Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
171.Akhir Bahagia.(End)


Semua orang termasuk Bagaskara menatap bingung kearah sang Dokter karena itu merupakan hal yang baru mereka dengar.


"Dari pada penasaran sekarang sebaiknya nyonya langsung melakukan pemeriksan jadi saya dapat segera membenarkan prasangka saya atau tidak".


Cinta menuruti keinginan sang dokter dan benar saja setelah diperiksa menggunakan testpack ternyata muncul garis dua dialat itu yang menadakan Cinta positif hamil.


Melihat itu semua orang merasa sangat bahagia terutama Bagaskara,dia langsung bangkit lalu memeluk Cinta erat dihadapan semua orang.


"Makasih sayang karena memberiku kesempatan merasakan momen ini" jawabnya terharu.


Cinta hanya mengangguk membalas semua yang diucapkan Bagaskara karena dia juga merasa sangat senang dan bahagia sekarang mengetahui kalau dirinya dinyatakan positif hamil.


"Tapi saya sarankan sebaiknya anda memeriksakan diri kedokter kandungan agar anda bisa tau bagaimana kondisi kehamilan anda" saran dokter itu.


"Iya kami akan melakukannya nanti tapi bagaimana dengan suami saya dok apakah tidak papa?',Cinta masih merasa sangat khawatir pada Bagaskara.


Dokter menggeleng,"Itu tidak papa saya hanya meresepkan obat biasa karena anda tidak sakit apa apa".


"Apakah kondisi ini akan lama dok?",tanya Bagaskara, karena baru beberapa hari saja dia sudah merasa tidak nyaman apalagi kalau sampai berbulan bulan mengalaminya nanti.


sang dokter menggeleng"kalau untuk kehamilan simpatik saya tidak tau tuan karena saya belum pernah mengalaminya, tapi tuan bersabar saja anggap saja kalian sedang berjuang bersama saat ini,jadi rasa tidak nyamannya itu tidak akan terasa,sekali lagi saya ucapkan selamat untuk khabar gembira ini".


Setelah mengatakan itu sang Dokter meninggalkan kamar Bagaskara diantar oleh Willy.


"Aku bahagia sekali, mendengar berita ini tapi kenapa aku harus mengalami hal ini, ini baru beberapa hari dan aku sudah merasa lelah karena harus bolak balik kekamar mandi terus setiap kali habis memakan sesuatu",gerutu Bagaskara.


"Sabar ya mas,aku juga tidak ingin mas mengalami ini tapi mas harus dengar kata dokter tadi,itu bisa membuat kita lebih dekat dan merasa sama sama sedang hamil , tidak semua suami mengalami ini jadi mas harus tetap bersyukur karena terpilih jadi salah satu yang mengalami kehamilan simpatik ini.


Mendengar itu Bagaskara mengangguk.


"Kamu benar sayang,maaf karena aku sempat mengeluh tadi,apapun yang kurasakan itu semua demi calon anak kita",jawab Bagaskara mengangguk.


Tapi hanya hari itu Bagaskara mengatakan semua demi anak mereka,karena diluar perkiraan mual dan muntah yang dialami Bagaskara itu terjadi selama 4 bulan masa kehamilan Cinta membuat Bagaskara benar benar hampir tidak sanggup karena sampai beberapa kali harus masuk kerumah sakit untuk dirawat akibat terlalu banyak muntah jadi asupan nutrisi ketubuh Bagaskara hampir tidak ada.


Setelah kehamilan Cinta menginjak bulan ke empat, baru Bagaskara bisa kembali normal,muntah dan mual yang setiap pagi dialaminya tiba tiba tidak terasa lagi membuatnya sangat senang, dia bisa makan dan melakukan semua hal bersama Cinta dengan normal, bahkan hal yang sangat ingin dilakukannya dengan Cinta beberapa bulan lalu yang tidak bisa dilakukannya sekarang d


sudah bisa melakukannya lagi.


"Sekali saja mas,jangan minta tambah",ucap Cinta setelah dirinya dan Bagasakra selesai bercinta malam itu.


Setelah beberapa bulan lalu terpaksa libur karena kondisi Bagaskara yang sangat lemah akibat mengalami ngidam simpatik.


Mendengar itu Bagaskara sedikit kecewa tapi pesan dokter memang tidak boleh terlalu sering melakukannya sebelum kondisi janin Cinta stabil.


"iya..",jawabnya lemah.


"Kamu benar aku harus bersabar demi bayi kita sayang".


Cinta mengangguk,"Toh sekarang mas sudah tidak mual lagi jadi,setiap saat kita bisa melakukannya".


Saat itu mereka berpikir bahwa kehamilan simpatik Cinta sudah selesai pada Bagasakra tapi saat kehamilan Cinta menginjak usia 9 bulan,tiba tiba Bagaskara mengalami hal aneh lagi hampir setiap hari dia merasa pinggangnya sangat sakit dan perutnya mulas seperti orang diare, tapi saat diperiksakan kedokter dokter bilang kondisi Bagasakara baik baik saja mungkin karena faktor usia, karena itu pinggangnya menjadi sering sakit,jadi dokter menyarankan dia untuk tidak melakukan aktivitas berat dulu apalagi untuk bercinta takut tambah parah.


"Aku yakin dia dokter gadungan",gerutu Bagaskara saat baru keluar dari ruangan dokter saraf itu.


Cinta ingin tertawa mendengar gerutuan Bagaskara.


"Mas ada ada saja mana ada dokter gadungan punya ijin praktek".


"Kalau bukan dokter gadungan lalu apa masa bisa bisanya dia bilang aku sakit pinggang karena terlalu banyak bercinta denganmu sayang lalu dia bilang itu wajar pak karena anda sudah berusia hampir kepala 5 dasar kurang ajar, besok akan kubeli tempat prakteknya ini dan kuusir dia dari sini karena berani bilang aku sudah tua.Jangan jangan dia iri karena aku punya istri secantik kamu sayang",gerutu Bagaskara.


"Sudahlah mas tidak usah didengarkan".


"Ini pasti karena beby kita sayang",ucap Bagaskara tiba tiba.


Cinta mengerutkan kening mendengar itu.


"Jangan marah dulu aku hanya merasa ini adalah sindrome lain yang disebabkan kehamilanmu itu seperti kejadian beberapa bulan yang lalu",terang Bagaskara.


Mendengar itu Cinta tidak membantahnya karena itu mungkin saja,batinnya.


Dan benar saja saat Cinta merasa perutnya mulas tanda akan melahirkan.Mulas dan sakit pinggang yang dirasakan Bagaskara semakin parah bahkan dia harus menyuruh Willy yang mengantar mereka berdua kerumah sakit dan saat cinta akan melahirkan Bagaskara juga merasakan sakit diperutnya semakin parah bahkan dia sampai menyuruh dokter untuk memberikan suntikan penghilang rasa sakit agar sakitnya berkurang.


Sementara Cinta memang merasa sakit tapi sakit normal biasa sampai akhirnya bayi mereka lahir baru rasa sakit dipinggang dan perut Bagaskara menghilang membuat dokter dan perawat yang merawatnya hanya menggeleng tidak percaya.


"Jadi apa anak saya sudah lahir dokter?",tanya Bagaskara lemah setelah rasa sakitnya menghilang melebihi kondisi Cinta yang baru saja melahirkan.


"Iya seorang perempuan selamat ya tuan,nyonya",ucap perawat itu.


Bagaskara hanya mengangguk lemah pada perawat itu sementara Cinta mengangguk dan tersenyum ramah karena kondisinya tidak separah Bagasakara.


"Sayang sepertinya ini karma karena sebelumnya aku pernah menyakitimu jadi anak kita membalasnya dengan menyuruhku ikut merasakan sakit saat kamu hamil,maafkan aku kalau selama ini sudah menyakitimu kedepannya aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang lebih baik bagi semua anak anakku sayang" ucap Bagaskara dengan menggenggam tangan Cinta.


"Iya mas,mati kita bersama sama belajar menjadi orang tua yang baik bagi anak anak kita nanti.Balas Cinta.


End😘😘


Hay hay reader semua terimakasih banyak atas dukungan kalian selama ini untuk novel autor yang ini.


Sedih rasanya saat menulis kata perpisahan pada kalian semua yang sudah setia membaca novel autor dari awal sampai akhir,salam sejuta cinta untuk kalian jangan bosan dukung karya autor selanjutnya ya😒😒😒,sampai jumpa dinovel autor yang lain,sekarang autor lagi sibuk nulis novel yang berjudul "Bukan Pelakor Biasa " tolong dilirik ya reader kalau kalian suka,salam penuh cinta dari autor receh 😘😘😘.