Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Mati atau Hidup


Vana sudah hampir keluar dari goa dan akan berlari secepat mungkin sebelum ular itu memangsa dirinya. Dalam keadaan siap Vana mulai berlari secepat mungkin tanpa menoleh ke belakang, ia merasakan jejak ular besar itu terus mengejar dirinya. Berbagai dahan dan ranting pohon menggores tangan dan tubuhnya, namun tidak Vana hiraukan, ia tetap berlari tanpa arah tujuan, sesekali ia tersandung dan terjatuh karena tanah becek bekas air hujan, tetapi tidak membuat Vana menyerah. Vana bangkit kembali dan berlari dengan nafas tersengal


"KAK NATHAN, TOLONG AKU!!!!!!!


Sementara itu Nathan masih terus melangkah kakinya dan melihat dari kejauhan ada sinar lampu yang terang benderang. Ia berjalan dan menaiki sebuah bukit, lalu berdiri sambil mengarahkan pandangannya kedepan.


"Ternyata disana ada rumah penduduk. Aku harus secepatnya bawa Alea kesana."


Deg, deg, deg... " tiba-tiba jantung Nathan berdebar tak karuan. "Ada apa dengan jantung ku, kenapa perasaanku tidak enak."


Nathan sempat merenung


"Aku meninggalkan Alea sendri didalam Goa, dan itu sudah sangat lama aku pergi, Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi pada Alea! gumamnya khawatir


"Alea!!!


Seketika Nathan berteriak memanggil sambil berlari kencang menuruni perbukitan dan masuk kedalam hutan kembali, ia tidak menghiraukan rasa sakit pada kakinya yang tergores bebatuan dan ranting pohon yang terinjak kakinya saat berlari, kedua tangannya menghalau dedaunan didepannya yang menghalangi pandangannya.


Sementara Vana terus berlari sekuat yang ia bisa, suara ular besar atau yang di sebut Anakonda terus mengejar Vana dengan desissannya yang memekik.


Ya Tuhan, aku sudah tak sanggup lagi berlari. kaki ku terasa keram dan lemas. Tiba-tiba Vana terjatuh karena tersandung sebuah batu. ia tersungkur di tanah dan dengan cepat membalikkan tubuhnya. Mata Vana membulat sempurna saat ular besar itu mulai menjulurkan lidahnya bersama keluar cairan kental dari mulutnya yang bau anyir. Vana memundurkan bokongnya kebelakang dengan hari-hari. Nafasnya mulai tersengal dan terasa sesak akibat kelelahan dan rasa takut yang mulai menghantui.


Tangan Vana tanpa sengaja memegang sebuah kayu, dan mulai membentengi dirinya dengan kayu itu untuk mengusir ular pergi. Kayu itu Vana arahkan kedepan kepala ular yang sedang menjulurkan lidahnya. Tanpa Vana sadari mulut ular itu menarik kayu dengan cepat, Vana terkejut dan mulai membalikkan tubuhnya untuk berlari, namun sayang, tubuhnya sudah lebih cepat terlilit ular Anakonda. Seketika tubuh Vana terasa kaku dan tidak bisa di gerakan lagi, ia berusaha berontak dan ingin melepaskan diri. Namun, jeratan badan ular yang melilit tubuh Vana semakin kuat. Vana semakin lemas dan tak berdaya. Ular itu mendekatkan tubuh gadis cantik berbulu mata lentik itu kedepan kepalanya yang menganga lebar. Terlihat mulut Anaconda yang besar dan bertaring.


Melihat anaconda didepan nya dan ingin melahap tubuh Vana hidup-hidup, membuat gadis bersurai hitam itu langsung pingsan seketika. Saat ular besar itu ingin memasukkan tubuh Vana kedalam mulutnya, tiba-tiba ular itu menjerit dan sontak melepas tubuh Vana hingga jatuh ke tanah.


"Alea! teriak Nathan berlari mendekat dan ditariknya tubuh Vana menjauh dari ular besar itu. Ular tersebut terlihat murka dan sangat marah. sebuah bambu runcing berada di badannya hingga mengeluarkan banyak darah.


"Entahlah kau ular sialan!"


"Beraninya kau ingin memakan kekasih ku! teriak Nathan dan di balas tatapan mata merah ular berwarna hitam belang itu. Matanya menyala-nyala dan siap menyantap makanan di depannya.


Merasa mangsa nya lepas, tubuh ular itu menggeliat karena kesakitan, sebab Nathan menghujam tubuhnya dengan bambu runcing yang ia temukan tak jauh dari tempat itu. Sebenarnya Nathan sempat syok dan terkejut saat melihat tubuh kekasihnya di lilit ular piton, namun ia tidak mau gegabah dan ambil keputusan yang mengakibatkan Vana akan di telan hidup-hidup. Dengan cepat Nathan menarik sebuah bambu panjng mengunakan ilmu tenaga dalam yang ia miliki, bambu itu sekali tebas dengan tangannya langsung putus.


Nathan menggeprak ujung bambu berkali-kali hingga ujung nya berbelah-belah dan menjadi tajam, tanpa menunggu waktu yang lama, Nathan langsung menghujamkan bambu tersebut sekuat tenaga ke tubuh si ular piton.


Ular piton itu menatap tajam kearah Nathan dengan menunjukkan gigi-gigi tajamnya, lalu menyabet tubuh Nathan dengan buntut nya hingga Nathan terpelanting jauh. Laki-laki itu tidak ingin kehilangan akal, ia bangkit kembali dan bersiap-siap untuk menarik buntutnya. Namun sebelum Nathan berhasil menarik buntut Itu, tubuh nya sudah lebih dulu di lilit hingga nafasnya hampir tersendat. Nathan terus berusaha berontak dan ingin melepaskan diri, semakin ia terus berontak. Ular piton itu semakin kuat melilitkan dan menjeratnya. seluruh tulang belulang Nathan hampir saja remuk dan susah untuk bernafas. Ia melihat Vana masih tergeletak tak berdaya, sulit untuk membangunkan dan memintanya tolong. Kini Nathan hanya bisa pasrah dan berharap ada keajaiban. Ia berharap Vana lekas bangun dan pergi dari sana sebelum dirinya menjadi santapan ular yang kedua.


"Alea... bangun! suaranya sudah hampir habis dan hanya tercekat di tenggorokan. Nathan terus berusaha berteriak agar kekasihnya mendengar.


"KAK NATHAN!! teriak Vana histeris


Kini ular besar itu mulai mendekatkan tubuh Nathan yang sedang menggeliat ke mulutnya. Nathan masih terus berusaha untuk melepaskan diri.


"Alea pergilah dari sini!!! akhirnya Nathan bisa berteriak dan menghirup udara bebas.


"Tidak Kak! aku akan menolong kakak!!!


"Jangan pikirkan aku, cepat pergi!!!!!


"Set!


seketika ular itu memasukan tubuh Nathan kedalam rongga mulut nya.


"TIDAKKKKK!!!!


"JANGAN!!!!!! teriak Vana histeris saat melihat sebagian tubuh Nathan sudah masuk kedalam mulut ular piton tersebut.


"DORR!!


"DORR!!


"DORR!!


Sebuah tembakan melayang kearah piton itu bertubi-tubi, hingga ular besar itu ambruk ke tanah bermandikan darah.


"Kak Nathan!


Vana berlari dan menghampiri Nathan yang setengah tubuh nya masih berada di dalam mulut ular itu. Dua orang Pria itu berlari kearah Nathan dan menarik tubuh Nathan keluar dari mulut ular piton.


Vana bernafas lega saat Nathan sudah berhasil di selamatkan dan keluar dari mulut ular melata yang menjijikkan tersebut. Vana menatap dua orang pria yang datang menolongnya hingga mata mereka saling bersitatap.


"KAU! pekik Vana.


💜💜💜💜


@Bersambung...