Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
semangat baru


''seharusnya kau bicara pada jungkook tentang ini, tidak bisaa mengambil keputusan sepihak begini'' ucap bibi tum kesal setelah mengetahui batalnya pernikahan sarah. Sementara sarah hanya diam sambil membawa piring kotor menuju wastafel untuk di cuci.


''kau tidak berusaha mengajaknya bicara?'' tanya bibi tum sambil bersandar pada lemari es dengan tangan melipat sembari menatap sarah yang tengah mencuci piring.


''bicara tentang apa?'' jawab sarah pelan sambil tetap mencuci piringnya, ia tak mau terlihat panik tentang hal itu.


''anakmu, setidaknya untuk anak yang kau kandung ini'' bibi tum menghampiri sarah dan menunjuk ke perut sarah.


Sarah menghentikan aktifitasnya sejenak, ia mengatur nafasnya berusaha berpikir jika ini adalah keputusan yang terbaik. Namun jika ia teringat akan kandungannya ia kembali merasa ling lung.


''jungkook juga tau tentang anak ini, tapi nyatanya, ia memutuskan untuk tidak bertanggung jawab padanya. Lantas apa yang ku harapkan dari pria seperti itu... Bibi ingin aku membicarakannya dan berharap pernikahan ini berlanjut, sehingga anakku hidup dengan ayah yang pernah membuangnya. Aku berpikir, akan lebih baik jika ia hidup tanpa ayah''


Mendengar ucapan sarah membuat bibi tum terdiam sejenak ''banyak orang yang melakukan kesalahan dalam hidupnya sarah, siapa tau jungkook hanya sedang tersulut emosi mengetahui tentang masa lalumu dan yoongi'' bibi tum berusaha mencoba merayu sarah.


''aku tidak ingin jadi wanita bodoh yang selalu memaklumi kesalahan orang lain, aku yakin dia juga pasti tidak merasa bersalah'' sarah mengelap tangannya seusai mencuci dan masuk ke kamarnya meninggalkan bibi tum di dapur sendirian.


Meski bersikap biasa saja dan berucap tegas di hadapan bibi tum, sebenarnya sarah juga tidak terima di perlakukan begitu oleh jungkook, kekecewaannya hampir membuatnya menangis, namun ia berusaha menahannya, sarah duduk di sisi kasurnya dan tangannya meremas kuat sprei yang ia duduki, sebelum akhirnya ia berangkat menuju kantor.


Batalnya pernikahan sarah dan jungkook dengan cepat menyebar di seluruh kantor, sarah yang hanya karyawan biasa selalu menerima cemoohan orang orang kantor, berbeda dengan jungkook, tidak aada seorang pun yang berani mengatakan apapun padanya, karna ia seorang pemimpin di sana.


Lisa dan orang orang di tim pemasaran menatap sarah yang baru tiba, sekilas sarah menatap mereka, namun ia dengan biasa menuju ke meja kerjanya dan duduk.


''sarah,,,'' panggil lisa yang berada tepat di sampingnya


Sarah menoleh ke arahnya dan tersenyum tipis ''iyaa?''


''berita itu benar ya?''


Sarah hanya mengangguk pelan tak menjawab apapun, namun dari raut wajahnya semua orang di timnya tau bahwa ia membenarkan tentang berita simpang siur itu.


Lisa dengan cepat memeluk sarah dari samping sambil mengelus elus lengannya, berharap pelukan itu bisa menenangkan sarah ''semua akan baik baik saja'' ucap lisa.


Tak tau harus bagaimana sarah pun ikut mengelus tangan lisa yang memeluknya ''tentu,,, semua akan baik baik saja'' jawabnya berusaha meyakinkan temannya.


Karna gosip yang terus menyebar, sarah menjadi tidak konsentrasi saat bekerja, ia berulang kali salah membuat laporan.


''istirahatlah, kau bisa melanjutkannya nanti'' ucap pak chen yang sedari tadi memperhatikan sarah.


Merasa apa yang di ucapkan pak chen benar, sarahpun mengangguk, ia lalu berjalan menuju pantry untuk sekedar membuat minuman hangat, berharap dapat merilekskan pikirannya.


Lisa kembali datang menemui sarah yang tengah minum, sembari membawa makanan ''sebaiknya kau tidak perlu ke kantin'' ucapnya sambil menaruh nampan berisi makanan. ''semua orang membicarakan mu'' lanjutnya.


''tentu saja, mereka tidak mungkin membicarakan jungkook''


''tapi sar, berita nya malah simpang siur, ada yang mengatakan jungkook membatalkan pernikahannya karna kau berselingkuh dengan kakaknya, dan sedang mengandung anak kakaknya''


''itu tidak benar''


''aku memang tau itu tidak benar, tapi kenapa beritanya bisa seperti itu, aku yakin pasti ada sesuatu yang membuat orang jadi berpikir begitu''


''sudahlah,, beberapa hari lagi hal ini juga akan hilang dari pembahasan'' sarah mengambil nampan berisi makanan yang di bawa lisa dan memakannya di sudut ruangan.


''masuklah, saya ingin bicara'' ucap kim young do sambil membuka pintu mobilnya untuk mempersilahkan sarah masuk.


Sarah memberikan senyum tipisnya dan masuk ke dalam mobil young do. Beberapa menit perjalanan mereka sampai di sebuah restoran kecil dan masuk ke dalamnya.


''kau pesan dulu makanan untukmu!'' ucap young do mengatakan pada sarah sambil duduk di kursinya.


''terima kasih'' jawab sarah sambil memilih makanan di menu. Karna tidak ingin ambil pusing dalam memilih makanan, sarah pun memilih makanan termurah di. restoran itu.


''saya mau pesan pasta aglio o lio saja'' ucap sarah pada seorang pelayan.


''buatkan yang sama juga untuk saya'' ucap young do juga pada seorang pelayan.


Setelah mencatat pesanannya, pelayan itu pun pergi, dan saat itulah young do mulai memperhatikan sarah. ''maaf atas perlakuan kedua anak saya sarah'' ucapnya penuh permohonan. ''saya sudah tau semua, tentang kalian''


''kenapa tuan yang meminta maaf?'' ucap sarah, karna memang young do tidak perlu melakukan itu pikirnya.


''karna kedua anak saya sepertinya tidak ada yang merasa bersalah, saya merasa malu dengan itu''


''beruntungnya mereka memiliki ayah sepertimu'' sarah tersenyum terharu melihat ketulusan young do memohon maaf untuk kedua anaknya. ''saya mengalami banyak masa sulit karena anak bapak,,,'' sarah menghentikan ucapannya dan ia sedikit tertawa ''Maaf saya mengucapkan ini,, tapi hati kecil saya benar benar belum bisa memaafkan mereka''


''tentu saja, kau butuh waktu,''


''maaf, tapi saya tidak ingin berpikir begitu, bertahun tahun saya menghadapi hinaan, kesusahan, dan penderitaan karna anak bapak, jadi rasanya tidak setimpal dengan memberinya maaf'' tak perduli pada siapa ia berucap, sarah dengan lantang mengutarakan bahwa ia tidak ingin memaafkan yoongi dan jungkook.


Young do hanya diam mendengar setiap ucapan sarah. Bukan tanpa alasan, ia melihat sarah yang berucap dengan suara bergetar membuatnya berpikir bahwa sarah ingin mengeluarkan semua yang mengganjal di hatinya, itu sebabnya ia diam membiarkannya berucap.


''apa saya egois?'' sarah bertanya tentang sikapnya pada young do yang dengan lantang mengucapkan tak mau memaafkan anaknya.


''tidak, mereka pantas menerimanya'' young di berusaha menggapai lengan sarah dan sedikit mengelusnya. ''tapi bolehkah aku meminta sesuatu padamu?'' lanjut young do.


''apa?'' tanya nya lembut.


''saya sangat merindukan kehadiran anak kecil dalam hidup saya, saya sangat terkejut mengetahui fakta bahwa cleo adalah anak yoongi, yang dimana kami semua melewati masa masa kecilnya, terlebih sekarang kau juga tengah mengandung anaknya jungkook,,''


''mendengar anda mengucapkan itu membuat saya malu. Saya hamil dengan kedua anakmu'' sarah tertunduk malu.


''saya tidak bermaksud mengatakan itu, kita semua tau apa yang terjadi, saya tau kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi yang saya inginkan adalah kau mengijinkan saya untuk bertemu dengan cucu saya''


''tapi saya tidak ingin menikah dengan anak anda'' ucap sarah khawatir karna ia takut di mintai untuk menikahi yoongi ataupun jungkook.


''tidak, anak saya tidak pantas untukmu, pergilah cari ketenanganmu sarah, hidupi anakmu dengan layak, dan menikahlah dengan seorang pria baik suatu saat nanti. Tapi tolong tetap ijinkan saya menemui anak anakmu nanti''


''anda,,,,'' ucapan sarah terhenti karna ia mulai sesenggukan menangis.


''saya akan membantu ekonomi kamu, saya juga akan menyediakan tempat tinggal dengan namamu, jadi jangan khawatir, dan saya juga tidak akan mengatakan pada mereka tentang ini, saya membantumu menghukum mereka''


''terima kasih pak,,, terima kasih banyak'' tunduk sarah memberi hormat padanya.


''jangan khawatir nak, semuanya akan membaik nanti, dan aku berdoa semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu'' ucap young do berusaha menenangkan sarah agar tak menangis.