Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
123.Rencana Perayaan.


Gavin memeluk tubuh Anandita yang polos disampingnya,sambil sesekali mengecup lembut pipi cubby sang istri.


"Poppy hentikan aku lelah biarkan aku tidur sebentar",gumam Anandita.


"Yank kita jalan jalan yok?",ucap Gavin.


"Kemana?,"tanya Anandita kembali membuka matanya.


"Merayakan kelulusanku bareng yang lain",ajak Gavin.


"Yang lain siapa?",tanya Anandita bingung.


"Anak anak Kafe dan juga Aldo bagaimana menurutmu?".


"Boleh juga sih,tapi dimana kita akan merayakannya?",tanya Anandita.


"Bagaimana kalau kita ajak mereka keVila yang dipuncak,kan seru Yank".


Anandita langsung mengangguk"Iya ayo kita pergi kesana rame rame,".


"Jadi kamu setuju?",tanya Gavin.


Anandita mengangguk,"Tentu saja kan seru kalau kita liburan rame rame".


"Kalau kamu setuju boleh dong Yank nambah lagi,satu kali nggak cukup Yank",ucap Gavin.


Mendengar itu Anandita langsung mendorong tubuh Gavin agar menjauh,dan segera turun dari atas ranjang meninggalkan Gavin.


"Yank kamu mau kemana?!",teriak Gavin.


"Aku mau mandi nanti kalau mereka datang nggak enak kalau melihat kita swpwrti ini",jawab Anandita.


"Tunggu Yank aku ikut mandi",ucap Gavin dengan ikut bangun dan langsung menyusul Anandita masuk kedalam kamar mandi kecil itu.


"Poppy apa apaan sih kan mandinya bisa gantian,sempit tau Py".protes Anandita karena Gavin memaksa ikut masuk.


"Nggak papa aja sempit, sini aku bantu menggosok tubuhmu Yank biar cepat selesai mandinya",ucap Gavin lalu mengambil sabun dari tangan Anandita dan langsung menuang ketangannya.


"Nggak usah Py,aku bisa sendiri".


Anandita masih berusaha menolak apa yang akan dilakukan Gavin padanya.


"Biar aja Yank aku suka kok mandiin kamu, liat lucukan ada busa sabun dirumah beby,juga di cucu beby,apa lagi bisa digambar juga Yank seperti ini",Gavin menggerak gerakan tangannya yang penuh busa sabun didada dan perut Anandita.


"Py hentikan geli tau ,"pinta Anandita karena Gavin terus aja bermain busa dibagian tubuhnya seperti anak kecil.


Tapi Bukannya berhenti Gavin malah semakin asik memainkan busa sabun itu sambil meniup gelembung busa yang ada ditubuh Anandita.


"Yank busanya mau turun kebawah aku bersihkan ya nanti dia masuk kedalam rumah beby,kasihan beby bisa pedih matanya kalah busa sabunnya sampai masuk".


"Py hentikan aku bisa membersihkan sendiri dengan air nanti",jawab Anadita berusaha mencegah tangan Gavin yang turun kebagian inti tubuhnya dan sengaja membelai bagian itu.


"Jangan Yank biar aku saja,nanti aja pakai airnya setelah busanya bersihYank",cegah Gavin dengan mulai menggerakkan tangannya dibagian itu,membuat Anadita harus berpegangan pada dinding kamar mandi agar tidak jatuh.


"Py....aku..",Anandita sudah mulai merasa bergairah lagi karena apa yang dilakukan Gavin padanya.


"Yank mau lagi nengok bebynya boleh",ucap Gavin meminta persetujuan Anandita.


Anandita hanya bisa mengangguk pasrah mendengar permintaan Gavin yang menginginkannya lagi sekarang.


Setelah mendapat persetujuan dari Anandita,Gavin segera melancarkan aksinya kembali menengok beby mereka dikamar mandi.


Baru saja mereka selesai menyelasaikan sesi menegok beby untuk yang kedua kali hari itu, tiba tiba terdengar ketukan keras dari pintu ruang kerjanya.


Anandita langsung terkejut mendengar ketukan itu.


"Py ada yang mengetuk pintu", bisik Anandita pada Gavin.


"Sttt,biar aja Yank nanti juga pergi sendiri kalau aku nggak menyahut,jawab Gavin cuek.


"Tapi Py sepertinya saat aku masuk tadi,kita lupa untuk mengunci pintu ruangan ini".


Mendengar itu Gavin segera mengambil handuk dari Gantungan dikamar mandi dan langsung keluar bermaksud untuk mengunci pintu depan, tapi saat Gavin baru keluar dari kamar mandi, didalam ruangan sudah ada Heru disana berdiri dengan ekspresi terkejut.


"Bos itu....",Heru tidak menyelesaikan ucapannya saat melihat kondisi ranjang yang berantakan dan Gavin yang baru keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk saja.


"Baik bos,kita bicara nanti saja karena sepertinya sekarang bos sedang sibuk,maaf bos mengganggu kesibukan bos",ucapnya lalu pergi dari ruangan itu.


Setelah Heru keluar Gavin segera mengunci pintu ruangan itu dan segera masuk kekamar mandi untuk melihat kondisi Anandita yang masih berada didalam kamar mandi.


Anandita hanya membungkus tubuhnya dengan handuk kecil yang ditemukannya didalam kamar mandi itu sambil menunggu Gavin kembali.


Saat Gavin masuk kedalam kamar mandi,dia sedikit khawatir melihat Anandita mulai kedinginan karena terlalu lama dikamar mandi.


"Ayo Yank",Gavin segera mengangkat tubuh Anandita dan langsung mendudukannya diatas ranjang lalu segera menyuruhnya berpakaian.


"Siapa yang mengetuk pintu Py?",tanya Anadita sambil mengenakan kembali bajunya yang tadi.


"Mas Heru yang masuk kedalam ruangan barusan",jawab Gavin juga sambil memakai seragam kerja miliknya.


"Apa!!, mas Heru masuk kedalam ruangan ini!,"tanya Anandita terkejut.


Gavin mengangguk.


"Lalu apa katanya Py",tanya Anadita lagi penasaran.


Gavin menggeleng"Nggak ada Yank,dia hanya tampak terkejut melihat penampilanku yang baru keluar dari kamar mandi".


"Astaga aku malu sekali Py, pasti dia tau aku ada dikamar mandi tadi karena itu dia langsung keluar".


Gavin mengangguk.


"Nggak papa aja Yank toh dia tau kita sudah menikah jadi wajar aja kalau kita melakukan itu".


"Tapi Py..".


"nggak papa Yank nggak perlu malu,kalau kamu malu kamu bisa didalam ruangan ini aja sampai aku selesai bekerja,bagaimana?".


Mendengar itu Anandita langsung mengangguk,karena jujur saja saat ini tubuhnya sangat lelah setelah dua kali diajak Gavin untuk bercinta tadi.


"Aku juga lelah ingin istirahat py",ucap Anandita.


"Kalau begitu kamu istirahat ya aku keluar dulu,kalau kamu ingin sesuatu telpon aku".


"Memang nggak papa Py nelpon kamu saat sedang sibuk nanti?".


"Nggak papa Yank siapa tau nanti kamu dan beby ingin makan telpon aja aku".


"Baiklah Py".


"Istirahatlah dulu aku akan kebelakang menemui mas Heru dan yang lainnya Yank".


Anandita hanya mengangguk menanggapi ucapan Gavin.


Setelah Gavin keluar dari dalam ruangan Anandita segera merebahkan tubuhnya mencoba untuk tidur sampai Gavin selesai malam nanti.


***


Sementara itu, Gavin menemui mas Heru yang sedang menyiapkan menu untuk kafe malam ini.


"Mas",sapa Gavin.


"Bos kok cuma sebentar sibuknya emang sudah selesai?",tanya Heru.


"Sudah selesai kok Mas",jawab Gavin santai.


"Hebat kamu bos nggak sampai lima menit".


"Apanya yang cuma lima menit?",tanya Beni yang baru datang dan langsung nyeletuk ucapan Heru.


Mendengar suara Beni Gavin dan Heru langsung menoleh.


"Khusus 21++,kalau dibawah itu belum waktunya",jawab Heru.


"Bos juga belum 21++tapi sudah boleh dengar",protes Beni.


"Bos istimewa,lo biasa aja,sana bereskan bagian depan jangan ikut mendengarkan omongan orang tua pamali".Jawab Heru pada Beni yang langsung merengut.