
Bagaskara menatap tajam Anandita yang duduk diam disofa depannya.
"Sejak kapan Gavin pergi?"tanya Bagaskara.
"Sudah lebih dari dua minggu yang lalu"jawab Anandita.
"Lalu kenapa kau tidak menelpon ayahmu ini?!"
"Kupikir ayah sibuk dan aku tidak papa ditinggal selama sebulan sendiri,jadi aku tidak menghubungi ayah".
"Terlalu sok tau,kau pikir enak berpisah dengan suami selama satu bulan,seharusnya kau memaksa ikut pergi dengannya bukannya malah menunggu!"
"Tapi Gavin disana repot harus mengikuti lomba kalau saya ikut akan mengganggunya".
"Kaukan bisa menginap dihotel dekat tempat dia lomba,toh lomba juga nggak terus menerus tanpa henti,kenapa kalian nggak kreatif dalam berpikir!".
"Kami nggak terpikir sampai sana,saya hanya merasa bahwa saya harus mendukung apa yang Gavin inginkan".
Bagas menarik nafas dengan kasar.
"Aku memang bukan suami dan ayah yang baik dimasa lalu tapi apa yang aku lakukan tidak ingin aku wariskan pada putraku,aku ingin dia hidup dan membina rumah tangga dengan baik dan dapat bahagia jangan sampai dia merasa menyesal seperti aku,uang dan kesuksesan tidak bisa mengganti waktu yang terbuang sia sia karena kita menganggapnya bukan hal penting".
Anandita hanya diam mendengar apa yang diucapkan Bagaskara padanya.
"Jadi sekarang karena kau sudah disini,jangan pulang sebelum Gavin kembali,biarkan dia datang kesini untuk menjemputmu!"tegas Bagaskara.
"Baik ayah".
Bagaskara menyuruh Anandita untuk beristirahat dikamar setelah pembicaraan itu.
Jadi selama hampir dua minggu menunggu Gavin pulang Anandita menghabiskan waktu dengan tinggal dirumah Ayah mertuanya.
Bik Siti terlihat sangat antusias dengan keberadan Anandita,bahkan Bagaskara yang semula jarang makan dirumah,sekarang selalu makan pagi dan malam dirumah bahkan kadang dia meminta Anandita untuk menemaninya makan siang diluar.
Meskipun masih merasa sangat merindukan Gavin,tapi dengan keberadan mereka dapat sedikit menghibur perasaan Anandita.
Seperti pagi ini,saat menemani ayah Bagas sarapan.
"Kau akan melakukan apa hari ini?"tanya Bagas pada Anandita.
Anandita hanya menggeleng,karena hari ini dia tidak punya rencana spesifik yang akan dilakukannya.
"Bergantilah baju aku akan mengajakmu jalan jalan hari ini".
"Ayah tidak kerja?"tanya Anandita.
"Aku lelah ingin liburan hari ini karena ada kamu kenapa nggak sekalian mengajakmu pergi saja,jadi setelah sarapan kita berangkat".
Anandita mengangguk lalu segera menghabiskan sarapannya,supaya Ayah Bagas tidak lama menunggunya.
Setelah bersiap siap sebentar Anandita keluar mendatangi ayah Bagaskara yang sudah menunggunya dimobil.
"Sudah siap?"tanya Bagaskara saat Anandita masuk kemobilnya.
Anandita mengangguk dan langsung memasang sabuk pengamannya.
"Kita akan pergi kemana ayah?"tanya Anandita.
"Kita akan pergi kekota J"jawab ayah Bagaskara yang membuat Anandita langsung terkejut.
"Kita akan mendatangi Gavin?!"tanya Anandita sedikit antusias karena ayah Bagas ternyata sangat mengerti kalau dia sangat merindukan suaminya.
"Nggak,kita cuma akan jalan jalan saja kesana"terang Bagaskara.
"Tapi kalau cuma untuk jalan jalan kenapa harus sejauh itu?"tanya Anandita.
"Memang kenapa,apakah kau ingin kita jalan jalan ketempat yang lebih jauh lagi selain kesana?"
"Bukan,kalau kita pergi kesana bolehkah aku menemui Gavin Ayah?".
"Tidak boleh,aku kesana untuk mengajakmu jalan jalan bukan untuk mengantarmu menemui anak tak tau diri itu!".
Mendengar itu Anandita langsung diam tidak berani lagi membahas apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya.
Setelah menempuh perjalanan udara selama dua jam mereka mendarat di Bandara kota J,sampai disana mereka berdua langsung dijemput mobil yang sudah menunggu mereka.
"Kita akan jalan jalan keMall sekarang"ucap Bagaskara setelah mereka masuk kemobil.
"Kita tidak langsung istirahat saja dihotel ayah?"tanya Anandita dengan polosnya.
"Aku kesini untuk mengajakmu jalan jalan bukan memindah tempat untuk tidur!"jawab Bagaskara tegas.
"Iya,"Anadita menunduk mendengar apa yang dikatakan oleh ayah Bagaskara.
"Jangan cemberut,aku ingin bersenang senang kesini".
"Iya maaf ayah".
"Sudahlah ayo kita turun!"ajak Bagaskara saat mobil yang membawa mereka sudah sampai diArea Mall.
Anandita mengikuti Bagaskara masuk kedalam Mall dengan diam.
"Kenapa diam?"tanya Bagaskara kau tidak senang menemani aku jalan jalan?"tanya Bagaskara.
"Bukan ayah,saya hanya tidak tau harus apa?"
"Maksudmu?"
"Sebenarnya saya tidak terlalu suka pergi ketempat ramai seperti ini",jelas Anandita.
"Lalu kau mau pergi kemana,jangan bilang kau mau pergi menemui suamimu,karena itu tidak akan aku turuti!"tegas Bagaskara.
"Kenapa Ayah?"tanya Anandita.
"Aku tidak mau,itu bukan kewajibanku,kewajibanku hanya menjagamu dengan baik selama kau bersamaku".
"Ayah apa ayah masih merasa marah pada Gavin?"tanya Anandita tiba tiba.
"Tidak,tapi masih terlalu sulit untuk bersikap lunak".
"Kenapa?"tanya Anandita.
Bagaskara hanya diam tidak menjawab pertanyaan Anandita.
"Apakah ego sebagai orang tua Ayah?"tanya Anandita.
"Entahlah"jawab Bagaskara dengan menatap lurus kedepan.
Anandita tidak lagi bertanya karena dilihatnya muka Bagaskara berubah muram.
"Aku lelah bisa kita beristirahat dikursi depan?"Anadita berusaha mengalihkan pikiran Bagaskara yang muram.
"Kau ingin makan atau minum?"tawar Bagaskara.
Anandita mengangguk mendengar Bagaskara menawarinya makanan.
"Kau ingin menunggu disini atau kita duduk direstoran?"tanya Bagaskara.
"Boleh aku menunggu disini saja ayah?".
"Kenapa kau takut orang bilang kau sugar babyku lagi?"
"Hah,bukan aku hanya merasa nyaman duduk ditempat biasa seperti ini,aku tidak terlalu suka makan direstoran",terang Anandita.
Bagaskara meninggalkan Anandita duduk sendiri direst area Mall,memandang kesekeliling Mall besar itu,yang penuh orang berlalu lalang,dadanya terasa sesak mengingat Gavin mereka sudah dekat tapi ternyata masih belum bisa bertemu,apakah ini juga termasuk rencana Tuhan untuk mereka, supaya mereka berdua merasa bagaimana mereka harus mensyukuri setiap waktu yang mereka miliki selama bersama.
Anandita berpikir Bagaskara akan mengajaknya menginap dikota J,tapi ternyata mereka pulang setelah puas berjalan jalan keliling kota.
Bagaskara membelikan beberapa barang untuk Anandita,meskipun Anadita sudah berusaha menolaknya tapi Bagaskara memaksanya dan tidak bisa ditolak,membuat Anadita hanya pasrah.
Sudah cukup malam saat mereka kembali dari kota J,jadi Anandita minta pamit untuk langsung istirahat karena tubuhnya benar benar lelah,seperti dengan sengaja Bagaskara membuat tubuh Anandita lelah,untung saja Gavin masih beberapa hari lagi kembali,pikir Anandita saat merebahkan tubuhnya diranjang.
Tidak sampai bermenit menit Anandita sudah langsung terlelap masuk kedalam mimpi bahkan dalam mimpi saja dia merasa Gavin datang memeluk tubuhnya sambil membisikkan kata kata rindu untuk Anandita,yang dijawab Anandita hanya dengan gumaman dan langsung merapatkan tubuhnya kepelukan Gavin.