Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
127.Mengantar ke Sekolah.


Pagi pagi sekali Anandita sudah selesai mandi dia sedang memilih baju kerjanya yang kira kira muat dipakainya seyelah menemukan segera dipakainya baju itu lalu sedikit berdandan,sambil bicara sendiri pada bayi dalam perutnya.


"Kamu sepertinya semakin besar deh beby lihat baju mommy semuanya terasa sempit".


Gavin yang berada diranjang hanya memperhatikan apa yang dilakukan Anandita dari tadi tanpa menyela.


"Oke sekarang sudah siap ayo kita bangunin poppy lalu berangkat",ucap Anandita sambil mengelus elus perutnya.


Mendengar apa yang dikatakan Anandita Gavin langsung pura pura tidur lagi.


Anandita yang tidak tau kalau Gavin sudah bangun,langsung naik keatas ranjang dan segera menggoyang tubuh Gavin pelan supaya bangun.


"Py,bangun ayo antar kami kesekolah aku mau mulai mengajar lagi hari ini".


Tapi Gavin masih sengaja menutup matanya membiarkan Anandita semakin keras mengguncang tubuhnya.


"Py..,ayo bangun nanti aku terlambat berangkat kerjanya",ucap Anandita tapi Gavin masih tidak mau membuka matanya.


"Py!!!,bangun nggak kalau nggak bangun aku berangkat sendiri naik ojek sekarang!!!",ancam Anandita.


Mendengar ancaman Anandita Gavin langsung memeluk tubuh Anandita erat dan menggulingkannya sampai posisi Anandita berada dibawahnya,membuat Anandita terpekik terkejut dibuatnya.


"Poppy apa apan sih!!,bisa bahaya tau bebynya poppy mendadak kaya gitu",gerutu Anandita.


"Nggak papa beby kita kuat kok iyakan sayang ",jawab Gavin lalu mencium perut Anandita.


"Lepas aku mau berangkat kesekolah kamu mau mengantar nggak,kalau nggak aku berangkat naik ojek aja".


Gavin melirik jam diatas nakas tempat tidur.


"Masih pagi Yank nanti aja dulu berangkatnya,masih sempat kalau mau nengok beby sebentar",ucap Gavin dengan menyerusukkan wajahnya keceruk leher Anandita yang sudah harum.


"Poppy lepas..,aku sudah rapi jangan dibuat kusut lagi coba",Anandita mencoba mendorong wajah Gavin menjauh dari ceruk lehernya karena Anandita merasakan lidah Gavin mulai bergerak disana.


"Py...,jangan...,bajuku nggak ada lagi yang bisa dipakai selain ini kalau kamu buat kusut".


Mendengar itu terpaksa Gavin menjauhkan kepalanya dari ceruk leher Anandita.


"Tapi punyaku sudah bangun Yank masa iya dibiarkan aja".


"Masa bodoh,kamu mau mengantar nggak",ucap Anandita.


"Hemm".


"Py!!!",panggil Anandita.


"Iya...iya kuantar tunggu sebentar aku mandi sekalian menidurkan punyaku",ucap Gavin dengan turun dari atas ranjang.


"Jangan lama lama ya py!",pinta Anandita.


Tapi Gavin tidak mendengar lagi karena sudah masuk kedalam kamar mandi.


Setelah melihat Gavin masuk kedalam kamar mandi Anandita memilih menunggu Gavin diluar jadi dia berjalan keluar Apartemen menuju Area parkiran.


Tak berapa lama Gavin sudah datang menemui Anandita diparkiran.


"Ayo",Gavin membukakan pintu mobil untuk Anandita dan membantunya masuk kedalam.


"Kayanya rok yang kamu pakai agak sempit deh Yank",ucap Gavin sambil memperhatikan pakaian yang dipakai Anandita.


"Iya,agak sempit dipinggang tapi yang lain lebih sempit lagi dari ini".


"Kamu yakin mau memakainya untuk mengajar hari ini,gimana kalau nggak usah berangkat kesekolah dulu kita belanja baju aja dulu hari ini gimana?",tawar Gavin.


Mendengar saran Gavin Anandita langsung menggeleng.


"Nggak papa masih bisa dipakai kok meskipun sempit,belanjanya nanti siang juga bisa".


Mendengar jawaban Anandita Gavin hanya diam lalu menghidupkan mobilnya mengantar Anandita menuju sekolah.


"Kamu bisa pulang aja setelah mengantarku nanti Py",ucap Anandita tapi Gavin hanya diam saja tidak menanggapinya.


"Pulang sana nanti aku hubungi kalau aku sudah selesai mengajar" ucap Anandita lalu berjalan meninggalkan Gavin menuju kearah sekolah.


Sementara itu Gavin tidak langsung pulang tapi tetap berdiam diparkiran sambil menatap Anandita lewat kaca spion mobilnya setelah itu dia memilik turun dan berjalan kekantin sekolah.


Sampai dikantin suasana cukup sepi hanya ada beberapa orang yang makan sarapan disana.


Gavin duduk disalah satu kursi kosong lalu menghubungi Anandita.


"Yank kamu sibuk nggak sekarang?",Gavin mengirimkan pesan singkat pada Anandita.


"Nggak Py,aku ngajar jam ketiga kenapa?",balas Anandita.


"Kamu lapar nggak,kan tadi pagi belum sempat sarapan?".


"Sedikit tapi masih bisa ditahan sampai nanti selesai mengajar".


"Sarapan sekarang aja Yank bareng aku dikantin",pinta Gavin.


"Kamu belum pulang sekarang?".


"Belum,ini aku dikantin kamu kesini ya atau aku jemputin".


"Nggak usah py aku aja yang kesana sekarang tunggu sebentar".


"Nggak usah terburu buru Yank,kamu mau pesan apa aku pesankan dulu.


"Soto ayam aja deh,tapi separo porsi aja".


"Kok cuma separo kamukan makannya berdua Yank nanti nggak kenyang lo".


"Kalau kaya gitu pesankan juga aku bakso separo porsi lalu nasi goreng juga separo terus bubur ayam juga separo dan gado gado juga separo".


Gavin bingung membaca pesan Anandita,yang minta semua menu makanan dikantin itu tapi dalam porsi separo saja, meski bingung Gavin tetap memesankannya.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Anandita sampai dikantin dan semua pesanannya sudah ada diatas meja membuat Anandita terbelalak melihat banyaknya menu makanan diatas meja itu,dia tadi hanya bercanda tapi ternyata Gavin menganggapnya serius.


"Ayo Yank ini sudah kupesankan semua makanan yang kamu mau",ucap Gavin.


Melihat semua makanan dimeja itu perut Anandita tiba tiba langsung kenyang selera makannya hilang,tapi kalau tidak memakannya dia merasa tidak nyaman dengan Gavin jadi terpaksa dia duduk dan menyuruh Gavin duduk didepannya.


"Kamu bantu aku makan ya,"rayu Anandita sambil menyendokkan makanan kemulut Gavin.


Awalnya Gavin ingin menolak tapi melihat ekspresi memohon dari wajah Anandita dia menjadi tidak tega.


"Yank kayanya lebih banyakan aku deh yang makan dari pada kamu dari tadi",ucap Gavin karena merasa Anandita dari tadi terus menyuapkan makanan makanan itu kemulutnya dan hanya sekali kali saja Anandita menyuap kemulutnya sendiri.


"Enggak,aku juga makan kok ni",Anandita sengaja menyuapkan makanan kemulutnya agar gavin melihatnya makan.


Setelah semua makanan dimeja hampir habis dan Gavin sudah menolak suapan Anandita karena kekenyangan,Anandita meletakkan sendoknya.


"Yank kamu sengajakan",ucap Gavin sedikit marah karena merasa dikerjai Anandita.


Tapi Anandita menggelang"Enggak Py itu tadi permintaan beby supaya poppy makan banyak dan jadi gendut kaya mommynya",jawab Anandita.


Gavin yang akan marah mendengar ucapan Anandita jadi memilih diam.


"Oh iya poppy mau disini nunggu aku pulang atau pergi sekarang?",tanya Anandita.


"Aku disini nunggu kamu sampai pulang,dirumah juga bosan nggak ada kamu".


"Maksudnya?",tanya Anandita pada Gavin.


"Dirumah nggak ada kamu nggak seru Yank nggak Ada yang digangguin".


Mendengar itu Anandita menatap Gavin tajam dan langsung mencubit pipi Gavin sebal.


"Dasar otak mesum",lalu Anandita pergi meninggalkan Gavin sendirian dikantin.