
Gavin membuka matanya,yang silau terkena cahaya matahari yang masuk lewat sela jendela.
Diedarkannya pandangannya kesekeliling tempat itu,seketika Gavin terkejut dan langsung bangkit dari tidurnya karena menyadari dia sekarang tidur di kamar hotel,diperiksanya pakaian yang dipakainya, ternyata masih lengkap,Gavin segera mengelus dadanya dengan lega.
Dia tidak ingin karena mabuk tadi malam malah akan menambah masalah baru lagi dihidupnya yang sudah penuh masalah.
Dengan kepala yang masih terasa berat Gavin turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum pergi dari kamar hotel itu.
Karena tidak ada baju ganti terpaksa Gavin memakai lagi baju yang bekas dipakainya itu,meski ada bau alkohol dibaju itu.
Gavin segera memeriksa ponselnya setelah merasa lebih segar setelah mandi meskipun kepalanya masih terasa sakit.
Ada pesan dari Anandita dan juga banyak panggilan darinya, tapi Gavin sedang tidak ingin membuka atau menghubungi istrinya saat ini,jadi dia sengaja mengabaikannya.
Lalu Gavin memeriksa pesan yang lain ada dari Aldo,segera Gavin memeriksa pesan itu karena Aldo mengiriminya pesan video saat dia mengantar Gavin tadi malam.
sambil menambahkan kata katanya yang membuat Gavin sebal.
'Dasar teman nggak ada akhlak,gerutu Gavin sebelum Gavin menghubungi Aldo.
"Halo Vin"
"Hola halo,lo itu kalau bantu teman harus tulus,jangan ada pamrihnya".
"Gue tulus tapi semua pekerjaan ada bayarannya,nggak ada yang gratis didunia ini"
"Serah lo aja deh,gue lagi males ngomong nggak penting sama lo"ucap Gavin bermaksud mematikan panggilannya telponnya.
"Vin tunggu dulu!"
"Apa lagi,gue udah mau balik sekarang,lo mau ngomong apa lagi"
"Itu tadi bu Dita nanyain lo sama gue lagi, kenapa lo hari ini nggak masuk sekolah lagi".
"Biarkan aja,gue nggak perduli".
"Tapi sepertinya dia sangat khawatir sama lo,lo yakin gue nggak perlu kasih tau dia kalau lo sekarang sedang dihotel".
"Apa maksud lo?!"
"Nggak ada sih Vin, siap tau lo pengen ketemu dia sekarang sebelum lo pulang kerumah lo yang nggak bisa didatangi siapapun itu".
"Lo sekarang dimana?"
"Gue masih disekolah kan ini belum jam pulang,emang kenapa?"
"Nggak papa,udah gue mau pulang dan makasih udah nolong gue tadi malam"ucap Gavin lalu mematikan sambungan telponnya dengan Aldo.
Gavin segera keluar dari dalam hotel menuju parkiran mencari keberadaan mobilnya setelah itu dia langsung naik dan melajukan mobilnya menuju arah sekolahannya.
Gavin mengawasi satu persatu orang yang keluar dari gerbang tidak dilihatnya Anandita diantara mereka.
'Mana dia kenapa belum keluar'pikir Gavin padahal sekolah sudah hampir sepi karena semua orang sudah pulang atau dia sedang menunggu seseorang'batin Gavin dengan marah.
Setelah menunggu didalam mobil cukup lama akhirnya Gavin melihat Anandita keluar dari gerbang sekolah dan langsung naik kemobil yang sudah menunggunya di pinggir jalan.
Melihat itu Gavin segera mengikuti mobil Anandita yang dia tau itu bukan mobil milik ayahnya.
Gavin tetap mengikuti mobil yang membawa Anandita dengan sangat penasaran,lalu setelah cukup lama mengikuti Gavin semakin heran karena mobil yang membawa Anandita tidak mengarah kejalan pulang rumahnya tapi menuju ke klinik Kandungan.
Perasaan Gavin semakin bergemuruh melihat Anandita turun dari mobil dan langsung masuk kedalam Klinik,dadanya terasa sakit membayangkan apa yang dilakukan Anandita didalam Klinik itu,pikiran pikiran buruk memenuhi otaknya,ingin rasanya Gavin keluar dari mobil dan menerobos kedalam Klinik itu agar tau apa yang sedang dilakukan Anadita datang keKlinik,tapi egonya melarangnya melakukan itu,jadi Gavin mencoba menahan diri,tetap menunggu Anandita keluar dari Klinik.
Lama Anandita berada didalam hampir dua jam Gavin menunggu akhirnya Anandita keluar dari Klinik dan langsung naik kemobil yang menunggunya dipinggir jalan,Gavin menduga itu Taxi online yang dipesan Anandita.
Setelah mobil yang membawa Anandita pergi Gavin kembali mengikutinya ,tapi sekarang sepertinya Anandita pulang keApartemen karena jalan yang dilewatinya mengarah kesana.
Sampai diApartemen Gavin tidak langsung turun tapi menunggu cukup lama diluar Area Apartemen kira kira lebih dari satu jam setelah Anandita masuk Gavin baru mengarahkan mobilnya masuk keparkiran Apartemen.
Sebelum keluar dari mobil Gavin berusaha menata emosinya agar saat bertemu Anandita dia tidak meluapkannya,dia harus masuk dan menyelesaikan masalahnya,supaya tidak berlarut larut dia tidak ingin menghabiskan hidupnya dengan perasaan curiga dan tidak percaya pada pasangan hidupnya,jadi lebih baik sekarang dia tanyakan sebelum hubungannya dan Anandita semakin dalam,batin Gavin.
Gavin langsung masuk keApartemen tanpa memberitahu Anandita kalau dia akan pulang.
Sampai didalam Apartemen dilihatnya Anadita tidak berada didepan,mungkin dia dikamar batin Gavin,lalu Gavin berjalan kekamar tidur mereka diedarkan pandangannya,tapi Anandita juga tidak ada disana saat Gavin sedang menatap seluruh isi kamar yang selama hampir dua bulan ini menjadi tempat mereka bersama dadanya terasa sesak,dan nyeri kalau mengingat semua kenangan mereka.
Gavin sedang sibuk dengan pikirannya tiba tiba dia terkejut karena ditubruk dari belakang,dan sepasang tangan langsung memeluk erat pinggangnya.
"Mas Gavin maaf soal kemarin,aku janji nggak akan ngulanginya lagi lain kali,nanti kalau Ayah ngajak jalan pasti aku tolak, tapi kalau ngambek jangan nggak pulang ya Mas",ucap Anandita manja dibelakang punggung Gavin membuat perasaan Gavin yang panas jadi langsung dingin.
"An...jangan begini lepas pelukanmu"ucap Gavin pelan sambil melepaskan tangan Anandita yang memeluk erat pinggangnya.
"Nggak sebelum Mas bilang Iya,dan nggak ngambek lagi,ayo bilang Iya!"
"Ba..ik aku bilang Iya".
"Nah begitu dong",ucap Anandita lalu melepaskan tubuh Gavin.
Kesempatan itu dipakai Gavin untuk membalikkan tubuh menghadap Anadita,dan Gavin kaget ternyata Anandita hanya memakai hotpan dan baju atasan tanpa tali yang melekat erat ditubuhnya membuat dada Gavin kembali bergemuruh tapi sekarang gemuruh lain,gemuruh ingin menyentuh Anandita.
"An..kenapa kau tidak pakai baju dengan benar hari ini"tanya Gavin dengan suara parau.
"Ini sudah benar,bukankah Mas bilang kalau suka melihatku pakai baju pink kemaren,sekarang aku sengaja pilih bajuku yang warna pink untuk dipakai hari ini"ucap Ananndita sambil berjalan mendekat kearah Gavin yang memandangnya tanpa berkedip.
"Itu....,benar tapi..."Gavin tak bisa lagi meneruskan ucapannya karena aroma Anandita yang habis mandi membuat hasratnya bangkit.
"Tapi...apa?,baju ini kurang cantik ya Mas?
"Cantik...ko sangat ..Cantik"jawab Gavin sambil berusaha menelan ludahnya dengan gugup.