Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Pengakuan Davina


"Stefany.." gumamnya pelan, Davina berbicara dengan bibir bergetar menahan sesak, airmatanya terus membanjiri wajahnya.


"Siapa Stefany??? tanya Robert yang terus melihat sang istri menangis sesenggukan.


Robert menarik ponsel dari tangan Davina dan menatap kembali foto itu "Apa anak yang kau gendong itu hasil dari perselingkuhan mu?! dan pria bule itu adalah Ayah dari anak yang kau kandung bukan?!


Davina terus menangis sesenggukan, tubuhnya terguncang menahan pilu. ingatan masalalu nya bersama Thomas dan menghasilkan seorang bayi perempuan cantik yang kini entah dimana keberadaannya semakin membuat Davina bersalah.


"Katakan Davin! apa benar anak yang kau kandung hasil dari hubungan haram!" sentak Robert dengan tatapan menghunus.


Davina menutup kedua telinganya demi untuk menghindari pertanyaan Robert, ia masih belum bisa menjelaskan semuanya.


"Apa kau masih mau menghindar? semuanya sudah terbukti kalau kau pernah memiliki seorang anak!"


"Katakan Davina!!! bentak Robert yang terus meminta penjelasan dari sang istri.


"IYA!


"Aku memang memiliki seorang anak perempuan dari hubungan terlarang ku! APA KAU PUAS!!! teriak Davina, balik menatap tajam Robert. "Sekarang kau mau apa? kalau aku pernah memiliki seorang anak sebelum menikah dengan mu, Hah?!


"Kenapa kau tidak pernah jujur padaku sebelumnya!


"Oohhh.. sekarang kau berani bicara seperti itu? bagaimana kalau aku balikkan pertanyaan mu! Davina melotot dengan mata memerah "Kenapa dari awal kau tidak pernah jujur, kalau kau pernah berselingkuh dengan ibu Sabrina dan hidup serumah dengannya sebelum menikahi aku!


"Kau tahu sendiri bukan? kalau Sabrina bukan anak hasil dari biologis ku!


"Tetap saja kalian pernah serumah dan menjalin hubungan terlarang, jangan munafik dan sok suci! teriak Davina tak mau kalah. "Apa aku pernah permasalahkan itu semua! kita ini pernah sama-sama kotor!!!


"Kau yang tertuduh kenapa aku yang di tuduh! aku hanya ingin kau mengakuinya dan siapa laki-laki itu?! atau jangan-jangan laki-laki itu suami dari ibunya Nathan."


"Aku juga sudah mengakuinya! apa maksud mu? suami dari ibunya Nathan?! siapa Nathan! tanya Davina geram sambil mengerutkan keningnya.


"Di-a-na...?! kau mengenal wanita itu darimana?


"Berarti benar, kau sudah merebut suami dari wanita bernama Diana! Tidak seharusnya kau jadi wanita simpanan dan merebut suami dari seorang wanita yang sudah memiliki anak!


"Sudah cukup Mas! bentak Davina "Itu masa-lalu ku, kau tak berhak menghakimi ku! Bila kau tidak terima dengan masa-lalu ku, kalau aku pernah memiliki anak selain Chika, baiklah kita bercerai saja!" Teriak Davina seraya membuka pintu mobil dan membanting dengan keras lalu pergi begitu saja.


"Davina tunggu!!


Robert membuka pintu mobil dan berlari mengejar sang istri. "Mami tunggu! Robert menarik pergelangan tangan Davina, dengan cepat wanita itu menepisnya.


"Sudah jangan perdulikan aku! kini kau sudah tahu masa-laluku, sekarang kita hidup masing-masing saja!"


Tangan Davina menyetop sebuah taksi yang melintas di depannya.


"Tunggu Mih! kau jangan ambil keputusan sepihak, kita bicarakan semuanya baik-baik!


"Untuk apalagi? kau yang tidak ingin bicara baik-baik dan hanya menuduh aku merebut suami Diana! tukas Davina seraya membuka pintu mobil yang sudah berhenti didepannya.


"Pak cepat jalan!" pinta Davina yang sudah duduk di kursi belakang.


"Baik Bu!


"Mih! aku minta maaf, please kita pulang ke rumah, kita bicarakan lagi baik-baik." Robert mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil taksi, namun Davina tidak menghiraukan nya bahkan menoleh sedikitpun.


Mobil yang di tumpangi Davina melaju dengan cepat, buru-buru Robert berlari kearah mobilnya dan mengejar taksi yang membawa sang istri.


😍😍😍


Bersambung....