Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
kebohongan publik


Praaannggg


Suara nyaring dari sebuah nampan beserta isinya yang di lempar kesembarangan arah mampu membuat seluruh mata tertuju pada sarah yang nampak marah.


"jadi kau datang menemui anakku untuk memberitahukan hal ini" Dengan bibir bergetar sarah menahan amarahnya pada pria bernama christ itu.


Melihat sarah yang marah membuat pria itu tertawa bangga "kenapa kau jadi sangat marah seperti itu, aku tidak sengaja bertemu anakmu dan membicarakan tentang ibunya bersama" ucapnya santai


"kau mengatakan padanya bahwa aku pelacur, bagaimana bisa manusia tidak berotak sepertimu masih hidup, kau bahkan di kelilingi orang orang pintar tapi kau tidak merasa rendah, bagaimana bisa itu terjadi kalau bukan karna kau bodoh tak berotak" ucap sarah dengan suara lantang membuat semua karyawan yang tengah makan menatapnya


"bodoh tak berotak kau bilang?" pria itu mendekati sarah tak terima dengan ucapan sarah


"kata itu masih ramah terdengar untuk orang sepertimu" membalas tatapan tajam pria itu


Karena merasa di hina di depan banyak orang pria itu lantas mengangkat tangannya ingin menampar sarah namun di tahan oleh temannya. Karna masih dalam keadaan emosi sarahpun langsung menyundul wajah pria itu dengan kepalanya sekuat tenaga hingga pria itu terjatuh dan mengeluarkan darah dari hidungnya.


"wanita sialan" umpatnya sambil menyeka darah yang keluar dari hidungnya. Sedangkan sarah pergi meninggalkan pria itu tanpa menoleh sedikitpun.


Perkelahian antara pria dan wanita itu menjadi heboh di kantor pihak pihak yang berwenang pun mengambil tindakan dan memberikan Surat Peringatan untuk sarah dan chris.


Berita itu pun sampai di telinga jungkook.


"apa,, maksudmu sarah yang saya kenal?" tanya jungkook memperjelas maksud dari sekretarisnya


"iya pak, ada masalah pribadi antar mereka dan puncaknya mereka berdebat di kantin" jelas sekretaris


"memangnya masalah apa?" tiba tiba jungkook penasaran


"saya rasa pria itu mengganggu sarah tanpa alasan yang jelas, dan dari berita yang beredar pria itu mengatakan hal buruk pada anak sarah" jelas sang sekretaris.


Mendengar itu jungkook termenung sambil kembali melihat ke luar jendela, ia kembali mengingat pesan yang dikirim untuk sarah yang tidak sengaja terbaca olehnya.


Ketika sedang menuju pintu untuk keluar kantor sarah melihat beberapa orang berhenti berjalan semua orang terlihat tengah mendengarkan pengumuman, sarah tetap berjalan heran sambil perlahan melihat ke pusat yang memberikan pengumuman.


"untuk kalian yang bekerja di bawah kepemimpinan saya, kenyamanan kalian bekerja juga hal yang penting untuk saya perhatikan, adukan keluhan pada pihak pihak yang berwajib jika kalian menerima hal yang mengganggu kinerja kalian" ucap suara yang terdengar tidak asing, sarah sudah tau siapa yang berhak berbicara seperti itu, tapi ia tetap mendekat mengikuti kerumunan orang orang.


Melihat sarah di tengah tengah banyak orang jungkook perlahan mendekatinya. Sarah yang menyadari jungkook menuju ke arahnya malah diam mematung saling menatap.


"tentang gosip yang beredar, apa salahnya jika sepasang kekasih bertemu di kantor ataupun di hotel?" ucap jungkook dengan mata menatap sarah.


"haaaaa,,?"


ucap serentak semua orang yang mendengar penuturan jungkook.


"jangan ada lagi orang yang berusaha mengirim pesan pesan tidak bermoral pada kekasih saya, ini peringatan pertama dan terakhir jadi harus di perhatikan" ucap jungkook lalu ia merangkul sarah yang kebingungan berusaha mencerna ucapan jungkook.


"jika merahasiakan hubungan ini membuatmu di lecehkan maka sebaiknya kita umumkan saja hubungan kita" ucap jungkook dengan suara sedikit nyaring agar di dengar semua karyawan di situ.


Sarah membelalakkan matanya terkejut, ia ingin menyangkal namun jungkook merangkulnya dengan kuat seolah memberi tanda untuk menurutinya saja.


Jungkook membawa sarah untuk masuk ke mobilnya, sarah dengan terpaksa mengikuti tindakan yang jungkook lakukan, karna jika ia mencoba mengelak itu pasti akan mempermalukan bosnya itu dan dia pasti akan jadi bahan gosip bulan bulanan karyawan lain.


"ini pasti akan lebih rumit lagi" gumam sarah tiba tiba di keheningan dalam mobil itu


"kenapa harus bicara seperti itu, jika bapak ingin membantu seharusnya bukan begini" lanjut sarah


"saya itu lebih pintar di bandingkan kamu, jika kamu tidak ingin di ganggu oleh orang lain berlindung lah di belakang saya" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan


"apa,,?" jungkook terkejut mendengar sarah.


Sarah diam memalingkan wajahnya ke luar jendela. Ia terkejut melihat jungkook memberhentikan mobilnya di depan toko mainan, pria itu keluar tanpa memedulikan sarah. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan beberapa paper bag yang berisi mainan dari toko tersebut. Tanpa bicara ia melanjutkan perjalanannya dan berhenti di gedung apartemen sarah.


"bagaimana bapak tau saya tinggal disini?" ucap sarah heran dan sedikit memiringkan badannya menatap bosnya itu.


Tanpa banyak bicara jungkook pun keluar di ikuti sarah dari belakang.


"dia mencari tau semua tentangku?" gumam sarah yang melihat jungkook menekan angka lantai lima pada lift di mana sarah tinggal. Sarah kembali membiarkan jungkook berjalan mendahuluinya, ia ingin tahu apa pria itu juga tau nomor apartemennya. Dan sarah kembali menatap jungkook sinis saat pria itu tepat berhenti di depan apartemennya.


"cepat buka pintunya, aku ingin bertemu cleo" ucap jungkook menatap sarah.


"berhentilah seperti ini, saya merasa tidak nyaman" ucap sarah yang masih dalam posisinya


Jungkook menghela nafas kasar "saya lakukan ini karna saya masih punya hati, jadi biarkan sifat baik saya keluar" ucapnya


"sepertinya bapak punya tujuan lain, jika memang benar bapak merasa punya hati dan punya kecerdasan sepertinya bapak tidak akan bertindak sejauh ini, bapak cukup minta maaf dan bersikaplah dingin seperti dulu, saya pastikan saya akan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi, meski sebenarnya hal itu selalu mengganggu tidur saya" jelas sarah karna merasa semakin tidak nyaman dengan apa yang di lakukan jungkook


"apa hal itu benar benar mengganggu tidurmu?" tanya jungkook dengan suara pelan.


"hmm, apa bapak pikir tidur tanpa busana dengan orang yang tidak kita sukai menyenangkan,? sayangnya kebanyakan hal seperti ini di derita oleh perempuan saja, bapak tidak akan paham. Makanya kenapa setiap berita pelecehan selalu wanita yang menderita trauma" ucap sarah.


"saya justru sangat mengerti sarah, karna itulah saya berusaha memperbaiki semuanya, justru karna itu saya melakukan semua ini" jawab jungkook


"bapak tidak mengerti, seandainya bapak mengerti bapak tidak akan pernah muncul di hadapan saya, tapi bapak justru melakukan pembohongan publik sehingga saya merasa semakin terjerat dengan bapak, mengingat kejadiannya saja membuat perasaan saya hancur bagaimana saya melupakannya jika bapak selalu muncul seperti sekarang" ucap sarah sambil menangis


Jungkook terdiam membisu mendengar dan melihat sarah menunduk menangis.


"kalian mungkin berpikir saya wanita murahan karna memiliki anak tanpa ayah, tapi ayah cleo adalah cinta pertama saya, mengingatnya saja masih membuat saya tersenyum" lanjut sarah.


"baiklah, saya berniat baik tapi ternyata cara saya salah, karna saya sudah terlanjur melakukan kebohongan itu, saya akan selesaikan sendiri nanti, kau tidak perlu cemas sarah, saya tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi nanti, jika kau ingin benar benar tidak terikat dengan saya, saya akan bicara dengan hrd untuk memecat kamu, saya juga akan pastikan kamu menerima pesangonnya" ucap jungkook. Saat ia akan pergi pintu apartemen sarah terbuka, tak lain yaitu cleo.


"pamankan yang di rumah sakit waktu itu?" ucap cleo sambil menatap jungkook.


Melihat anaknya sarah langsung menyeka air matanya dan mendekati cleo


"iya, ini untukmu!" ucap jungkook sembari memberikan paper bag berisi mainan itu.


"waaahh, paman benar benar menepati janjinya" seru cleo


"ayo paman masuk, bibi memasak makanan enak" menarik tangan jungkook


"tidak cleo, paman masih ada urusan, paman tidak bisa makan bersamamu" ucap jungkook sambil berjongkok mensejajarkan tingginya dengan cleo.


"kalau begitu lain kali kita bertemu yaa paman" ucap cleo sembari memeluk mainan yang di berikan jungkook.


"iyaa" ucap jungkook sambil mengangguk kecil.


Jungkook lalu berdiri menatap sarah yang diam sambil melipat kedua tangannya sedari tadi melihatnya dan cleo. Tanpa bicara jungkook pun berlalu melewati sarah.


"daaaahh pamann" teriak cleo sambil melambaikan kedua tangannya


"sudah, cepat masuk!" sarah lalu membawa cleo masuk, dan jungkookpun pergi tanpa menoleh sedikitpun.