Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
bicara dengan yoongi


''kenapa kau datang kemari?'' tanta yoongi sesaat setelah mereka memasuki kamar penginapan yoongi.


''aku ingin memberitahumu sesuatu sebelum pergi,,,''


''pergi kemana maksudmu?'' dengan cepat yoongi menyeka kalimat sarah, pria itu tiba tiba menatap sarah dengan dingin karena ucapannya.


Sarah sempat tegang karena ia merasa keceplosan mengatakan akan pergi, padahal ia berniat tidak memberitahu siapapun tentang pindahnya dirinya ''aku akan pindah ke tempat lain'' ucapnya jujur namun sedikit gugup.


''apa maksudmu?, kau ingin pergi bersama cleo maksudmu?, pergi berlibur atau ingin pindah?'' tanya yoongi sedikit menekan, ia merasa tidak suka dengan rencana sarah yang akan pergi. Pasalnya baru saja ia bertemu kembali dengan sarah dan anaknya.


Sarah menatap yoongi, dengan cepat ia memahami isi pikiran pria itu, ia memasang wajah tenang agar ayah dari anaknya itu ikut tenang dan bisa mendengar penjelasannya ''aku harus pergi dari tempat ini, aku tidak ingin cleo terganggu dengan masalah kita''


''kita itu tidak punya masalah sarah,,''


''aku!! Bukan kita, tapi aku penyebab masalah semua ini'' sarah memotong kalimat yoongi


''karena akulah semua ini terjadi, aku yakin kau akan berusaha meyakinkan aku bahwa semua ini bukan karenaku. Tapi lihat kenyataannya. Kini semua mata menyalahkanku, lebih lelah menjelaskan pada semua orang tentang kenyataannya di bandingkan aku harus diam dan menghilang'' lanjut sarah.


''apa sebegitu lelahnya? tidak bisakah kau sedikit bersabar?. Aku sedang merencanakan sesuatu agar kau dan cleo bisa di terima. Aku juga menghancurkan nama baikku hanya agar kau mendapatkan kembali kehormatan setiap orang. Apa kau pikir aku melakukan semua tanpa berpikir?''


''kau tidak berdiskusi denganku tentang apa yang terbaik, kau tiba tiba menceraikan istrimu dan mempublikasikan bahwa kau mempunyai anak. Cleo adalah anakku, sembilan tahun ini aku membesarkannya. Jadi tolong mari kita berdiskusi untuk masalah yang menyangkut cleo''


''kau juga tidak berdiskusi padaku ingin pergi''


Ucapan yoongi membuat sarah terdiam, sarah kemudian berjalan ke arah jendela kamar hotel dan duduk di salah satu sofa di kamar itu.


''kau benar tentang itu, tapi hari ini cleo mengatakan sesuatu yang membuatku merasa bersalah padamu'' ucap sarah.


Yoongi pun berjalan mendekati sarah dan duduk berhadapan ''apa yang cleo katakan?'' dengan penasaran yoongi bertanya.


Sebelum melanjutkan kalimatnya sarah menghela nafasnya perlahan ''dia sudah tau kau ayahnya''


Yoongi terkejut bukan main mendengar bahwa cleo sudah tau ia ayah kandungnya ''tapi, kenapa dia diam saja selama ini?'' tanyanya dengan perasaan masih terkejut.


''diaa bilang bahwa dia hanya belum siap, dia sangat terkejut saat tau ayah yang ia yakini sudan meninggal ternyata masih hidup. Jadi itu lah yang sulit dia terima''


Yoongi terdiam memahami semua kalimat sarah. Setelah cukup lama ia mengerti kenapa cleo tak ingin langsung mengatakan bahwa ia sudah mengetahui semuanya. ''kau benar,! ini terlalu mengejutkan baginya. Tapi artikelnya sudah terbit, aku tidak mungkin bisa menariknya kembali''


''maka dari itu aku ingin mengatakan padamu jika aku ingin pergi untuk menghilang sejenak, aku hanya ingin cleo tidak terganggu dengan hal ini sampai ia siap''


''baiklah, kau boleh pergi. Tapi, katakan padaku dimana kau akan tinggal.''


Setujunya yoongi namun ada syarat yang membuat sarah diam.


''aku tidak akan mengunjungi kalian sampai semua membaik, aku berjanji'' ucap yoongi kembali karna ia tau tentang pikiran sarah.


Mendengar itu sarah tersenyum, ''berjanjilah kau akan membuat semuanya baik baik saja. Aku akan mengirim lokasimu padaku saat itu tiba'' jawab sarah seraya tersenyum..


Mengetahui sarah akan pergi membuat yoongi merasa sedih, perasaannya yang masih tak hilang membuatnya kesulitan membiarkan sarah pergi, tapi itu adalah jalan yang terbaik menurut mereka saat ini.


Sarah yang tau tentang perasaan yoongi segera berdiri dan menghampiri yoongi ''aku akan baik baik saja, aku akan selalu mengabarimu. aku berjanji'' ucap sarah, ia pun langsung memeluk yoongi untuk perpisahannya.


Merasa sarah memeluknya membuat yoongi luluh, ia pun membalas pelukan sarah dengan erat dan berbisik ''bisakah kau jatuh cinta lagi padaku?'' bisik yoongi.


''kau tidak menolaknya'' ucap yoongi.


''tidak. Tapi, aku berharap kau akan mencintai wanita lain'' ucap sarah.


Yoongi terdiam, dalam hatinya ia merasa tidak mungkin mencintai wanita lain sedangkan sarah menjadi tahta tertinggi di hatinya, tapi dia juga tidak ingin membantah karena perasaan sarah yang sudah tidak ada lagi untuknya.


Saat sarah akan keluar dari hotel yoongi ia melihat sebuah paper bag yang berlogo sama dengan butik pengantin yang ia kunjungi bersama jungkook.


''apa ini?'' sarah menunjuk paper bag itu pada yoongi.


''ini dari jungkook, aku belum sempat membukanya'' ucap yoongi


Sarah sedikit emosi segera membuka isi paperbag itu ''dia menyerahkan ini padamu?'' tanya sarah seraya merentangkan pakaian di dalamnya.


Yoongi mengangguk. Sarah merasa sangat kesal karena jungkook menyerahkan pakaian itu pada yoongi. Meskipun stelan pasangan itu sebenarnya patut untuk yoongi dan cleo karena anak dan ayah kandung tidak membuat sarah tidak jengkel. Sarah mengingat saat saat baju itu di pesan.


''bagaimana menurutmu?'' jungkook bertanya pada cleo tentang kain waktu itu.


''aku tidak mengerti paman, memang nga untuk apa?''


''paman akan memesan baju yang sama untuk kita pakai saat pernikahan paman dengan ibumu nanti, jadi paman bertanya padamu bagaimana bagusnya''


Saat itu cleo sangat antusias memilih bahan untuk baju mereka, ia sangat bahagia dengan kehadiran jungkook yang akan menjadi ayah sambungnya kala itu.


''aku sangat tidak sabar akan memakainya nanti paman. Paman pasti sangat tampan'' raut cleo tak bisa berbohong jika dia sangat senang akan momen itu.


Mengingat itu semua membuat sarah kesal dengan jungkook yang tak bisa menghargai perasaan cleo, ia mengembalikan pakaian itu dan dengan cepat pergi dari kamar hotel yoongi.


''aku akan mengantarmu!'' melihat raut sarah yang sedikit kesal membuat yoongi khawatir.


''tapi aku harus ke suatu tempat'' tolak sarah.


''kau ingin menemui jungkook?'' tanya yoongi yang mengerti bahwa sarah kesal dengan jungkook setelah melihat baju itu.


''iya..''


''kau kesal karena dia memberikan baju itu untukku?''


''iyaa'' lagi lagi sarah menjawabnya dengan tegas.


Saat di mobil mereka diam seraya menunju apartemen jungkook. Yoongi berulang kali menoleh kepada sarah dengan perasaan yang juga sedang sedih.


''apa sebegitu kesalnya perasaanmu?'' tanya yoongi di sela sela keheningan mengemudi.


''cleo sangat menyukai jungkook, bagaimana bisa jungkook memberi kepada orang lain baju yang sangat di impi impikan anak itu. Bagaimana perasaan cleo jika tau tentang itu'' ucap sarah.


Yoongi hanya diam 'tapi aku ayahnya yang sebenarnya, akan lebih baik jika aku fan cleo yang memakainya' batin yoongi, namun ia tak mau mengungkapkannya di depan sarah.


''aku mengerti anakku, kita harus melihat bagaimana sisi pandangnya tentang ini. Kau bisa janjian dengan cleo membuat baju yang baru. Tapi jungkook, ia tak pantas melakukan itu, akan lebih baik dia membuang atau membakarnya diam diam'' sarah dengan pelan menjelaskan pada yoongi, meski tau yoongi akan tersinggung ia tetap pada pendiriannya bahwa apa yang jungkook lakukan salah.


Sarah sangat memahami anaknya. Anak itu sangat menyukai jungkook dan sudah mendesain baju bersama, bagaimana bisa jungkook memberikan baju itu pada orang lain dengan berdalih orang itu lebih pantas memakainya ketimbang dirinya, meski masih anak anak ia pasti terluka jika mengetahui hal itu.