
Gavin menghela nafasnya berkali kali dengan melirik kearah ponselnya yang dari tadi selalu berada disamping tubuhnya.
Sudah sejak tadi malam dia ingin menghubungi Anandita tapi terus ditahannya, bukannya gengsi tapi dia ingin menuruti keinginan Anandita yang minta waktu untuk sendiri selama dua hari,tapi ini baru beberapa jam saja dia sudah sangat rindu pada Anandita.
"Huffft!!",Entah itu helaan yang keberapa kali hari ini dilakukannya.
Dia sudah mencoba mengalihkan pikirannya dengan mengerjakan semua laporan kafe tapi sampai laporan itu selesai dia malah semakin teringat pada Anandita.
Disandarkannya tubuhnya kekursi kerjanya,Ini benar benar hari yang berat untuknya,apalagi sekarang saat Kafe sedang sunyi semakin terasa perasaan rindunya untuk bertemu Anandita.
Gavin bermaksud berdiri dari meja kerjanya,dia memutuskan untuk pulang saja menemui Anandita dari pada disini dia terus memikirkannya membuat kepalanya tambah pusing,tiba tiba pintu ruangannya diketuk membuatnya mengurungkan niat untuk keluar dari ruangannya.
"Masuk..!",jawab Gavin kembali mendudukkan tubuhnya dikursi.
"Poppy...boleh masuk nggak?'.
Mendengar suara Anandita Gavin langsung bangun dari kursinya dan berjalan kearah pintu menghampiri Anandita yang melangkah masuk kedalam ruangan .
"Yank!!!,kenapa kamu nggak ngomong kalau mau datang, aku kan bisa menjemput kamu",ucap Gavin senang dan langsung memeluk Anandita erat.
"Aku mau bikin kejutan buat kamu, senang nggak?"tanya Anandita.
Gavin mengangguk"Aku kangen sama kamu tau Yank",Ucap Gavin langsung membenamkan wajahnya keceruk leher Anandita.
"Aku juga kangen makanya aku datang kemari".
"Serius kamu kangen aku Yank?",tanya gavin masih belum percaya.
Anandita kembali mengangguk,"Iya poppy aku kepikiran terus sama kamu bahkan tadi malam aku nggak bisa tidur karena nggak ada kamu".
"Kupikir aku aja yang kangen kamu Yank,aku tadi sudah mau pulang kerumahmu pengen ketemu kamu dan beby".
"Nggak lah, aku juga kangen tau dan kayanya beby juga deh kangen sama poppynya".
"Masa sih Yank?".
Anandita mengangguk coba kamu pegang",Anandita menyuruh Gavin untuk menyentuh perutnya dan Gavin dapat merasakan gerakan pelan dari dalam perut Anandita.
"Yank itu....itu benar beby kita kenapa bergerak?,tanya Gavin tidak percaya.
Anandita mengangguk,"Dia sudah mulai bergerakkan?',ucap Anandita.
"I....Iya aku seperti nggak percaya emang bayi dalam perut bisa bergerak nggak sakit Yank?",tanya Gavin khawatir.
Anandita mencubit Gavin gemas,"Enggaklah poppy,milik kamu aja yang bergerak gerak didalam sana nggak sakit",goda Anandita.
"Itukan beda Yank dia nggak sebesar ini", Gavin menyentuh perut Anandita yang mulai terlihat besar.
"Ini semua karena milikmu poppy nggak berhenti memompa hingga perutku tambah mengembang lihat",Anandita memajukan perutnya kedepan supaya terlihat lebih menonjol.
Melihat itu gairah Gavin tiba tiba bangkit"Yank kamu kelihatan tambah sexy seperti itu bikin aku pengen Yank",celetuk Gavin dengan membelai perut Anadita yang masih tertutup pakaian longgar yang dipakainya.
"Aku juga poppy",jawab Anandita lirih karena sedikit malu harus bicara jujur soal itu pada Gavin.
"Serius Yank?",tanya Gavin menatap kearah Anandita.
Anandita hanya mengangguk malu.
"Kita akan langsung melakukannya poppy?",tanya Anandita agak gugup karena tiba tiba Gavin menarikanya kearah ranjang.
Mendengar itu Gavin langsung mencubit hidung Anandita gemes"Kenapa kamu keberatan ya Yank?",tanya Gavin penasaran.
"Nggak sih cuma...aku gugup",jawab Anandita jujur.
"Aku juga sama sekarang merasa gugup",balasGavin.
"Kamu gugup kenapa?,"tanya Anandita heran.
"Karena kamu mau ngomong jujur sama aku Yank aku jadi gugup biasanya aku harus merayumu berkali kali baru kamu mau bilang iya, kalau aku pengen".
"Kamu nggak suka aku bicara langsung seperti itu?,"tanya Anandita mulai khawatir.
Gavin langsung menggeleng"Enggak Yank aku suka kamu yang seperti ini membuat aku lebih nyaman ngomong sama kamu".
"Maaf ya Poppy karena akhir akhir ini selalu menyusahkan poppy dengan sikap mommy yang menyebalkan".
"Nggak papa kok Yank aku mencoba memahamimu mungkin ini adalah masa transisi kita, jadi bukan hanya kamu aku juga harus belajar lebih mengenalimu",ucap Gavin.
"Tapi aku sudah sangat menyebalkan Poppy,masa cuma gara gara masalah sepele aku sampai semarah itu".
"Mungkin bagi orang yang mendengarnya itu hanya sepele tapi aku yakin Yank itu bukan masalah sepele bagimu".
Mendengar itu Anandita mengangguk,"Awalnya aku berpikir meskipun kita menikah karena insident,tapi kalau kita bisa saling suka itu sudah cukup omongan orang dan pendapat negatif orang tidak akan berpengaruh pada perasaan kita,tapi ternyata aku salah poppy,cinta saja tidak cukup untuk membuatku kuat, sesaat aku goyah,maaf poppy".
"Aku awalnya memang marah dan sebal pada sikapmu yang seperti itu Yank,apalagi semua omonganmu yang nggak percaya padaku, aku sempat marah dan berpikir itu terlalu berlebihan menurutku, tapi aku mencoba berpikir saat kita berpisah tadi malam apakah aku juga sudah benar dengan menganggap kecemburuanmu itu hal biasa,bagaimana kalau aku berada diposisimu aku mencoba berpikir dari sisimu,mungkin sebenarnya aku juga yang terlalu overprotektif padamu berpikir bahwa aku bisa menyelesaikan masalahmu Yank aku juga egois".
"Sepertinya kita masih harus banyak saling belajar poppy,usia kita cukup jauh berbeda status kita dan masih banyak lagi,mari pelan pelan belajar untuk saling memahami dan mengenal lebih baik lagi agar kita bisa seiring jalan menjalani pernikahan kita ini kedepannya".
"Mari kita mulai dengan saling jujur dalam segala hal".
Anandita mengangguk"Iya mari kita jujur dan mari kita mencoba saling memahami sifat masing masing".
"Iya,jadi sekarang aku sudah boleh mulaikan Yank?",tanya Gavin menatap Anadita dengan ekspresi memohon.
"Boleh apa?",tanya Anadita balik bertanya karena lupa apa yang diminta Gavin tadi.
"Yank...kamu bikin moodku buyar mau nengok beby kita",jawab Gavin dengan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Ooo itu, emang kamu mau sekarang nengok bebynya?",tanya Anadita dengan ikut merebahkan tubuhnya juga disamping Gavin.
Gavin menolehkan kepalanya kearah Anandita,"Iya,lalu kapan kan aku sudah lama nggak nengok beby bahkan kamu belum ngasih ucapan selamat atas kelulusanku kemarin",jawab Gavin mengingatkan Anandita.
Mendengar itu Anandita jadi merasa bersalah pada Gavin"Maaf soal itu,selamat ya poppy sudah lulus",ucap Anandita lalu mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Gavin.
"Cuma itu Yank hadiahnya,akukan lulus SMA bukan lulus TK masa iya cuma dicium pipinya aja yang lain dong Yank supaya beda dari anak TK",protes Gavin.
Mendengar itu Anandita langsung bangkit.
"Yank kenapa malah nggak jadi?",ucap Gavin dengan ikut bangun dan memeluk Anandita dari belakang.
"Habis poppy banyak maunya sih,dicium pipi nggak mau ya udah nggak jadi",gerutu Anandita.