Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
132.Melahirkan.


Anandita sudah dipindahkan keruangan bersalin karena kontraksi yang dialaminya sudah semakin sering dan sudah sejak beberapa saat lalu air ketubannya sudah mulai merembes keluar.


dokter dan perawat yang akan membantu persalinannya juga sudah siap ditempat.


Melihat itu, Gavin semakin gugup dan pucat apalagi ekspresi Anandita yang sebentar bentar meringis menahan sakit.


"Dok bagaimana apa istri saya tidak papa kenapa sepertinya sakit sekali apa tidak bisa dibuat nggak sakit saja Dok saya nggak tega kasihan melihatnya".


"Tuan Gavin tenang saja kami akan menangani bu Anandita dengan sebaik baiknya, kalau tuan Gavin tidak sanggup melihat proses melahirkannya tuan bisa menunggu diluar ".


Mendengar itu Gavin langsung menggeleng.


"saya akan disini sampai beby kami lahir dok".


"Baiklah berdoalah semoga bebynya akan cepat keluar karena sekarang pembukaannya sudah lengkap dan bu Dita juga sudah siap untuk mengejan,pelan pelan saja bu jangan dipaksakan ikuti alurnya kalau ibu merasa dia akan keluar baru ibu mengejan jangan menuruti rasa sakitnya".


Anandita mengangguk mencoba mengikuti intruksi yang diberikan dokter itu padanya,meskipun dia sudah tidak tahan ingin langsung mengejan tapi Anandita masih berusaha tenang dengan berkali kali menarik nafas seperti intruksi dari dokter.


Sementara Gavin melihat kondisi Anandita menjadi semakin pucat,berbagai perasaan campur aduk dirasakannya saat ini.


Dalam hati dia berjanji setelah ini dia akan mencoba menjadi suami yang lebih baik lagi bagi Anandita, karena melihat bagaimana sengsaranya istrinya itu saat akan melahirkan anak mereka sekarang.


"Sepertinya sekarang sudah saatnya bu Dita ayo mengejan sekuat tenaga,agar bebynya keluar,"perintah Dokter pada Anandita.


Mendengar apa yang dikatakan dokter Anandita segera mengejan sekuat tenaga membuat Gavin yang melihatnya semakin pucat basi apalagi bukan hanya sekali Anandita melakukannya,tapi berkali kali sampai terdengar suara tangisan kencang dari baby mereka baru Anadita berhenti mengejan dan langsung terkulai lemas dengan tangannya masih berada digenggaman Gavin.


"Selamat buDita tuan Gavin akhirnya bayi kalian lahir dengan selamat dan jenis kelaminnya laki-laki, selamat ya dapat beby boy",jawab sang Dokter.


"Makasih dok",jawab Anandita lemah tapi bahagia karena akhirnya bisa melahirkan dengan selamat.


"Tapi karena bu Dita melahirkan sebelum usia kandungannya genap 40 minggu jadi ukuran bayi kalian lebih kecil dari seharusnya dan untuk sementara kami akan meletakkannya diinkubator dulu sampai kondisi tubuhnya stabil".


Mendengar itu Anandita hanya mengangguk lemah.


Sementara itu Gavin hanya mendengarkan saja apa yang dikatakan orang orang disampingnya karena tiba tiba dia merasa kepalanya sangat pusing dan


"Brukkk!!!",Gavin jatuh pingsan karena terlalu syok melihat bagaimana proses persalinan Anandita dari tadi.


Mendengar suara tubuh Gavin jatuh semua orang terkejut dan langsung berusaha membantunya dengan membaringkan tubuhnya diranjang disamping Anandita.


Melihat itu Anandita jadi cemas pada Gavin.


"Dok apa yang terjadi dengan suami saya?",tanya Anandita.


"Sepertinya tuan Gavin terlalu syok melihat proses anda melahirkan bu Dita karena itu dia pingsan",terang dokter.


"Syok!",mendengar itu Anandita jadi semakin khawatir"apakah itu tidak papa dok maksudnya...".


"Tenang saja tuan Gavin tidak papa saya akan menyuruh suster memberinya infus juga karena selain syok dia juga kelelahan,sekarang sebaiknya anda beristirahat saja dulu,anda juga tidak boleh banyak berpikir ituctisak baik untuk kesehatan anda apa lagi anda baru selesai melahirkan".


Sang dokter hanya mengangguk pada Anandita dan menggeleng samar melihat Gavin yang terbaring diam diranjang samping Anandita dengan tangan juga terpasang infus.


***


Anandita terbangun karena mendengar suara orang berbicara,dengan pelan dia membuka matanya tampak bik Siti Ayah Bagas dan Gavin yang sudah duduk diranjang pasien sebelah Anandita, dia sudah sadar tapi infus masih terpasang ditangannya.


Mereka tidak tau kalau Anandita sudah bangun jadi saat Anandita memanggil, mereka langsung menoleh kearah Anandita.


"Ayah bik Siti kapan kalian datang?",tanya Anandita berusaha untuk membetulkan posisi duduknya.


Mendengar itu mereka langsung menoleh kearah Anandita.


"Neng Dita",bik Siti langsung menghampiri Anandita dan segera membantunya untuk duduk,sementara itu Gavin melihat Anandita sudah bangun bermaksud turun dari atas ranjang tapi langsung dicegah oleh Bagaskara.


"Diam saja disitu kau lebih membuat kami khawatir dari pada Anandita yang baru melahirkan,lain kali hubungi aku kalau ada apa apa jangan seperti hari ini",Gavin ingin protes mendengar omelan Ayahnya tapi saat melirik kearah Anandita yang malah mendapat gelengan,membuatnya terpaksa diam.


"Kapan kalian datang?",Anandita bertanya lagi pada ayah mertuanya dan bik Siti.


Sudah dari tadi pagi,Bapak baru pulang dari luar kota langsung kesini saat dokter menghubungi beliau".


"Maaf tadi malam kami tidak menelpon kalian karena kami pikir belum tentu bebynya akan lahir malam itu juga",terang Anandita.


"Bapak sama saya juga waktu mendengar masih nggak percaya neng Dita,karena kalau sesuai perkiraan kan dia lahirnya masih dua bulan lagi tapi dokter mengatakan itu benar neng Dita sudah melahirkan dengan selamat,mendengar itu Bapak langsung mengajak saya kesini".


"Ayah sama bik Siti sudah melihat beby tadi?",tanya Anandita.


"Belum dokter bilang selama beberapa hari ini dia harus berada diinkubator dulu sampai kondisinya normal.


Saat mereka asyik mengobrol perawat dan dokter datang mengantarkan makan pagi untuk mereka berdua dan juga mengecek kondisi mereka berdua.


"Bagaimana dok kondisi mereka berdua tanya ayah Bagas pada sang Dokter.


"Tidak ada masalah,untuk tuan Gavin setelah infus didalam botol habis tuan Gavin sudah boleh pulang,sementara untuk bu Dita karena sang beby masih belum bisa pulang meskipun kondisi ibunya baik baik saja tapi harus menunggu kondisi bebynya stabil dulu jadi sementara saya sarankan untuk tinggal dirumah sakit dulu selama beberapa hari dan mulai hari ini saya menyarankan agar sibeby mulai diberi asi,supaya kondisi beby cepat pulih".


Mendengar itu Gavin langsung protes.


"Dok kalau istri saya belum bisa pulang sebaiknya saya juga tidak pulang dulu saya akan menunggu sampai mereka bisa pulang bersama saya".


Ayah Bagas langsung menatap kearah Gavin"Apa kamu yakin, kamu bisa pulang untuk beristirahat biar ayah dan bik Siti yang bergantian menemani Anandita disini".


Gavin langsung menggeleng"biar aku saja Yah,itu sudah tugasku sebagai suami dan ayah beby".


"Terserah kau saja",jawab Ayah Bagas tidak mau merusak suasana bahagia hadirnya anggota baru dikeluarga mereka dengan emosi dan amarah lagi.


Mendengar apa yang dikatakan ayah Bagas semua orang dalam ruangan itu menarik nafas lega,terutama Anandita dan bik Siti yang dari tadi saling lirik takut kedua pria keras kepala dalam keluarga Bagaskara itu saling adu mulut dan sebentar lagi bertambah satu pria keras kepala lagi yang akan menambah pusing kepala bik Siti dan Anandita.