Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
diantara kita tidak ada yang menginginkan anak itu


Setibanya di kediaman jungkook dengan di ikuti yoongi di belakangnya sarah berjalan pasti ke pintu unit jungkook.


Jari sarah memencet bell rumah jungkook, wajahnya terlihat kesal menunggu jungkook membuka pintu.


Setelah beberapa saat menunggu, Pintu pun perlahan terbuka. Namun, wajah di balik pintu bukanlah wajah yang di harapkan sarah. Sarah sedikit tertegun melihat seorang wanita dengan pakaian minim yang membuka pintu rumah jungkook.


Sarah seperti bisu tak bisa mengucapkan kata apapun, matanya mengedip berulang ulang kali memastikan yang ia lihat, entah kenapa perasaannya menjadi sangat pedih saat menyadari ada seorang wanita di kediaman jungkook.


Wanita itu tak lain adalah sun woo mantan kekasih jungkook. Ia juga kebingungan karena sarah terdiam saat melihatnya, sun woo pun mengalihkan pandangannya pada yoongi yang berada di belakang sarah. Saat melihat yoongi ia mengangkat alisnya menyadari bahwa sarah adalah wanita yang hampir menikah dengan jungkook.


''dimana jungkook?'' tanya yoongi seraya maju melangkah lebih depan dari sarah .


''dia sedang mandi'' sun woo sedikit gugup menghadapi yoongi, namun ia berusaha mengatur gestur badannya agar tidak gugup di hadapan yoongi.


Yoongi menatap sinis sun woo, tatapannya itu membuat sun woo tak nyaman. ''kenapa kau bisa ada di sini?'' tanya yoongi seraya melewati sun woo yang berada di pinggiran pintu. ''apa jungkook yang membawamu kemari?'' lagi lagi yoongi menyerbu sun woo dengan pertanyaan singkat namun mampu membuat sun woo membeku.


''aku,,,,,'' sun woo menghentikan ucapannya, ia menggaruk punggung tangannya seraya menunduk.


''siapa yang datang?'' suara jungkook membuat ketiga orang itu menoleh ke arah nya. Jungkook merapikan ujung bajunya, terlihat jelas jika dia baru saja selesai mandi dan memakai baju. Dengan rambutnya yang setengah kering membuat pria itu sangat tampan, matanya mengitari orang orang yang berada di rumahnya, namun tatapan tajamnya melemah saat ia melihat ke arah sarah.


''kenapa kalian kesini?'' tanya jungkook seraya menghampiri yoongi dan sarah.


Sarah yang awalnya ingin mengutarakan kekesalannya pada jungkook tiba tiba melemah, ia tak lagi berniat untuk membicarakan atau membahas sesuatu dengan jungkook. Yoongi menatap sarah dengan bingung, pasalnya beberapa saat lalu sarah terlihat marah ingin segera menemui jungkook. Namun, ia terlihat berubah pikiran saat melihat sun woo ada di tempat jungkook.


Melihat yoongi yang menatap sarah membuat jungkook menyimpulkan sesuatu, ia dapat mengerti bahwa sarah yang ingin bicara dengannya.


''ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?'' tanya jungkook dengan santai, namun itu hanya di mulutnya saja, padahal saat ini detak jantungnya berdegup tak karuan ketika menatap sarah.


Sarah masih diam. Menghadapi perasaan yang tidak jelas itu membuat sarah kehilangan semua pikirannya, saat ini entah mengapa rasanya sangat sulit menarik nafas bagi sarah.


Melihat sarah yang terdiam mematung membuat jungkook kebingungan, ia menatap yoongi dan sun woo sejenak, sampai akhirnya jungkook menarik tangan sarah keluar dari apartemennya menjauh dari sun woo dan yoongi. Ia berpikir sarah ingin bicara empat mata dengannya, karena itulah ia membawa sarah keluar.


Sarah melepaskan tangan jungkook yang tengah menariknya. Jungkook menghentikan langkahnya tepat di depan pintu lift, ia menghela nafasnya dalam seraya mendongak ke atas, ia lalu berbalik menatap sarah. ''apa yang ingin kau bicarakan?, tolong jangan buang waktuku'' ucap jungkook seraya menatap malas sarah, ia berusaha bersikap dingin agar sarah semakin membencinya.


Mendengar penuturan kasar pria yang ada di depannya membuat sarah mengantupkan mulutnya rapat, ia menelan salivanya sebelum mengatakan sesuatu. ''apa aku mengganggu waktumu dengan wanita tadi?, apa kau benar benar kehilangan waktu luangmu karnaku?'' tanya sarah dengan suara menekan.


''kau bicara seolah aku pengganggu hidupmu?'' sambung sarah. Sarah kemudian menyadari sebuah paperbag yang ia pegang, ia lalu melemparkannya pada wajah jungkook.


Jungkook menutup matanya saat sebuah bungkusan di lempar ke wajahnya, ia tidak tau apa yang membuat wanita di depannya begitu marah sampai akhirnya jungkook melihat apa yang ada di isi paperbag itu berhamburan. Namun, ia hanya menatapnya dengan dingin berharap diamnya dapat menjelaskan apa yang membuat sarah marah.


''jika kau ingin mengubah dirimu menjadi pria jahat, jangan libatkan aku ataupun cleo. Bersikaplah semaumu tapi jangan libatkan kami'' ucap sarah sedikit nyaring.


Jungkook mulai kehilangan kesabarannya, ia lalu mencengkram lengan sarah dan menyandarkannya di dinding. "kau belum pernah melihat ku jahat?'' ucap jungkook dengan wajah menyeringai. ''sebuah kebaikan ku berikan padamu. Namun, kau berpikir aku bersikap jahat padamu?'' ucapnya lagi.


Mendengar jungkook mengatakan bahwa ia melakukan kebaikan membuat sarah mencibir ''lalu menurutmu apa yang kau lakukan sekarang?'' sarah menunjuk lengan jungkook yang menekannya pada dinding. ''kau menghancurkan perasaan cleo, dia sangat menyukaimu. Tapi lihat yang kau lakukan!'' sarah menunjuk baju yang berhamburan dari paperbag yang ia lempar.


Jungkook melepas cengkramannya pada lengan sarah, ia mulai menyadari kesalahannya, matanya menunduk menatap baju yang berserakan di lantai, gambaran baju itu membuatnya mengingat saat saat bersama cleo. Namun pria itu bersikukuh terlihat cuek. ''ini hanya sebuah baju.'' ucapnya tanpa perasaan ''Apa Kau marah karena aku memberikan baju ini kepada orang yang pantas, atau kau marah karena batalnya pernikahan kita?'' tanya jungkook penasaran.


''kau melakukannya atas kehendakmu sendiri bukan,?'' lanjut sarah.


''bahkan kau membatalkannya pun dengan sepihak. Apa hidupku ini milikmu?''


''sesuka hatimu melakukan sesuatu dan mengatur kehidupan orang lain?''


''kau memberikan baju yang cleo impikan di pakai bersamamu pada orang lain!''


''kau tidak perlu memberi yoongi baju itu, yoongi akan membuat lebih banyak bersama cleo nanti. Tapi hal yang kau bilang bukan apa apa ini pasti sangat melukai hati anakku''


Kalimat yang di lontarkan sarah dengan nada tertekan mampu membuat jungkook berdiri lemah.


''aku tidak pernah mengatur apapun tentang kehidupanmu'' jawab jungkook lemas seraya tetap menatap sayu mata sarah.


''Benarkah?''


''kalau begitu dengar baik baik!!''


''tidak akan ada pernikahan antara aku dan yoongi''


ucap sarah dengan tegas, sarah begitu kecewa karena tau jungkook melakukan itu semua agar yoongi bisa kembali padanya. Namun, hal itu melukai harga diri sarah dan anaknya, terlebih anak yang dikandungnya adalah anak kandung jungkook.


''jadi, hubungi agen wo jika pernikahan anak dari keluarga kim tidak akan pernah terjadi''


Seusai mengatakan itu, sarah berniat meninggalkan jungkook yang masih terdiam.


Jungkook menahan lengan sarah yang hendak pergi, ''kau harus menikah dengan kak yoongi'' ucapnya sendu, terdengar lirih seakan memohon dengan sangat.


Sarah menoleh dan menatap jungkook heran, alisnya mengkerut bingung dengan ucapan jungkook yang benar benar memaksanya kembali pada yoongi.


''aku melakukan ini karna cleo butuh ayah kandungnya'' ucap jungkook memperjelas maksudnya.


''Cleo sudah terbiasa tanpa ayahnya hampir sepuluh tahun ini. Kenapa kau memikirkan anak orang lain tapi tidak memikirkan anakmu sendiri?'' sarah memegang perutnya yang sedikit membuncit.


''cleo adalah anak kak yoongi, aku sangat menyayangi yoongi, begitupun dengan darah dagingnya''


''lagi pula diantara kita tidak ada yang menginginkan anak itu''


Mendengar kalimat mengerikan dari mulut jungkook membuat sarah melayangkan tangannya kuat tepat di wajah jungkook. Kini sarah terengah dengan mata merah penuh amarah terhadap pria yang ada di depannya. ''bagaimana bisa,,,,''


''bagaimana bisa kau tega mengatakan hal itu tentang anakmu'' ucap sarah terbata, sampai akhirnya sarah menunduk menangis seraya memeluk perutnya. Sesekali tangannya mengusap buliran air mata yang jatuh membasahi pipinya.


''aku berharap anak ini tidak mendengar ucapanmu itu'' ucap sarah kecewa seraya memegang perutnya.