Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Permintaan Dari pihak Nathan


Gerak kaki langkah panjang memasuki sebuah perkantoran dengan tergesa-gesa. Setelah melewati lift yang harus bergantian keluar dan masuk, sosok dua orang pria bertopi bundar dengan memakai kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, penampilan yang sangat rapi berbalut jas hitam dan sepatu kulit pantofel. karyawan yang berpapasan dengan nya hanya menatap heran pada dua pria tersebut. Bukan hanya dingin akan tetapi terlihat angkuh dan cuek.


Hingga langkah mereka terhenti di sebuah pintu yang bertuliskan "Ruangan CEO" Seorang sekertaris berdiri dan ingin menanyakan kepentingan mereka berdua, namun pria itu menunjukkan sebuah kartu identitas pribadi dan langsung di anggukan oleh sekertaris bertubuh semampai itu.


Sekretaris itu berjalan ke arah pintu dan membuka knop pintu "Ceklek!


"Maaf Tuan menganggu, ada dua orang pria mencari anda."


"Suruh mereka masuk! ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya di depan laptop


Sekretaris itu mengangguk dan mempersilahkan dua orang pria tadi untuk masuk ke ruangan Presdir.


"Selamat pagi Tuan! sapa mereka berdua kompak yang sudah berdiri di ambang pintu.


Pria itu mengalihkan pandangannya dan menatap dua orang pria berjas hitam yang berdiri tegak lurus dan terkesan dingin dan misterius.


"Hey! Johan!


"Hey Johny!


"Masuklah! sapa Pria itu ramah. Pria berpostur tubuh tinggi tegap itu berjalan dan menghampiri dua pria itu, lalu mereka saling berjabat tangan "Ayo silahkan duduk! Mereka berdua duduk di Sofa.


"Bagaimana kabar kalian? tanya Reno basa-basi.


"Tentu saja baik! ucapnya datar


"Lalu bagaimana dengan pencarian anakku Zevana?! tanya Reno langsung pada intinya.


"Kami sudah mencari dan mendapatkan bukti yang akurat, dan kami menemukan bukti itu langsung di lokasi kejadian. Ternyata Nona Zevana berada di bawah kuasa seorang Pria berkebangsaan Amerika yang tinggal di sebuah pulau Bali."


"Apa?! Reno mengeryitkan dahinya. "Tinggal di pulau Bali? dengan siapa?! tanya Reno, dari raut wajahnya ia begitu penasaran dan geram.


"kami akan memberikan bukti-bukti fakta yang sudah kami lihat dan kami rekam videonya, juga ada beberapa foto yang sempat kami ambil."


Salah satu dari pria itu membuka laptop dan membuka tombol power. Setelah itu, Pria yang bernama Johan memperlihatkan sebuah rekamannya pada Reno. Tentu saja Reno terkejut melihat Vana berada di pantai dengan posisi menyamping bersama seorang Pria yang tidak terlihat wajahnya, karena Pria itu memunggungi layar.


"Apa benar dia anak Tuan, bernama Zevana Alea Mahesa?" tanya Johan memastikan.


"Benar dia anakku Zevana." Ada binar kesedihan melihat wajah sang anak, sudah tiga pekan anaknya menghilang, kini di layar laptop ia melihat langsung wajah sang anak yang terlihat murung dengan tatapan kosong.


Dan siapa pria itu? Tadi kalian bilang pria itu berkebangsaan Amerika?' tentu saja Reno bertanya-tanya siapa Pria penculik itu. Reno sangat tahu pasti siapa-siapa teman dekat Vana dan tidak mungkin Vana hidup dan tinggal bersama orang Amerika tersebut.


"Ini dia orangnya, sepertinya ia baru turun dari mobil saat saya membidik nya."


Reno memperjelas penglihatannya, namun masih terlihat samar "Bisa kau zoom foto pria itu? Johan mengangguk dan mulai memperbesar foto laki-laki tampan itu yang memakai kemeja biru. Seketika mata Reno membeliak, bola matanya melebar sempurna.


"NATHAN!!!!!


Reno terpekik. seketika dadanya bergemuruh. jantungnya hampir saja berhenti saat tahu sebuah kenyataan kalau Nathan lah yang telah menculik anak kandung kesayangannya. Kedua tangan Reno terkepal kuat, rahangnya mengetat dengan tonjolan urat-urat di kepala, leher dan kedua tangannya. Amarahnya mulai memuncak dan ingin menghabisi siapa saja yang ada didepannya


"TERNYATA KAU MASIH HIDUP DAN BELUM MATI! BERAPA BANYAK SEBENARNYA NYAWAMU NATHAN! seru Reno dalam hati, tentu saja amarahnya meletup-letup "PASTI DIA INGIN BALAS DENDAM DAN MENCULIK ANAKKU ZEE!! tentu saja Reno tidak ingin dua Dektektif itu tahu kalau sebenarnya ia pernah membunuh Nathan, tetapi pria itu masih hidup.


"BRENGSEK!!!! suara Reno bergetar


"Sabar Tuan, kami sudah berusaha untuk bisa bernegosiasi dengan Tuan David, dia salah satu orang percayaan Tuan Anderson."


"DIA BERNAMA NATHAN! tekan Reno dengan nafas turun-naik.


"Tetapi marganya Anderson, keluarganya sangat terpandang dan berpengaruh di Negara Paman Sam. Keluarga Anderson memiliki banyak aset di bidang properti dan hiburan. Bahkan Bar dan casino terbesar di Amerika adalah milik keluarga Andersen."


Reno senyum sinis "Kau benar, aku sudah tahu jalan cerita keluarga Anderson. Thomas Anderson dulu pernah bekerjasama dengan ku, lalu kami bermusuhan hingga sampai hari ini. Thomas Anderson memang memiliki banyak aset dari hiburan, terutama Night clubs dan Kasino nya. Tetapi Nathan yang telah menculik anakku adalah anak haram dari Thomas Anderson! geram Reno yang mulai menunjukkan taringnya.


Johan dan Jhony saling bersitatap lalu mereka mengangguk bersama. Mereka berdua adalah saudara kembar dan sebagai detektif bayaran yang di perintah Reno untuk melacak keberadaan sang anak. Cara kerja mereka sangat profesional dan cekatan dalam waktu satu minggu sudah berhasil mencari keberadaan Vana.


"Pantas saja Tuan Reno sangat mengenal kelurga Anderson. Ternyata pria bule itu bernama Nathan dan anak dari musuh anda?!" Jhony mulai membuka suara sedikit agak takut-takut, ada perasaan tak enak yang ia sendiri baru tahu kalau ternyata ini masalah dendam lama. kini dua Dektektif itu sudah mengerti dan paham tentang penculikan anak dari sang Macan Asia.


"Baiklah Tuan, seperti yang sudah kami bahas dengan orang kepercayaan Tuan Anderson. Mereka akan memulangkan Nona Zevana lusa. Dan dari pihak mereka meminta tidak adanya tindakan kekerasan atau penyiksaan terhadap Tuan Anderson, apalagi sampai menghilangkan nyawanya."


Seketika mata Reno menatap tajam kearah Johan dan Jhony "Kalian pikir aku bodoh mau melepas seorang penculik! Nathan harus bertanggung jawab dan tentu saja aku tidak akan biarkan dia lepas lagi! Reno berdiri dengan tangan mengepal dan meninju vas Bunga yang ada di atas meja.


PRANKK!!!!


Seketika kedua saudara kembar yang berprofesi sebagai Detektif kelas internasional, terkejut saat melihat kemarahan Reno.


💜💜💜💜


Maaf ya readers sayang qu.. Bunda baru update, Sebenarnya udah 4 hari Bunda drop dan ngejar Deadline novel baru ini. Alhamdulillah berkat doa kalian semua, sekarang udah mendingan, ya maklum Bunda nya udah gak muda lagi 🤭 Belum lagi banyak aktivitas di real, mau lebaran Bunda ikut Bazaar fashion dan juga counter minuman. Sebisa mungkin bunda akan tetap Up tapi gak bisa panjang nulisnya.


Bunda ucapkan banyak-banyak terima kasih atas Doa dan support kalian semua 🙏, Bunda tidak bisa sebutkan nama kalian satu-persatu tetapi bunda baca komen kalian. LOVE YOU FULL READERS 🥰🥰🥰🥰🥰