
Cinta terbangun dan merasa seluruh tubuhnya seperti remuk , juga bagian perutnya terasa kram dan sakit.
Cinta menoleh kesamping dilihatnya Bagaskara masih terlelap disampingnya sudah memakai piyama tidur.
Lalu Cinta melihat dirinya yang polos dengan dibungkus selimut, apa suaminya yang melakukannya karena takut dia akan kedinginan karena tidur tidak memakai apa apa,pikir Cinta.
karena kram diperutnya semakin parah Cinta bermaksud segera pergi kekamar mandi tanpa membangunkan Bagaskara.
Dilepasnya selimut yang menutupi tubuhnya dan perlahan Cinta menggeser tubuhnya kesamping untuk memeriksa bagian bawah seprai tempat tidurnya karena merasa ada yang basah disana.
Cinta langsung menutupkan tangan kewajahnya, saat melihat noda merah besar diseprai yang baru saja ditidurinya itu.
"Astaga kenapa bisa sampai seperti ini",gumam Cinta.
"Ada apa sayang?',tanya Bagaskara yang juga sudah bangun dan menatap khawatir kearah Cinta.
Cinta menggeleng,sambil menutupkan selimut kebekas tempatnya tidur dimana ada noda merah yang banyak disana,agar Bagaskara tidak melihat itu karena dia merasa malu sudah mengotori seprai hotel sampai seperti itu.
"Kamu baik baik saja?",Bagaskara kembali bertanya karena tadi Cinta hanya menjawab pertannyaannya dengan gelengan kepala.
"I..iya mas tidak papa aku mau kekamar mandi dulu",ucapnya dan bermaksud turun dari tempat tidur dan langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri,tapi saat akan menginjakkan kakinya kelantai Cinta merasa bagian inti tubuhnya sangat sakit dan tanpa sadar dia langsung mendesis.
Mendengar itu Bagaskara segera menghampiri Cinta.
"Kamu baik baik saja sayang?",tanyanya lagi terdengar khawatir.
"I..iya cuma bagian bawahku sakit,sepertinya karena tadi malam".
"Apa sakit sekali?',tanya Bagaskara.
"I..iya sakit, juga bagian perutku terasa kram tapi itu biasa terjadi setiap bulan".
"Parah ya,sayang sakitnya?".
"Lumayan tapi tidak papa mas".
"Sini kubantu kamu kekamar mandi".
Bagaskara menyingkirkan selimut yang dari tadi menutupi tubuh Cinta dan bermaskud menggendong Cinta kekamar mandi dia sangat terkejut saat melihat noda darah lumayan banyak diatas sprai tempat Cinta tidur.
"Sayang kamu baik baik saja ?',tanya Bagaskara menatap sangat khawatir kearah Cinta.
Cinta hanya mengangguk dan merasa malu karena Bagaskara sudah melihat noda darah yang ada diseprai bekas dia tidur.
"Tapi itu darahnya banyak sekali,apa aku sudah merobek bagian bawah milikmu sangat lebar hingga mengeluarkan darah sebanyak itu, pasti sakit sekali maaf ya sayang ,ayo kita kerumah sakit sayang agar lukamu bisa diobati dokter sekarang".
Bagaskara sudah bermaksud mengangkat tubuh Cinta tapi Cinta segera mencegahnya.
"Tidak usah mas,aku hanya mau kekamar mandi untuk membersihkan diri".
"Tapi sayang..".
"Mas aku tidak papa,aku hanya perlu kekamar mandi sekarang juga".
Meskipun sangat khawatir pada kondisi Cinta,Bagaskara menuruti apa yang dikatakan Cinta.
"Aku bantu kamu kekamar mandi".
Cinta ingin menolak tapi Bagaskara sudah membopong tubuh Cinta menuju kamar mandi,dikamar mandi Bagaskara langsung meletakkan tubuh Cinta diatas bathup lalu dia menghidupkan kran air hangat agar Cinta bisa berendam nyaman dan menghilangkan sakit dibagian bawah tubuhnya yang sangat lebar akibat perbuatannya,pikir Bagaskara.
Cinta ingin menolak saat Bagaskara menurunkannya didalam bathup karena dia tau kalau dia berendam airnya akan berubah jadi merah nantinya.
Dan benar saja,air bathup langsung berubah warnanya jadi merah.
Bagaskara yang melihat itu menjadi sangat khawatir dan gugup.
"Sayang apa pendarahanmu belum selesai kenapa airnya jadi merah?",tanyanya dengan wajah gugup dan pucat.
Andai tidak berada dalam kondisi sekarang pasti Cinta sudah tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi Bagaskara yang tidak bisa membedakan darah perawan dengan darah datang bulan itu.
"Aku nggak papa mas",ucap Cinta mencoba menenangkan Bagaskara.
"Mas dengarkan aku ini bukan darah perawan, tapi aku sedang datang bulan sekarang jadi bisa mas keluar biar aku membersihkan diri sendiri dulu".
Bagaskara langsung terdiam mendengar itu dan perlahan berjalan keluar dari dalam kamar mandi,tapi sebelum dia keluar kamar mandi Cinta kembali memanggilnya.
"Mas tolong belikan pembalut untukku ya!",perintah Cinta.
Bagaskara menoleh kearah Cinta.
"Aku tidak tau Cinta bagaimana membelinya,apa kutelpon Willy saja untuk mengantarkan barang itu kesini".
"Jangan!!",teriak Cinta.
"Kenapa?",tanya Bagaskara bingung.
"Aku malu mas nanti apa kata om Willy".
"Lalu bagaimana cara membelinya aku tidak pernah membeli benda seperti itu seumur hidupku".
"Mas kan sudah pernah menikah masa dulu nggak pernah dimintai tolong istri mas untuk membelikan pembalut kalau dia datang bulan",gerutu Cinta.
"Nggak pernah,bahkan aku juga nggak tau kalau dia pernah datang bulan ".
Mendengar itu cinta tidak meneruskan pertanyaannya dan memilih unyuk meneruskan mandinya.
Setelah selesai mandi dengan hanya mengenakan jubah mandi,Cinta keluar dari kamar mandi dilihatnya seprai tempat tidur mereka sudah diganti dan diatas tempat tidur sudah ada pembalut pesanannya.
"Dari mana mas beli benda ini?",tanya Cinta.
"Petugas hotel yang kusuruh membelikannya untukku sekalian tadi kusuruh mengganti sprei yang kotor.
Mendengar itu Cinta jadi merasa tidak enak.
"Maaf mas aku tadi sudah mengotori spreinya".
"Nggak papa,kalau memang itu darah datang bulan,aku hanya khawatir kamu tadi sudah mengalami pendarahan karena aku terlalu keras bermain tadi malam.
"Nggak mungkin mas,masa darah perawan sebanyak itu".
"Tapi kamu benar nggak papakan sayang?',tanya Bagaskara lagi.
Cinta mengangguk"Sakit sih tapi tidak sampai membuat pendarahan mas tenang saja".
"kenapa sih dia harus datang sekarang".
"Hah siapa mas?",tanya Cinta bingung.
"Tentu saja tamu bulananmu,jadinya kan gagal rencanaku mau tambah tadi,kalau tau begini tadi malam aku minta jatah dobel aja",gerutu Bagaskara.
Cinta langsung tertawa mendengar itu.
"Kenapa tertawa aku sedang sedih sayang".
"Maaf mas tapi aku juga lupa kalau ini waktunya tamu bulananku datang,karena beberapa hari ini aku sibuk dengan persiapan pernikahan dadakan kita".
"Untung saja aku memajukan pernikahan kita,kalau tidak malam pertama kita bakal tertunda karena jadwal tamu bulananmu itu".
"Ada ada aja tertunda juga nggak papa mas nanti juga bakalan melakukan".
"Kenapa sih Sayang kamu nggak ngerti aku sudah cukup lama puasa dan kalau harus menunggu kamu selesai tamu bulanannya baru melakukan bisa bisa rambutku rontok semua seperti biksu.
Cinta langsung tergelak mendengar apa yang dikatakan Bagaskara"kamu pasti tetap menjadi biksu yang ganteng mas",goda Cinta.
"Jadi kapan kamu selesai sayang?",tanya Bagaskara tiba tiba.
"Apaan sih mas ini juga baru hari pertama,jadi
satu minggu lagi baru selesai".
"Selama itu ya sayang aku harus puasa lagi,nasib".