Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Geger otak


Vana menggeleng cepat "Aku yang bersalah, sudah memisahkan ibu dan anak. Aku yang seharusnya melepaskan Kak Nathan! hiks.. hiks... tubuh Vana terguncang hebat, ia berlari meninggalkan David.


"Nona.. Awas....!!!!"


"BRAKK!!! Ciiiiiiiitttttttt......


"Ya Tuhan, Nona Alea!!!! teriak David dan berlari kearah Vana.


"Nona Alea..." David mengangkat tubuh Vana ke rerumputan, darah mengalir dari hidung dan kening nya.


"Maaf Tuhan saya tidak sengaja menabrak Nona ini, Nona ini langsung berlari disaat mobil melaju dengan cepat, untungnya saya cepat rem mendadak, hingga tidak sampai kelindes." ucap seorang pria paruh baya, dengan wajah cemas dan ketakutan.


"Dasar bodoh! seharusnya kau bisa lebih cepat mengerem nya. Akan saya tuntut kau bila sampai terjadi apa-apa dengan adikku!"


"Ja-ngan Tu-an... jangan laporkan saya, akan saya ganti rugi semua pengobatan Nona ini."


"Cepat antarkan adikku kerumah sakit." perintah David y yang langsung mengangkat tubuh Vana. Pria paruh baya itu membuka pintu belakang dan membiarkan David masuk kedalam mobilnya.


"Cepat jalan, langsung kerumah sakit


"Cepat jalan! langsung ke rumah sakit persada!"


"Baik Tuan."


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan jalanan raya. Setengah jam kemudian mobil berhenti tepat di depan lobby rumah sakit. Dengan cepat pria paruh baya itu membuka pintu belakang. David mengangkat tubuh Vana dan membawanya kedalam.


"Suster!!!


"Suster!!!


pekik David seraya membopong tubuh Vana. "Cepat tolong adik saya! seru David saat beberapa suster berlari kearahnya sambil mendorong brangkar


"Nona ini kenapa?" tanya seorang suster yang melihat darah di sekitar kepala Vana.


"Baru saja mendapat kecelakaan di jalan raya. cepet lakukan tindakan."


"Siapa nama pasien."


"Nona Alea."


"Baik Tuan, akan kami bawa ke ruangan UGD. Anda silakan tunggu di luar." brangkar di dorong masuk kedalam sebuah ruangan oleh dua orang Suster.


"Ya Tuhan kenapa jadi kacau begini? aku harus hubungi Nathan dan memberitahu kalau Alea ada di rumah sakit ini juga." David mengambil ponsel dalam saku celananya, Namun tiba-tiba ia ragu. "Tidak! Nathan tidak boleh tahu Alea kecelakaan, dia sedang menangani kondisi Tante Diana yang hampir bunuh diri."


"Drett, drett, drett...


Tiba-tiba gawai dapat bergetar, Dilihatnya nama si penelpon di layar ponsel "Nathan menghubungi ku?"


"Iya Nath!


"Kau dimana?!


"Aku___"


"Hey cepatlah kemari, Mama kritis!"


"Okeh aku segera kesana!"


Sambungan terputus bersama helaan nafas panjang keluar dari bibir David. "Aku harus tunggu Alea sampai dapat ruangan inap."


Lama menunggu, akhirnya suara pintu terdengar di buka.


Krekkk!


"Bagaimana kondisi adikku Dok! tanya David saat pintu ruangan UGD di buka dan keluar seorang pria berpakaian putih-putih.


"Apa Anda kelurga korban?!


"Iya bener, Nona Alea salah satu kerabat saya."


"Bisa kita bicarakan di ruangan saya."


David mengangguk "Bisa Dok!


David mengikuti langkah Dokter itu sampai ujung lorong, hingga di persilahkan masuk kedalam ruangannya.


"Silakan duduk!


"Terimakasih! ucap Nathan seraya menghempaskan bokongnya di kursi.


"Sebentar, saya hubungi suster dulu."


"Sus, segera bawa rontgen atas nama Nona Alea." perintah sang dokter pada seorang suster di sebrang sana.


"Baik Dok!


Tok, tok, tok...


"Masuk!


"Siang Dok, ini rontgen Nona Alea." tukasnya seraya menaruh sebuah map coklat di atas meja sang dokter. "Apa ada yang di butuhkan lagi, Dok?


"Tidak, terima kasih."


Wanita itu undur diri, lalu dokter yang di name tag nya bernama Dr Arya membuka amplop coklat. setelah diamatinya dengan teliti, Pria yang di perkirakan berusia 40 tahun itu menyodorkan Rontgen itu pada David.


"Maksudnya ini apa Dok, saya tidak mengerti?" tanya David dengan alis terangkat.


"Maksudnya, Nona Alea mengalami geger otak ringan. Ada benturan keras di bagian kepalanya dan mengakibatkan geger otak."


"Apa? geger otak!" David terkejut seraya menelan ludah "Apa ini sangat berbahaya Dok?


"Bisa dikatakan begitu, ada sebagian memorinya yang hilang, hingga ingatannya berkurang, dan Nona Alea tidak bisa mengingat semuanya."


"Ap-apa?! jadi Nona Alea hilang ingatan?"


"Tidak sepenuhnya, hanya sebagian yang ia ingat, biasanya pasien akan ingat dengan orang tertentu yang sudah sangat dekat, seperti kedua orang tua atau keluarga dekatnya, tergantung memori otaknya."


"Apa geger otak ringan bisa di sembuhkan Dok?"


"Tergantung orangnya, apakah ia sanggup mengingat kembali kenangan masa lalu atau masa sekarang. Asalkan si pasien juga mau mengikuti terapi."


David manggut-manggut tanda mengerti. "Baiklah Dok, tolong tangani secepatnya dan tempat kan di ruangan ekslusif. semua biaya akan saya bayar sekarang."


"Oke Tuan, segera nona Alea kami tempatkan di ruangan ekslusif dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi Nona."


"Terimakasih Dok, kalau begitu saya permisi Sebentar, Ada saudara saya juga yang sedang di rawat di rumah sakit ini."


David berdiri lalu berjabat tangan dengan Dokter Arya dan meninggalkan ruangan itu untuk menemui Nathan.


Langkah David begitu berat terasa, ia berjalan dengan perasaan was-was. Sebagai seorang sahabat ia sangat peduli dengan Nathan yang sudah banyak menolongnya. Mereka berdua berteman sejak duduk di bangku SD. Ya mereka bersahabat sejak kecil hingga sekarang, pengorbanan Nathan yang menolong Keluarga David dari kekejaman orang yang sudah merampas hartanya dan memfitnah orang tuanya hingga masuk bui, berkat pertolongan Nathan fitnah keji itu akhirnya terbebas dan penjarakan orang tersebut. sejak saat itulah David berhutang budi pada Nathan dan mengabdi sahabatnya yang sudah ia anggap saudara.


Ceklek!


"David! syukurlah akhirnya kau cepat datang." sapa Nathan yang melihat kedatangan sahabatnya dengan nafas tersengal.


"Sorry aku terlambat, bagaimana kondisi Tante?" tanya David yang melihat Diana terbaring lemah diatas ranjang.


"Kondisi Mama masih belum stabil, masih harus transfusi darah, karena banyak kehilangan darah."


"Ya Tuhan Tante, Kenapa harus nekad." ucap David sedih.


"Vid! dimana Alea? apa dia baik-baik saja? Apa kau sudah membawa Alea ke apartemen?


David terdiam dengan ekspresi gusar.


"Vid! dimana Alea?! tanya Nathan lagi, begitu penasaran.


"Alea...


😊😊😊


@Bersambung