
Seorang Gadis cantik berjalan tergesa gesa dikoridor kampus,sambil sesekali melirik ke jam tangan yang ada dipergelangan tangannya.
"Uh sial kenapa bisa kesiangan padahal aku sudah memasang alarm sebelum pukul 07.00 tapi tetap saja kesiangan",gerutunya sambil berjalan semakin cepat ke arah kelas.
"Cinta!!",panggil seorang gadis seumurannya dari arah aula kampus.
Mendengar namanya dipanggil gadis yang dipanggol cinta bergegas menghampiri temannya itu.
"Kenapa kamu disini Nisa?",tanya Cinta bingung karena temannya malah berada diAula bukannya diruang kelas kuliah mereka sekarang.
"Sini hari ini kuliah pak Gatot libur karena ada pelantikan pejabat kampus baru",terang Nisa.
"Pelantikan apa, kayanya nggak ada pemberitahuannya,mendadak sekali".
"Udah jangan bawel ayo masuk keAula semua sudah pada berkumpul disana katanya rektor kita yang dulu mau serah terima jabatan dengan yang baru".
"Ooo,kenapa kamu nggak bilang dari tadi kalau tau begitu aku nggak mungkin terburu buru seperti ini berangkat kekampus",gerutu Cinta.
"Maaf soalnya aku lupa soal itu,apa jangan jangan kamu terlambat karena begadang lagi".
Cinta mengangguk"Iya aku harus menemani Bik Atun menyiapkan dagangannya untuk hari ini sampai jam 2 malam tadi".
"Kamu masih aja bekerja membantu tetangga kontrakanmu itu untuk memasak dagangannya buat hari ini,apa kamu nggak lelah melakukannya?".
"Mau gimana lagi aku butuh uangnya untuk bertahan hidup,karena beasiswa yang aku terima hanya cikup untuk bayar kost dan kebutuhan kampus meskipun spp kuliah gratis,tapi tetap saja kita butuh uang untuk keperluan kuliah".
"iya juga sih,aku saja yang masih ikut kedua orang tuaku mendengar mereka sering mengeluh soal biaya kuliahku sekarang yang cukup mahal".
"Kamu tidak berencana mencari pekerjaan yang lain yang lebih ringan dari itu".
"Inginnya tapi...".
Kata kata mereka terhenti saat mendengar pembawa acara bicara didepan podium Aula mengatakan bahwa acara akan segera dimulai sebentar lagi.
"Kenapa sih Nisa kita nggak keluar aja ini kan cuma pelantikan rektor apa pentingnya untuk kita".
"Bukan masalah pelantikannya tapi rektornya yang penting kamu tidak dengar khabar bahwa rektor kita yang baru ini seorang duda,meski sudah tidak muda lagi tapi dia sangat Hots...."Nisa menghentikan ucapannya karena melihat Bagaskara naik keatas podium untuk menyampaikan sambutannya.
Cinta yang sedang tidak menatap kearah podium tidak tau soal itu.
"Cin..Cinta liat ...Cin oh Tuhan kalau dia benar benar Hot duda deh, masih tampan dan gagah sekali,kalau setampan itu aku masih mau menjadi istrinya jangankan istrinya simpanannya saja juga nggak masalah oh Cinta dia keren banget..".
Mendengar celoteh Nisa Cinta langsung menoleh keatas podium dimana Bagaskara sedang berdiri memberikan sambutannya yang membuat mata hampir separo dari mahasiswi muda disana terpesona dengan kharismanya,tapi tidak dengan Cinta,wajahnya langsung memucat saat tau siapa yang sedang berdiri diatas panggung itu sekarang.
"Bagaimana ini," batinnya.
Cinta bermaksud pergi meninggalkan Aula itu tapi tangannya langsung dicekal oleh Nisa "mau kemana kamu?",tanya Nisa.
"Aku mau ketoilet tiba tiba saja kebelet",ucapnya lalu bergegas pergi meninggalkan Aula itu.
Setelah berhasil keluar dari Aula,Cinta bergegas ingin pergi ketoilet untuk menenangkan diri,tapi karena terlalu terburu buru,dia tidak melihat ada seorang anak kecil sedang berlari dari depannya menuju gedung Aula,dan Cinta menabrak anak laki laki kecil itu sampai jatuh,untung sebelum anak kecil itu terbentur Cinta sempat menangkap tubuhnya, jadi hanya Cinta yang terbentur kelantai koridor.
"Kamu nggak papa sayang?",tanya Cinta sambil memeriksa bocah laki-laki berumur tiga tahun yan berada dalam pelukannya itu.
Mendengar dipanggil selembut itu oleh seorang perempuan yang seperti mommynya Cello tiba tiba langsung menangis.
Cinta terkejut mendengar bocah laki laki kecil itu malah menangis dengan kencang karena dia bicara dengan suara lembut padanya.
"Cup...cup...sayang jangan nangis lagi ya mana yang sakit?",tanya Cinta mencoba kembali mendiamkan bocah kecil itu.
"Ommy gendong Cello",ucapnya dengan merentangkan kedua tangannya meminta cinta menggendongnya,karena tidak tega Cinta pun menuruti permintaan Cello.
"Sini kak Cinta gendong tapi Cello diam ya",pinta Cinta pada Cello.
"Peluk ommy",pintanya manja.
Cinta pun menuruti permintaan Cello menggendong dengan memeluknya dipunggung sambil sesekali menepuk punggung Cello untuk membuatnya tenang.
"Cello mana mama sama papa Cello?",tanya Cinta berusaha bertanya pada bocah kecil yang memeluk lehernya erat itu.
"Cello ndak ada mama papa Cello cuma ada ommy oppy aja sama oppa".
Cinta mencoba mencerna apa yang dikatakan bocah kecil dengan suara yang masih terdengar cedal itu,tapi masih sedikit belum mengerti maksud bicaranya.
"Kalau begitu kak Cinta antar ketempat ommy kalau begitu ya?",tapi Cello langsung menggeleng,"lalu ketempat oppy bagaimana?",lagi lagi Celo menggeleng.
"Lalu Cello mau kemana,tempat oppa?",tanya Cinta lagi,dan lagi lagi Cello menggeleng.
"Mau cama omma aja",ucap Cello dengan semakin erat memeluk leher Cinta.
"Oke kak Cinta antar ketempat omma dimana omma Cello sekarang?",lagi lagi Cello menggeleng.
"Cello aus mau mimi cucu",ucapnya.
"Minum susu dimana susu Cello?",tanya Cinta.
Cello menunjuk asal tempatnya datang tadi,melihat itu Cinta segera mengikuti arah telunjuk Cello yang mengarahkannya keruangan kantor rektor,tapi Cinta tidak menyadari kalau itu ruangan rektor karena dia tidak memperhatikan papan namanya.
Cinta masuk keruangan yang dipikirnya ruang dosen biasa dan Cello anak salah satu anak dari dosennya yang sedang diajak kekampus sekarang.
"Mana susu Cello?",tanya Cinta,Cello segera menunjuk tas tempat perlengkapan bayi milik Cello yang terletak diatas sofa ruangan itu.
Melihat itu Cinta langsung mendudukkan Cello diatas sofa dan langsung membuatkan susu formula untuk Crllo sesuai intruksi yang terdapat pada label.
Setelah itu Cinta memberikan susu itu pada Cello.
"Omma bobo",sambil menarik Cinta untuk memeluknya diatas sofa.
Cinta yang tidak tega melihat hal itu langsung menuruti apa yang diminta Cello sambil menepuk nepuk lembut punggung bocah kecil itu dan tidak lama terdengar nafas halus Cello yang sudah tertidur.
Cinta bermaksud bangkit dari sofa untuk memberi tau seseorang dikantor itu tentang Cello, tapi baru saja dia bermaksud keluar dari ruangan itu, tiba tiba pintu ruangan terbuka menampakan sosok Bagaskara yang menatap dingin kearahnya, membuat Cinta langsung mundur kebelakang karena terkejut dan takut.
"Ma..maaf saya..tidak sengaja..masuk itu..karena..".
"Siapa kau,apa kau salah satu mahasiswi dikampus ini".
Mendengar apa yang dikatakan Bagaskara Cinta langsung terdiam ternyata dia sudah tidak mengingatku lagi batin Cinta antara merasa lega dan sakit dihatinya mengetahui kenyataan itu.