
Sampai malam Anandita merasa pinggangnya semakin sakit, bahkan perutnya kadang terasa mulas seperti orang akan buang air besar lalu hilang lagi,membuat Gavin sangat khawatir,bahkan wajahnya lebih kusut dari Anandita yang merasa sakit dibagian perut.
Sudah berkali kali Gavin mengajak Anandita untuk pergi kedokter tapi selalu ditolak oleh Anandita.
"Yank kita kedokter aja ya sekarang jangan jangan kamu keracunan lagi,masa dari tadi bolak balik kebelakang tapi tidak ada yang dikeluarkan,kalau akan melahirkan masa iya kan baru tujuh bulan usia beby kayanya lebih nggak mungkin".
"Py aku nggak papa,aku lebih cemas lihat poppy dari tadi mondar mandir bolak balik menyentuh perutku juga memeriksa kelopak mataku,jadi sebaiknya sekarang poppy tidur disampingku dengan tenang siapa tau nanti malam sakit perutku tambah parah baru kita langsung kedokter untuk memeriksakannya".
"Kenapa harus nunggu nanti malam kenapa nggaka sekarang aja kalau kamu sama beby benar benar keracunan makanan gimana?".
"Poppy ah nggak boleh ngomong jelek kaya gitu,aku hanya mau memastikan seperti kata dokter apa ini benar benar kontraksi atau cuma kontraksi palsu saja".
"Kalau mau memastikan ayo sekarang kita kedokter!",ajak Gavin.
"No,py dengarkan mommy kali ini,sakit sebelum melahirkan itu ada yang cepat dan ada juga yang lama,jadi mommy khawatir ini akan sedikit lama dan belum pasti juga, karena usianya belum genap kita tunggu sebentar lagi,nanti kalau mommy sudah nggak tahan baru mommy suruh poppy ngantar langsung kerumah sakit".
Gavin ingin protes lagi pada Anandita tapi segera diurungkannya melihat wajah Anandita yang tampak lelah dan sepertinya butuh istirahat.
"Baiklah tapi mommy juga tidur ya,sini",Gavin menarik tubuh Anandita mendekat walaupun tidak sampai menempel ketubuhnya.Lalu pelan pelan Gavin mengelus elus perut Anandita,tapi bukannya Anandita yang tertidur malah Gavin yang terlelap lebih dulu sedangkan Anandita sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena merasa perutnya semakin mulas dan jaraknya juga semakin dekat membuat dia dengan terpaksa harus kembali membangunkan Gavin dan kali ini mengajaknya kerumah sakit.
Py..."
"Hemmm",gavin menggeliat bermaksud menarik Anandita kedalam pelukannya,tapi kembali Anandita menggoyang tubuh Gavin agar bangun.
"Py...bangun sepertinya beby akan keluar malam ini juga deh py".
Mendengar apa yang dikatakan Anandita Gavin langsung bangun dan segera turun dari tempat tidur,membuat Anandita terkejut dengan reaksi Gavin.
"Mana Yank bebynya?",tanya Gavin sambil melihat kesekeliling ranjang mereka.
Dengan polosnya Anandita menjawab sambil menyentuh perutnya yang masih membuncit"Ini".
Gavin mengikuti arah pandangan Anandita dan kemudian menatap kearah Anandita"Katanya sudah lahir?",tanya Gavin dengan ekspresi polosnya.
Andai saat itu Anandita sedang tidak merasakan sakit diperutnya yang mulai muncul lagi, pasti dia sudah ter tawa melihat tingkah Gavin sekarang.
"Belum baru mau py,ini sakitnya sudah mulai datang lagi dan semakin sering ayo kita kerumah sakit sekarang",ajak Anandita.
Mendengar itu wajah Gavin berubah pucat, karena khawatir melihat Anandita meringis kesakitan.
"Yank kamu baik baik sajakan,kuat nggak sampai kerumah sakit?'.
Anandita mengangguk dan bermaksud turun sendiri dari ranjang serta berjalan seperti biasa sampai kebawah,tapi baru saja kaki Anandita menyentuh lantai kamar Gavin langsung membopong tubuh Anandita dan membawanya ke mobil.
Anandita ingin protes tapi saat melihat bagaimana Gavin sangat gugup sampai lupa memasang sandalnya Anandita memilih diam takut Gavin berpikir sakitnya semakin parah.
Gavin mendudukkan Anandita dengan pelan dijok mobil lalu menurunkan sandarannya agar Anandita bisa sedikit nyaman selama dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Setelah berkendara selama sekitar 20 menit dengan kondisi jalan yang cukup sepi karena hari sudah sangat malam mereka sampai dirumah sakit bersalin yang biasa mereka datangi.
Sampai dirumah sakit mereka disambut perawat yang bertugas diluar dan segera memberikan kursi roda kedekat mobil Gavin.
"Dokternya sudah siapkan sus?',tanya Gavin langsung pada perawat yang membantu mereka.
"Iya",jawab suster itu pada Gavin.
"Syukurlah soalnya beby kami sudah mau keluar sebentar lagi".
Mendengar apa yang diucapkan Gavin Anandita hanya diam sambil menundukan wajahnya.
Setelah itu perawat membawa Anandita keruang rawat VIP yang diminta Gavin untuk Anandita,lalu dokter kandungan yang biasa memeriksa Anandita datang untuk memeriksa kondisi Anandita.
"Bagaimana kondisi istri dan beby kami dok?',tanya Gavin.
"Usia kandungan bu Dita memang belum sampai 40 minggu tapi sekarang buDita sudah mengalami pembukaan 5 jadi kita tunggu dan lihat perkembangannya dalam beberapa jam kedepan ini kalau memang pembukaannya bertambah terus kita tidak perlu melakukan apa apa,buDita bisa melahirkan secara normal, tapi kalau sampai besok pagi tetap tidak bertambah pembukaannya kami terpaksa harus membantu melakukan rangsangan dari luar".
Mendengar itu Gavin langsung menatap kearah Anandita dan hal itu tidak lepas dari pengamatan dokter kandungan itu.
"Apa ada masalah tuan Gavin?',tanya dokter itu khawatir.
Gavin langsung menggeleng,"Berarti masih lama beby kami akan keluar bukan malam ini?',tanya Gavin.
"Kita lihat dalam beberapa jam ini,karena lama setiap perempuan melahirkan itu berbeda beda,tapi anda tenang saja sampai saat ini kondisi bu Dita semuanya normal dan keadaan bayi kalian juga sangat sehat jadi tidak ada masalah,apa kalian ingin cepat melihat beby kalian kalau iya kita bisa melakukan metode Caecar agar cepat".
"Iya","Tidak".
Gavin dan Anandita bicara secara bersama sama membuat sang Dokter menatap mereka secara bergantian.
"Sepertinya kalian perlu bicara berdua ssmbil mnunggu kontraksi buDita bertambah,dan kalau bisa buDita juga berjalan jalan disekitar kamar ini,kalau ada apa apa silahkan kalian hubungi saya lewat interkom".
Anandita mengangguk mendengar apa yang dikatakan dokter itu padanya,lalu sang dokter pergi meninggalkan ruangan rawat mereka.
"Yank...".
"Stop!!,kali ini dengarkan aku oke,"
"Tapi Yank kalau harus menunggu pembukaan bertambah kan akan memakan waktu lama,sedangkan kalau operasi bisa dilakukan sekarang juga".
"Baik aku melahirkan beby secara operasi tapi kamu harus berpuasa selama 6 bulan ,bagaimana?'
"Memangnya kalau operasi melahirkan sembuhnya selama itu ya Yank?",ucap Gavin dengan wajah tertunduk.
"Kamu nggak dengar py apa kata bu dokter tadi sebelum pembukaan lengkap beby kita belum bisa keluar dan kamu tau berapa banyak pembukaannya?',tanya Anandita.
Gavin langsung menggeleng.
"9 pembukaan jadi wajar kalau dengan sistem operasi butuh waktu 6 bulan untuk sembuh'.
"Kalau normal berapa bulan Yank?',tanya Gavin dengan lesu.
"Sekitar 3 bulan baru siap kamu bercocok tanam lagi",terang Anandita sambil menahan tertawanya disela rasa sakit yang kembali datang.