
Ya Tuhan, benar ini wajah foto Tante Delena, sedang berpelukan erat dengan Ayahku. Kenapa Ayah begitu tega mengkhianati ibu." batin Nathan, hatinya begitu sakit melihat kenyataan pahit yang baru saja ia tahu, kejadian beberapa tahun yang lalu, bahkan saat ia masih kecil "Bukan kah Ayah mati di tembak oleh Tante Delena? apakah ini cinta segitiga? Antara Ayah, Om Reno dan Tante Delena?! lalu Tante Delena memilih Om Reno dan membunuh Ayahku?! begitu banyak pertanyaan yang belum Nathan dan Vana ketahui tentang kebenaran kisah orang tuanya.
"Hah! Nathan membuang nafas kasar untuk melepas rasa sesak yang menghimpit dadanya. Kedua tangannya terkepal erat, hatinya mulai terbakar kembali.
Nathan berdiri dan mengusap lembut punggung Vana yang menangis terisak dengan kedua tangan menutup wajahnya. "Tidak perlu ditangisi, semua sudah terjadi. kita adalah korban dari kedua orang kita."
"Kenapa Tuhan harus pertemukan kita? apakah ini yang dinamakan karma? ternyata kedua orang tua kita memiliki hubungan masa lalu yang kelam." hiks.. hiks...
"Jangan pernah menyalahkan takdir, Bisa jadi pertemuan kita untuk mengetahui masa lalu keluarga kita."
"Aku tidak menyangka mommy bisa bersama Ayahmu. Aku juga tidak tahu apakah Daddy tahu masa lalu mommy? hiks.. hiks.. sejujurnya aku malu....." pekik Vana masih dalam menutup wajahnya.
Nathan terdiam, ia pun sama terkejutnya dengan Vana dan tidak pernah berpikir sedikitpun kalau Ayah nya punya hubungan gelap dengan wanita yang telah membunuh dirinya. Mereka tidak pernah menyadari kalau di dalam foto itu adalah Davina saudara kembar Delena, wajah mereka memang kembar identik, tidak bisa di bedakan, kecuali tanda lahir yang membedakan mereka berdua. Bahkan, kelurga Reno tidak pernah menyadari Kalau mereka telah menikahkan Reno dengan Delena bukan Davina. Mereka berpikir istri Reno adalah Davina, bodohnya Reno tidak bisa membedakan antara Delena dan Davina. kini kesalahan pahaman juga terjadi pada Vana dan Nathan.
"Dimana kau menemukan foto ini?! tanya Nathan hati-hati.
Vana melepas kedua tangannya, lalu menunjuk salah satu rak, dimana banyak tumpukan buku-buku yang sudah usang.
Nathan menarik nafas dalam-dalam, seraya membuang nafas kasar. Sebenarnya ia juga terkejut dengan apa yang baru ia lihat, sebuah foto masa lalu ayahnya yang tersembunyi diantara tumpukan buku lama.
"Ayo kita keluar dari sini. lama-lama di ruangan ini tidak baik, tempat nya sangat lembab dan tidak nyaman." tanpa menunggu jawaban dari Vana, Nathan mendorong kursi roda gadis berbulu mata lentik itu.
Kursi roda berhenti tepat didepan tangga, lalu Nathan mengangkat tubuh Vana ala bridal style, yang berbalut piama Doraemon yang sengaja Nathan beli untuk Vana, karena ia tahu gadis itu sangat menyukai kartun yang berasal dari negara Jepang "Kau mau bawa aku kemana? seru Vana terkejut.
"Diam lah jangan banyak bergerak, nanti kita jatuh. Kita makan bersama di meja makan, agar kau tidak bosan di kamar terus."
Nathan menginjak satu persatu anak tangga, tatapan matanya tidak lepas dari gadis yang ia gendong. Aroma wangi rambut panjang Vana mengular bebas di indra penciuman nya. Nathan menghirup aroma shampo staubery. Vana menoleh kearah Nathan, karena hembusan nafas Pria itu terasa di wajah Vana. Mereka saling bersitatap, terlihat Wajah Vana yang masih memerah bekas jejak tangisannya. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka masing-masing. Vana terlihat canggung dan tertunduk.
"BRUKK!
"Awwww!!!
Alvin yang berada di ruangan kelurga berlari kearah sumber suara saat Indra pendengaran nya mendengar suara lengkingan Vana.
"Alea!!
"Nathan!!
Pekik Alvin terkejut. Matanya membulat sempurna saat melihat posisi Nathan di atas tubuh Vana.
"Tubuh mu sangat berat kak! teriak Vana kesal. Buru-buru Alvin menarik kasar tubuh Nathan dari atas tubuh Vana.
"Sialan kau! pekik Alvin seraya berjongkok "kau tidak apa-apa Lea? tanyanya khawatir, tanpa persetujuan dari Nathan, Alvin mengangkat tubuh Vana dan membawanya kerungan kelurga.
"Hey!
"Hey!
"Mau dibawa kemana kekasih ku, lepaskan!"
"Sudah diam! kau telah menjatuhkan tubuhnya dan menimpa dirinya, dasar bodoh!" geram Alvin pada sahabatnya
Alvin mendudukkan Vana di sofa. "Apa ada yang sakit? tanya Alvin khawatir. Vana tampak ragu, tetapi mata Alvin mengisyaratkan untuk jujur.
"Kepala ku agak pusing terbentur lantai dan kakiku tiba-tiba keram." ucapnya datar.
Sebenarnya bagi Vana yang memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi, tidaklah masalah yang hanya terbentur lantai, bahkan ia bisa melewati rasa sakit dari yang ia dapatkan selama ini, namun ia merasakan kehangatan dari dua Pria yang sangat perhatian padanya.
"Biar aku pijit kan kepalanya." ujar Alvin menawarkan diri.
Nathan melotot, ia tidak suka dengan sikap Alvin yang sok baik dan terkesan cari perhatian "Tidak perlu biar aku saja yang melakukan nya." potong Nathan dan duduk di samping Vana.
"CK! kau selalu saja protektif! dengus Alvin kesal. Tidak ingin kehilangan akal, kini ia mencari kelemahan Nathan, tujuannya tentu saja ingin melihat sahabatnya cemburu.
"Bukankah tadi kau bilang, kaki mu masih keram, aku akan bantu melancarkan peredaran darah nya." Vana mengangguk, seperti ada angin segar, Alvin tersenyum samar.
"Ma'af, aku mulai pijit kakinya agar keram nya hilang." Alvin mulai meraih kaki Vana dan ingin meregang kan otot-otot nya, Namun pria disamping Vana murka.
"Hey! apa-apaan kau pegang-pegang kaki wanita ku! gertak Nathan tak rela kaki kekasihnya di pegang.
"Huftt! Kau selalu saja protektif! bisa tidak jangan berlebihan. Aku hanya membantu Alea yang tadi terjatuh gara-gara kau tidak becus menggendongnya. Kalau dia kenapa-napa bagaimana? kan aku juga yang repot!" seru Alvin tak mau kalah. Sebenarnya ia hanya menguji sahabatnya.
"Kau____" tunjuk Nathan yang mulai tersulut emosi.
"Sudah... sudah jangan ribut! aku sudah tidak apa-apa. lagian aku hanya terbentur ringan dan kakiku juga lumpuh, jadi rasa keram tidak terlalu berasa."
Nathan bernafas lega "Ma'afkan aku, Dek! tadi tidak sengaja jatuh dari tangga. Aku melewati satu tangga dan kaget, tiba-tiba tubuh ku oleng dan kita jatuh bersama. kalau ada yang sakit bilang, biar kita periksa ke dokter." ujar Nathan seraya menarik tangan Vana untuk menciumnya, Namun gadis itu menepisnya.
"Apa gunanya kau suruh aku tinggal disini, bila Alea sakit mau di bawa ke dokter, kau pikir aku bukan dokter?! protes Alvin yang tidak terima. Padahal ia rela meninggalkan kliniknya dan menyuruh asistennya yang menjaga demi sahabat gila nya itu.
Seperti tidak ingin mendengar ocehan sahabatnya, Nathan anggap angin lalu. Pria itu menatap wajah Vana yang terlihat sedih. Kenapa? kau masih marah?! Alea, Aku minta Ma'af, kalau aku menyakitimu, balas lah, aku rela kau memukul atau memaki nya."
"Tidak perlu minta maaf, sudah lupakan saja. aku ingin istirahat." ucap Vana datar seraya membuang pandangannya.
"Kalau begitu Ayo kita makan dulu, baru boleh istirahat. Tadi aku sudah pesan makanan kesukaan mu dari aplikasi Gogo."
Tanpa aba-aba Nathan mengendong tubuh ramping Vana yang terlihat seksi. "Turunkan, aku bisa pakai kursi roda."
"Aku tidak ingin kau lelah, sudah seharusnya aku menjaga mu dan menjadikan kau ratu di istana ku." Nathan berjalan kearah ruangan makan yang di ikuti Alvin. Alvin menarik kursi makan untuk Vana, Nathan mendudukkan tubuh wanita yang sangat ia cintai di kursi kayu. Berbagai hidangan sudah tersaji di atas meja. Vana menatap kepiting saus tiram menu favorit nya.
Seperti sudah paham keinginan kekasihnya. Nathan mengambil satu piring dan menaruh kepiting oranye itu di atasnya, lalu menyodorkan pada Vana.
"Kau pasti suka bukan? apa perlu aku bantu membuka cangkangnya?" Nathan selalu ingin wanitanya nyaman, dan memberikan perhatian penuh untuk gadis yang sudah ia perjuangkan bertahun-tahun. Vana hanya menggeleng kecil. "Tidak perlu, aku bisa membukanya sendiri."
"Tangan mu nanti kotor, biar aku yang membukanya." tanpa ingin di bantah, Nathan membantu melepas cangkang kulit kepiting itu dan memberikan dagingnya diatas nasi yang sudah Nathan siapkan. kini mereka bertiga makan malam bersama menikmati hidangan penutup malam itu.
(Bunda sudah penuhi keinginan kalian, yang minta banyak kisah Nathan dan Vana. tentu nya akan banyak cerita menarik dan banyak mengandung bawang. Terus ikuti kelanjutannya dan terus dukung karya Bunda)
💜💜💜
@BERSAMBUNG______"