu".
"Iya,tapi kalau kita tinggal disana kasihan kamu jauh bolak baliknya".
"Yaudah,ayok kalau gitu".
Gavin membantu Anandita naik kedalam mobil setelah turun dari bis yang membawa mereka kembali dari puncak.
sambil naik mobil Anandita melihat pemandangan kota dari kaca jendela mobil.
"Kamu ingin sesuatu?",tanya Gavin Karena melihat Anandita menatap terus keluar jendela.
Mendengar itu Anandita langsung menggeleng.
"Serius kamu nggak pengen makan apa apa gitu?.
Anandita kembali menggeleng"Enggak emang kamu pengin sesuatu?" tanya Anandita.
Gavin langsung mengangguk.
"Pengin apa Py?".
"Pengin kamu?",goda Gavin.
"Ih apaan sih py kaya baru nikah aja",jawab Anandita dengan wajah bersemu merah.
"Emang yang boleh kaya gitu cuma yang baru nikah aja Yank,enggak deh aku mau kamu sekarang , besok dan seterusnya Yank",ucap Gavin semakin membuat wajah Anandita bersemu merah.
"Udah mau punya anak aja masih suka ngegombal",ucap Anandita.
"Kan sama istri sendiri jadi boleh boleh aja,Yank".
"Udah ah jangan ngomong kaya gitu lagi".
"Habisnya kamu ditanya pengen sesuatu nggak mau".
"Aku memang nggak pengin sih makan macam macam kaya orang ngidam lainnya".
"Padahal aku sudah semangat lo Yank pengen beliin kamu apa aja saat hamil jadi merasa kaya suami yang lain".
"Emang sekarang belum merasa kaya suami yang lain?",tanya Anandita.
"Ya kamu terlalu biasa maunya,jadi kaya nggak ada bedanya gitu kamu hamil apa nggak".
"Kan udah kemaren ngidamnya".
"kapan,Yank perasaan nggak ada deh".
"Waktu aku marah marah terus sama kamu".
"Emang itu termasuk ngidam ya Yank?".
"Anggap aja begitu",jawab Anandita.
"Yang lain dong Yank masa anak kita ngidamnya cuma Kaya gitu aja,nggak kreatif berarti anakku".
"Apaan sih orang yang nggak pengen aku kenapa kamu yang jadi sewot".
"Ya supaya ada ceritanya nanti saat dia nanya Yank kan seru kalau kita cerita lagi sama dia".
"Nggak ah kaya gini aja aku udah capek tau,apalagi kalau ngidam yang aneh aneh lagi,kemaren aja aku udah capek nangis terus".
"Yah,beby ngidam lagi dong kan masih ada beberapa bulan lagi ya..ya.." ucap Gavin sambil mengelus elus perut Anandita.
"Py orang nggak mau kok dipaksa kebiasaan",gerutu Anandita.
Gavin langsung memarkir mobilnya dibasement setelah mereka sampai diapartemen dan membantu Anandita turun ,meskipun Anandita sudah protes bisa turun sendiri dari dalam mobil.
"Kamu mau istirahat atau makan?" tawar Gavin.
Anandita menggeleng,"istirahat aja Py sini",Anandita menepuk kursi kosong disampingnya.
Mendengar permintaan Anandita Gavin langsung mendudukkan dirinya disamping Anandita dan menarik Anandita kedalam pelukannya.
"Py" panggil Anandita.
"Aku mau mengajar lagi bolehkan?",tanyanya pada Gavin yang terdiam mendengar apa yang diucapkan Anandita.
"Gimana dong Yank kan aku sudah nggak ada disekolah lagi,aku khawatir kalau ada apa apa sama kamu apa lagi kehamilanmu semakin besar",jawab Gavin jujur.
"Nggak papa,kan aku juga sehat jadi kalau untuk mengajar kurasa nggak ada masalah".
"Tapi...".
"Py pliss,aku akan bosan kalau cuma dirumah nggak ngapa ngapain seharian".
"Kan ada aku Yank jadi kita bisa ngapa ngapain bersama".
"Apaan sih,dasar otak mesum".
"Tapi kamu suka kan Yank",goda Gavin.
"Py apaan sih,nggak aku nggak bilang suka".
"Kadang suka nggak perlu diucapkan Yank tapi dengan perbuatan juga bisa".
"Mana Ada kaya gitu,kalau suka ya bilang suka kalau nggak ya bilang nggak".
"Itu seperti rumus matematika Yank 1+1\=2,tapi hidup kadang nggak harus seperti itu,jalani nikmati dan syukuri".
Mendengar itu Anadita langsung mencubit pipi Gavin gemas.
"Kamu tu ya terlalu pintar ngomong sok dewasa tau".
"Aku emang udah dewasa Yank".
"Dewasa dari mana?,20 tahun aja belum genap kok dewasa".
"Aku memang belum 20 tahun tapi sudah boleh ngalakuin adegan 21++kan artinya sudah dewasa",jawab Gavin.
"Itu karena kamu nggak mau menahannya seharusnya kita melakukan itu tahun depan".
"Itu bukan sepenuhnya salah aku Yank,kamu juga ikut salah".
"Kenapa aku jadi ikut salah,kamu sembarangan ngomongnya.
"Enggak,kamu ikut salah memberi godaan terus sama aku jadinya buahku cepat matang".
"Py kamu ngomongnya ngawur deh buah apa coba,emang kamu pohon sampai punya buah segala".
Gavin mengangguk,"Ini buahnya coba kamu pegang dia sudah mau mateng lagi karena deket kamu",gavin mengambil tangan Anandita dan menyuruhnya menyentuh benda pusakanya yang sudah mulai mengeras.
"Py ini...",Anandita membulatkan matanya melihat kelakuan Gavin itu.
"Kita panen yok Yank,dia nanti layu lo bahkan busuk kalau terlambat dipanen".
Mendengar ucapan Gavin Anandita langsung menarik tangannya dari benda pusaka Gavin dan bermaksud berdiri dari sofa tapi langsung dicegah oleh Gavin.
"Mau kemana sini aja.
"Aku mau masuk kedalam kamar py mau istirahat".
"Disini aja dulu kita panen setelah itu baru istirahat".
Gavin langsung memeluk tubuh Anandita dan langsung menelusupkan tangannya kedalam baju Anandita mencari dua gundukan milik sang istri.
"Py lepas dong aku capek tau".
Anandita berusaha menarik tangan Gavin dari dalam bajunya tapi Gavin malah meremas gundukan miliknya itu membuat Anandita mendesis.
"Yang buah punyamu juga sudah siap dipanen kita panen bareng ya,"ucap Gavin dengan menggerakkan tangannya memainkan puncak buah dada Anandita didalam bajunya itu.
"I..itu..karena kamu yang...issshh".
Anandita tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya karena Gavin tiba tiba mengangkat bajunya dan mengecup perutnya lalu perlahan menaikan lidahnya naik sampai keatas batas bra yang menutup dadanya,lalu setelah tangan Gavin berhasil melepas pengait bra Anandita bibirnya mulai naik mengecup puncak dada yang terlihat mulai mengeras itu.
Gavin sengaja memainkan puncak dada Anandita dengan lidahnya secara bergantian dengan sesekali menggigit untuk meninggalkan tanda merah disekitar puncaknya.
Lalu setelah selesai bermain dibagian dada Anandita Gavin menurunkan lidahnya keperut Anandita, membuat Anandita mengerang menikmati pemainan lidah Gavin.
Gavin menarik lepas celana panjang longgar yang dipakai Anandita dan tinggal menyisakan penutup terakhirnya,lalu Gavin sengaja memainkan lidahnya tepat diatas penutup itu tanpa melepaskannya membuat Anandita mengerangan meminta Gavin untuk melepaskan penutup miliknya secepatnya,tapi Gavin sengaja menggoda Anandita agar semakin terbuai.
"Py....pliss".
Mendengar permintaan Anandita Gavin langsung melepas penutup itu dan juga miliknya lalu perlahan mulai memasukkan benda pusaka miliknya keinti Anandita dan mulai menggerakkan tubuhnya seirama membuat Anandita mengerang saat merasakan benda pusaka Gavin semakin dalam menghujam keinti tubuhnya.
"Py...aku hampir...sampai",erang Anandita.
Mendengar itu Gavin sedikit mempercepat tempo gerakannya dan saat merasa miliknya akan keluar Gavin segera mencabutnya dan mengeluarkannya diatas perut Anandita.
Bersambung๐๐๐๐.
Autor kasih yang sedikit panas hari ini,supaya reader semangat nekan like dan komentnya๐๐๐.