Takdir Cinta Twins

Takdir Cinta Twins
Siapa Stefany


Davina membuka pintu dan menutupnya kembali, di dalam kamar tidur tidak ada lagi sosok Robert. "Kita harus selesaikan malam ini juga Mas! aku tidak akan tenang sebelum kau mengatakan yang sebenarnya." Davina berbicara sambil melangkah meninggalkan kamarnya.


Langkah kaki Davina semakin cepat berjalan untuk mengejar Robert yang sudah meninggalkan ruangan tamu, ia melangkah pergi menuju mobilnya yang terparkir didepan teras rumah.


"Mas tunggu!"


"BRAKK!!


Lagi-lagi Robert membanting pintu mobil dengan keras. Davina tidak tinggal diam, ia buru-buru membuka pintu mobil dan duduk bersebelahan dengan Robert.


"Kau mau apa? turun lah! perintah Robert dengan tatapan kesal.


"Tidak! Aku tidak akan turun dari mobil ini sebelum kau jelaskan semuanya!" sungut Davina tak kalah emosi.


"Kau hanya membuat aku semakin kesal!" tukas Robert seraya menstsrter mobil


"Kau pikir aku tidak kesal dengan sikap mu yang tiba-tiba marah tak jelas begini! umpat Davina tak mau kalah.


Robert Ya sudah terlanjur menstarter mobilnya, mulai melaju dengan cepat ke arah pintu gerbang. Dua orang satpam yang melihat Tuannya hampir menabrak gerbang pintu, dengan terburu-buru mendorong pintu besi itu. Mobil meleset cepat meninggalkan kediaman mereka.


"Kata kan apa yang membuatmu seperti ini Mas!" pekik Davina saat mobil Jeep hitam itu melesat dengan kecepatan tinggi. Robert tidak menghiraukan teriakan Davina yang terus saja meminta penjelasan. Mata hatinya dibutakan oleh kecemburuan pada foto-foto masalalu sang istri.


"Mas! apa kau tuli?!


"Mas berhenti!!!!! teriak Davina saat sebuah mobil truk muatan batu kali hampir saja menabraknya. Dengan cepat Robert membanting stir ke samping dan menghantam trotoar jalan raya hingga melewati pagar pembatas.


Ciiiiiiiitttttttt!!!!!!!


Ban mobil berdecit hingga terhenti tepat di ujung jurang. Davina terbentur dashboard, Sementara Robert terbentur stir saat rem mendadak. untung saja tidak ada yang terluka parah, hanya memar di dahi Davina. Robert menarik nafas panjang dan di hembuskan perlahan saat mobil tidak sampai masuk jurang. pria blasteran yang berprofesi sebagai seorang Dokter itu, terpaku dan terdiam sambil menatap lurus kedepan.


"Hampir saja!" gumamnya pelan, ada tarikan nafas lega dan debaran jantung yang terus berirama.


Davina yang baru saja sedikit terguncang, menekan dadanya yang terasa sesak, ia langsung menoleh kearah sang suami dengan tatapan menghunus "Kau ingin kita mati! Hah...!!!!


Dengan kesal Davina menarik kemeja Robert "Kau tahu siapa aku? tatap mataku! bentak Davina yang mulai tersulut emosi, Robert menoleh kearah Davina yang sudah seperti singa lapar "Jangan pernah menguji kesabaran ku, bila tidak, sifat asliku akan kembali seperti dulu!" ancam Davina dengan nafas tersengal.


"Lepaskan baju ku, aku harus mundurkan mobil ini dulu, bila tidak kita akan masuk kedalam jurang bersama."


"Kenapa tidak sekalian saja kau terjun kan mobil ini ke jurang! biar kita sama-sama mati mengenaskan!


"Kau yang memulai semua ini bukan?! sekarang kenapa kau takut mati!" seru Davina, masih terus menarik kemeja Robert.


"Tok, tok, tok..


Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca jendela mobil dari luar, dengan terpaksa Davina melepas jeratan tangannya dari baju sang suami.


"Iya Mas! ujar Robert saat kaca jendela di turunkan.


"Mobil ini hampir masuk jurang dan sangat berbahaya Pak!"


"Iya saya mau mundurkan kebelakang, tadi sempat syok dan kaget.'


"Ayo Pak kami bantu." ujar pria muda itu dan di anggukan oleh Robert.


Robert menstsrter mobil dan memundurkan kebelakang, beberapa kali ia gagal mundur kebelakang sebab tanah lebih rendah dari jalanan beraspal. Beruntung ada beberapa kendaraan yang berhenti dan membantu untuk menarik mobil Jeep Robert menuju jalanan beraspal.


"Terima kasih banyak bang, Mas.." ucap Robert pada mereka. Robert masuk kedalam Jeep setelah berpamitan. Mobil melaju kembali dengan kecepatan rata-rata dan berhenti di sebuah tempat.


"Turunlah Mih, kita bicara disana." tunjuk Robert pada sebuah pondok yang terlihat nyaman dan asri, ia langsung melepas seat-belt nya.


"Aku tidak mau turun!


"Kita istirahat sebentar dan;minum dulu, baru aku akan minta penjelasan darimu."


"Penjelasan apa? Bukankah sejak tadi aku bertanya padamu? apa masalahmu sampai tiba-tiba marah padaku?!"


Robert membuang nafas kasar seraya merogohnya ponsel dalam saku celananya, lalu ia membuka aplikasi warna hijau dan mencari kontak si pengirim foto-foto masa lalu Davina.


"Ini siapa?! Robert menunjukkan foto masalalu Davina yang berada di rumah sakit, wanita yang sudah resmi menjadi istrinya sedang menggendong bayi mungil dan di rangkul oleh pria bule. Davina menoleh dan terkejut, bola matanya membola dengan sempurna, lalu merebut ponsel dari tangan suaminya. ia amati foto-foto itu dengan seksama, tiba-tiba Davina membekap mulutnya sambil menggeleng pelan, bersama keluarnya tetesan airmata yang berjatuhan di pipinya.


"Stefany.." gumamnya pelan, Davina berbicara dengan bibir bergetar menahan sesak, airmatanya terus membanjiri wajahnya.


"Siapa Stefany??? tanya Robert yang terus melihat sang istri menangis sesenggukan.


🥰🥰🥰


@Terimakasih banyak udah setia menunggu dan masih membaca Karya Bunda 🥰, Bunda nggak bisa balas komen kalian satu persatu, hanya ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada kalian, dan rasa syukur pada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah mempertemukan kita kembali dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin 🤲