
DiBandara****
"Hati hatilah dirumah kalau kau merasa bosan kau bisa pergi ke Orange Kafe atau menginaplah dirumah Ayah,disana ada bik Siti pasti dia akan senang kalau kau datang".Ucap Gavin.
Anandita hanya mengangguk.
"Jangan terlalu khawatir aku sudah biasa sendiri selama ini, jadi aku yakin sebulan pasti tidak akan terasa lama".
" Aku akan memghubungimu nanti setelah sampai Yank".
"Hemm,kau juga baik baik disana",ucap Anandita.
"Ya,Ilove you"ucap Gavin dengan mengecup dahi Anandita lama.
"Ilove you too"balas Anandita dengan mencium tangan Gavin sebelum,akhirnya Gavin berjalan menuju arah keberangkatan.
Anandita menunggu sampai pesawat yang ditumpangi Gavin terbang baru dia pulang dengan menggunakan taxi Bandara menuju Apartemen mereka.
Setelah turun dari taxi dengan langkah gontai Anandita melangkah masuk kedalam Apartemen.
Saat pertama kali membuka pintu Anandita merasa tempat itu terasa luas dan kosong.
Tak tau harus melakukan apa Anandita hanya berjalan menyusuri setiap sudut apartemen dimana terdapat aroma dan kenangan tentang Gavin,belum sampai satu hari Gavin pergi tapi Anandita sudah sangat merindukannya.
Anandita mencoba masuk kekamar tidur bermaksud untuk tidur sebentar sebelum nanti Gavin mendarat dan tadi berjanji akan menghubunginya.
Tapi saat merebahkan tubuhnya diatas ranjang bukannya bisa tidur Anandita malah merasa sedih karena disana tempat yang paling kental ada aroma Gavin.
Anandita merebahkan tubuhnya dibantal tempat Gavin biasa tidur,menghirup aromanya yang masih tertinggal disana tanpa bisa dibendung tiba tiba air matanya keluar dengan sendirinya.
Anandita mencoba menahan isaknya dengan menekankan wajahnya kebantal yang biasa ditiduri Gavin berharap saat menghirup aroma itu rasa sedihnya hilang tapi ternyata perasaannya semakin sesak.
Cukup lama Anandita menangis sampai dia tertidur karena kelelahan dan juga terlalu sedih.
Anandita terbangun karena suara dering telpon yang berasal dari ponselnya.
Diambilnya ponsel diatas nakas tempat tidur dan langsung mengangkat panggilan dari Gavin.
"Hemm"
"Yank,kamu tidur?"
"Iya,aku tadi ketiduran sebentar sambil menunggu telpon darimu"terang Anandita.
"Kamu baik baik ajakan Yank?"tanya Gavin terdengar khawatir.
"Iya,aku nggak papa,kamu jangan khawatir".Jawab Anandita.
"Aku bukan hanya khawatir tapi aku juga sangat cemas."
"Kenapa aku baik baik aja,kau harus fokus ikut lomba disana,bawakan aku pialanya sebagai oleh oleh",ucap Anandita mencoba menenangkan Gavin yang tampak terlihat cemas diseberang telpon.
"Ya,aku akan berusaha membawakanmu piala tapi kau juga harus memberiku hadiah kalau aku menang nanti".
"Aku pasti akan memberimu hadiah istimewa nanti kau tidak perlu khawatir".
"Janji ya Yank"Gavin mulai terdengar antusias mendengar itu.
"Iya,kau ingin hadiah apa?"tanya Anandita.
"Bagaimana dengan dirimu".
"Maksudmu?"
"Aku ingin kamu memberiku servis special sebagai hadiahnya".Ucap Gavin.
"Bagaimana caranya?"tanya Anandita bingung.
"Kau bisa mulai belajar dari film romantis atau video semi yang bisa jadi referensi untuk hadiahku nanti".
"Akan kucoba"jawab Anandita.
"Karena kau bilang seperti itu,aku benar benar tidak sabar menunggu sampai bulan depan Yank,atau aku balik lagi aja sekarang Yank?".
"Vin!!,bisa nggak kamu sedikit serius kalau ngomong"ucap Anandita mulai agak sebal.
"Setelah mendengarmu masih bisa marah sekarang aku merasa tenang itu berarti kamu baik baik aja disana"
"Maksudmu?"
"Tidak ada,jaga diri baik baik ya Yank Ilove You"ucap Gavin sebelum mengakhiri panggilannya.
Setelah panggilan lama hari itu,selama beberapa hari Gavin tidak bisa lagi dihubungi.
Setiap Anandita bertanya Anandita hanya mendapat jawaban singkat dan itu pun baru dibalas saat Anandita sudah tertidur.
Hari hari Anandita benar benar seperti kembali kesaat sebelum menikah dengan Gavin,bedanya sekarang dia tidak kuliah lagi tapi sudah bekerja.
Bosan sunyi,itu yang dirasakannya hidupnya seperti hampa.
Anandita berpikir baru satu bulan Gavin pergi saja dia merasa sangat kehilangan bagaimana kalu nanti Gavin pergi selama tiga tahun apakah dia sanggup,kalau dia ikut apakah Gavin mau mengajaknya,pikir Anandita.
***
Sudah dua minggu lamanya Gavin pergi untuk karantina lomba,selama itu pikiran Anandita masih bisa teralihkan karena masih ada kesibukannya sebagai guru,tapi setelah sekarang sekolah memasuki libur awal semester perasaan sunyi itu sangat terasa.
Anandita sudah mencoba menuruti pesan Gavin untuk pergi keKafe supaya tidak merasa sunyi atau jalan jalan ke Mall sendirian dan melihat banyak pasangan saling bergandengan bukannya terhibur malah membuat Anandita selalu teringat Gavin,bahkan Anandita mencoba untuk menonton film romantis yang banyak adegan mesranya dan juga film semi untuk belajar tapi semua itu membuat Anandita malah semakin ingat pada Gavin,sedangkan Gavin sendiri semakin sulit untuk dihubungi.
Mungkin ini yang dinamakan sakit rindu pikir Anandita dengan frustrasi.
Karena terlalu bosan dirumah sendiri dan sekolah juga sedang libur akhirnya Anadita memutuskan untuk menginap dirumah ayah mertuanya paling tidak disana ada bik Siti yang bisa jadi teman bicaranya meskipun ayah Bagas jarang pulang,pikir Anandita.
****
Dan disinilah dia sekarang,berdiri didepan rumah ayah mertuanya setelah turun dari taxi online.
"Ting tong"
Anandita memencet bel rumah mertuanya itu lama dia menunggu,Akhirnya seseorang membuka pintu.
"Neng Dita!!"seru bik Siti dengan antusias.
"Siang bik"jawab Anandita dengan tersenyum ramah pada bik Siti.
"Ayo masuk,neng Dita sendiri mana Mas Gavin?"tanya bik Siti,dengan menjulurkan kepalanya keluar mencari Gavin karena dilihatnya Anandita hanya datang sendiri.
"Gavin sedang berada dikota J"jawab Anandita dengan berjalan masuk kedalam rumah ayah mertuanya.
"Mana Ayah bik?"tanya Anandita sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang tamu.
"Bapak sedang dikantor nanti sore pulang,pasti beliau senang kalau tau neng Dita kesini".
"Saya akan menginap beberapa hari disini"terang Anandita karena melihat bik Siti mengamati tas lumayan besar yang dibawanya dari rumah.
"Neng Dita serius mau menginap disini?!"tanya bik Siti terdengar sangat Antusias.
"Iya,karena saya bosan sendirian diApartemen selama Gavin pergi".
"Memang berapa lama Mas Gavin pergi kekota J?"Tanya bik Siti.
"Satu bulan,jadi selama libur ini saya akan menginap disini menemani ayah dan bik Siti".
"Seharusnya neng Dita tinggal saja disini jadi kalau Mas Gavin nanti pergi pergi lagi neng Dita tidak kesepian".
"Tidak perlu,dia punya suami jadi biar dia ikut kemana suaminya pergi!!,enak aja mau menitipkan istri dirumahku,kamu juga kenapa membiarkan Gavin pergi begitu lama?!",ucap Bagas dengan keras membuat Anandita dan bik Siti terkejut mendengarnya.