Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
cleo mengetahui semuanya


Pagi hari buta sarah sudah bangun dan mempersiapkan segala barangnya, ia berencana akan pergi dua hari lagi. Menjelang itu, sedikit demi sedikit ia mengemasi barang barangnya. Saat masih dalam kesibukannya cleo menemui sarah yang sedang berkemas.


''apa ada yang bisa cleo bantu'' tanya bocah itu dengan tersenyum.


''ada, tolong ambilkan kotak di sana!'' sarah menunjuk sebuah kotak di belakang cleo. Anak itu pun dengan sigap mengambilnya dan menyerahkannya pada sarah.


Sambil membantu sarah mengemasi barang barang, raut cleo tak menunjukkan reaksi apapun tentang rencana pindahnya mereka.


''apa kau tidak sedih kita pindah nak?'' tanya sarah dengan sangat hati hati.


''tidak, cleo tidak masalah dimanapun kita tinggal'' ucapnya seraya tetap membantu ibunya melipat pakaian.


''jika kau ragu, kita bisa tetap di sini'' sarah menghentikan aktifitasnya.


''sebenarnya aku sedih'' tunduk cleo lesu. ''tapi bukan kerena meninggalkan tempat ini'' anak itu menghentikan kalimatnya sejenak ''tapi karena jika kita pindah mama masih terlibat dengan keluarga kim'' cleo melanjutkan kalimatnya.


''maksudmu apa sayang?'' sedikit terbata sarah bertanya.


''jika mama ingin menghindari paman jungkook dan paman yoongi, seharusnya mama meninggalkan seluruh keluarga kim, termasuk kakek young do''


''apa yang kau bicarakan sayang?''


''ma,, cleo sudah tau semuanya, cleo sebenarnya tau kenapa paman jungkook membatalkan pernikahan, cleo juga tau siapa sebenarnya paman yoongi''


Sarah menjadi bisu mendengar ucapan anaknya, ia sedikit mengganti posisi duduknya agar menghadap tepat di depan cleo.


''kita sudah terbiasa hanya hidup berdua, jadi untuk apa juga kehadiran mereka. Lakukan apa yang membuat mama nyaman saja. Tapi alangkah baiknya kita juga tak perlu memberitahu kakek kim young do dimana kita tinggal'' ucap cleo menjelaskan, entah mengapa anak itu menjadi sangat dewasa dalam berucap, sehingga sarah pun terdiam mendengar anaknya bicara.


''kau tau siapa paman yoongi?'' sarah kembali bertanya dengan gugup.


''hmm'' angguk cleo.


''jika kau sudah tau, kenapa selama ini diam?'' suara sarah mulai tertekan karena menahan rasa ingin menangisnya.


''mama terlihat sangat kecewa karnanya, lantas itu juga membuat cleo ikut sedih''


''kau tidak senang bertemu dengan ayahmu''


''tidak'' jawab cleo dengan suara jelas dan sedikit lantang. ''kau sangat senang bukan?'' sarah mencoba mengulik dalam perasaan cleo, ia menatap mata anaknya yang nampak sayu seraya menunduk, dari tatapan itupun sarah bisa menyimpulkan bahwa cleo sebenarnya bingung akan kehadiran yoongi ''maafkan mama karna menjadi egois'' sarahpun menangis seraya menutup mulutnya, tangannya meraih tangan mungil cleo dan menggenggamnya erat. ''maafkan mama, mama berniat memberitahumu secepatnya''


Cleo melepas tangannya dari genggaman sang ibu, ia berdiri dan memeluk sarah ''jangan menangis, cleo mengerti kenapa mama melakukan ini''


''dulu cleo bermimpi punya ayah dan kita tinggal dengan bahagia. Saat paman jungkook akan mengabulkan itu, paman yoongi tiba dengan membawa segala cerita di pundaknya. Dan, membuat semuanya menjadi berantakan'' cleo menghela nafasnya perlahan sebelum melanjutkan kalimatnya ''tapi, aku tidak membencinya, aku hanya terlalu menyukai paman jungkook hingga aku merasa sedikit kesal dengan paman yoongi''


''paman yoongi tidak bersalah sayang, dia tidak berniat menghancurkan mimpimu, hanya saja paman yoongi masih terluka'' sarah berusaha memberi pemahaman agar cleo tidak membenci ayah kandungnya.


''apa terlukanya seperti yang mama rasakan saat di rumah sakit dulu?'' tanya cleo saat ia mengingat bagaimana sarah menangis sampai tak bisa bersuara ketika ia di diagnosis penyakit ganas.


''iyaa'' dengan jelas sarah menjawab pertanyaan anaknya ''itu sangat menyakitkan, bisa kau pahami sekarang nak?'' lanjut sarah.


''kenapa kita harus mengerti padanya, meskipun ia menangis darah karena menyesal, itu tetap tidak setimpal dengan apa yang telah kita lalui'' cleo mulai menampakkan emosinya yang tersimpan selama ini


''tidak ada yang sulit sayang, kita sudah melaluinya'' rayu sarah


''apa yang mudah, semuanya selalu sulit, mama saja yang tidak pernah menampakkannya padaku. Mama pikir aku gak tau saat mama di seret keluar oleh penjaga toko waktu itu, apa mama pikir aku juga gak tau kalau mama hanya tidur dua jam sehari saat aku di rawat.'' cleo pun dengan berderai air mata mengungkapkan perasaannya ''dia mungkin tidak sengaja, cleo hanya membenci takdir ini, sehingga cleo tidak tau bagaimana melampiaskannya'' lanjut bocah itu.


''kalau begitu tenangkan dirimu dulu sayang, dan katakan apa yang kamu mau?'' Karna cleo masih dalam emosi sembari menangis sarah menenangkan putranya dan membaringkannya di atas kasur agar tertidur.


''dia menyimpan semua perasaannya, dan meledak ketika ada kesempatan mengungkapkannya'' batin sarah seraya mengelus rambut cleo yang berbaring di atas kasur. Melihat anaknya sudah tertidur sarah mengambil ponselnya yang sempat menyala.


'artikel apa lagi ini?' batinnya karna ia melihat judul artikel yang melibatkan nama yoongi. Dengan sangat terkejut sarah spontan menutup mulutnya ketika tau yoongi mengumumkan pada publik bahwa ia telah memiliki anak dari kekasihnya dulu. ''apa yang ia lakukan?'' panik sarah, pasalnya baru saja cleo mengatakan bahwa ia masih belum bisa menerima yoongi sebagai ayahnya.


Sarag pun kembali ke kamarnya dan bersiap ingin menemui yoongi. Tak butuh waktu lama ia sudah tiba di hotel tepat dimana yoongi menginap.


''permisi saya ingin bertemu tamu yang bernama kim yoongi'' tanya sarah kepada seorang resepsionis.


''apa anda sudah membuat janji?'' tanya pelayan hotel sedikit curiga dengan sarah. Merasa pelayang hotel memperhatikannya dengan aneh, sarah sedikit meremas bajunya karna gugup. Ia bahkan tidak bisa menghubungi yoongi karna tak menyimpan nomor yoongi di ponselhya.


''jika dia ada disini, katakan sarah ada menunggunya'' ucap sarah meyakinkan pelayan bahwa ia sudah mengenal yoongi.


Di saat bersamaan seorang pelayan lain berbisik, dan membuat keduanya menatap sarah dingin.


''baiklah saya akan menghubungi tua yoongi'' ucapnya tiba tiba, pelayan lainnya pun membawa sarah ke kursi tunggu yang tak jauh dari meja resepsionis. Pelayan hotel yang berbisikkan seraya memperhatikan sarah membuatnya salah tingkah, ia sedikit menggaruk lekuknya dan berusaha mengalihkan perhatiannya.


''Ayo kita ke kamar'' yoongi datang tiba tiba dan langsung menarik lengan sarah.


''yoongi lepaskan, kau mau membawaku ke kamarmu untuk apa?'' ucap sarah kecil karna rak ingin di dengar orang lain.


Merasa sarah yang melawan dan ingin melepas genggamannya membuat pria itu berhenti dan berbalik menatap sarah. Yoongi memberikan kode melalui matanya dan menunjuk seorang pria yang tak jauh dari mereka.


Sarah kemudian menyadari bahwa ada seorang paparazi yang mengikutinya. Setelah itu pun ia mengikuti yoongi ke kamarnya dan bicara di sana.