
Suster Anna yang sedang makan pudding pun terlihat terkejut melihat Vana yang beringas membentur kepala suster Lena berkali-kali, ia sungguh tidak menyangka. Wanita cantik yang terlihat lemah-lembut itu mulai menunjukkan taringnya.
"Kau bukanlah lawan ku! teriak Vana seraya mendorong tubuh suster Lena ke lantai. Suster Lena memegang keningnya dan merasakan sakit yang luar biasa di keningnya. lalu ia berteriak saat melihat darah di tangannya.
"Cepat kau jangan diam ajah! kau ku bayar untuk membantu ku membunuh nya! bentak suster Lena pada temannya.
Spontan suster Anna melihat pisau pudding di atas meja dan ingin menusukkan kearah Vana, Namun belum sampai pisau itu mengenai tubuh wanita lembut namun terlihat tangguh ini, Vana sudah lebih dulu menangkap tangan suster Anna dan mendorongnya kebelakang hingga ia terjatuh ke lantai.
Vana mendorong kursi rodanya dengan cepat dan terus berusaha menghindari dua wanita iblis itu. Saat ia ingin keluar dari ruangan makan, pintunya sudah terkunci.
"Sial!!! pekik Vana
"Mau lari kemana kau Hah!! suster Lena berteriak lalu terbahak "Kau tidak akan bisa keluar dari ruangan ini sebelum Nyawa mu meregang!
"Dadar manusia ULAR!!! aku yakin Kalau yang membuat kekacauan selama ini adalah kau! tunjuk Vana "Tiba-tiba aku tertidur di tepi pantai dengan tubuh basah dan menjadi tontonan banyak orang, dan di kira aku akan bunuh diri! Dasar licik kau Lena! pantas saja setelah kau memberikan aku kopi lalu aku mengantuk dan hilang kesadaran ku!"
"Jadi kau sudah tahu kebenarannya, karena semua itu rencana aku!! wanita yang dahinya sudah berdarah-darah bangun dari lantai dengan susah payah dengan di bantu suster Anna. Suster Lena menatap Nayang pada wanita tangguh di depannya.
"Itu belum seberapa, masih ada lagi rahasia yang belum kau ketahui. Pasti kau akan terkejut bila aku beritahu kebenarannya." Suster Lena tersenyum sinis lalu mengeluarkan ponselnya dan saku bajunya dan memperlihatkan adegan mesra yang tidak pernah Vana Pikirkan sebelumnya. Mata Vana membulat sempurna saat melihat tubuh telanjang Suster Lena bersama tubuh Nathan yang polos. Hatinya langsung menclos, debaran jantungnya berdetak sangat cepat dan Denyutan jantung nya terasa nyeri.
"Ya Tuhan, apa ini? kenapa kak Nathan bisa melakukan hal seburuk itu dengan suster Lena! Vana menggeleng tak percaya seraya membuang nafas kasar "Apakah selama ini mereka memiliki hubunga? tetapi kenapa kak Nathan bersandiwara seakan tidak ada hubungan terlarang di depan ku! Ternyata mereka sudah melakukan perbuatan yang menjijikkan." batin Vana berkata lirih, kini rasa benci kepada Nathan semakin bertambah dengan adanya foto-foto adegan ranjang itu.
"Tes! airmata Vana jatuh ke pipi mulusnya "kenapa aku harus menangis, bukankah aku sudah tidak mencintai kak Nathan, lalu kenapa hatiku sesakit ini? apakah aku masih mencintainya?! tidak! aku sudah tidak pernah mencintai nya lagi, hatiku sudah lama mati!!! pekiknya dalam hati, dan lelehan air mata Vana mengalir bebas
Hahahaha... sekarang terbukti bukan? disini siapa yang di cintai? kau itu hanya wanita lumpuh yang kebetulan mendapat perhatian dari Nathan, tetapi untuk hatinya tidak akan pernah ada untukmu!!
"Sekarang pergi dari rumah ini, kalian jangan mengusik kehidupan ku!"
"Tidak semudah itu! suster Lena terkekeh dan melupakan rasa sakit di keningnya "Kau sudah mengetahui rahasia besar ku dan lebih baik aku akhiri hidupmu agar tidak menyusahkan aku yang ingin mendapatkan cinta Nathan!"
Suster Lena menoleh kearah suster Anna seakan memberi kode dari tatapan matanya lalu mereka berdua berjalan mendekat ke arah Vana yang masih terpaku di ambang pintu. Vana mendorong kursi rodanya untuk menghindar dari dua wanita ular di depannya. namun Vana tidak berkutik saat dua orang wanita itu menarik tangan Vana hingga tubuh Vana terlempar ke lantai. Vana langsung terduduk dan mundur kebelakang dengan kedua tangannya sebagai penopang.
"Bila kau mencinta Kak Nathan, ambillah dan minta lah dia untuk menikahi mu! ucap Vana masih terus mundur kebelakang.
"Pasti itu akan aku lakukan! namun, keberadaanmu telah membuat Nathan melupakan diriku dan ternyata ia tergila-gila padamu, padahal kami sudah sering melakukan hubungan itu! pekik suster Lena terbahak seraya mengacungkan pisau ditangannya kearah Vana.
Tidak ada pilihan lain, Vana mendongak dan menarik taplak meja makan hingga hidangan di atas meja berhamburan dan benda pecah belah berantakan di lantai. Vana mengambil pisau buah yang berada di lantai tak jauh dari tempat nya duduk. dengan gerakan cepat, pisau itu Vana lempar ke arah suster Lena.
"Seeettttttt!!!
"Aaahhhkkkk!
Suster Lena terkejut dan berteriak saat benda tajam itu mengenai tangannya dan darahnya berceceran. Saat suster Lena tersadar, Vana sudah tidak ada di depannya.
"Kemana wanita itu?! teriak suster Lena.
(Nanti di lanjut ya, bunda ngantuk banget 🙏)
💜💜💜💜