Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
kasih sayang jungkook pada yoongi


Seusai bertemu hani, jungkook langsung kembali ke apartemennya untuk beristirahat. Sebelum itu, ia berniat untuk mandi dan mengganti pakaiannya, ia pun memasuki sebuah ruangan di mana bajunya tertata. Namun, ada sebuah kotak yang mencuri perhatiannya, ia pun mengambil kotak itu dan membukanya, sepasang stelan kemeja senada untuk ayah dan anak yang sengaja ia pesan untuknya dan cleo, yang niatnya di pakai di hari pernikahan. Jungkook mengelus pelan baju itu sambil membayangkan ia dan cleo berdiri di altar pernikahan.


"apa yang sedang ku bayangkan'' ucapnya seraya menggeleng. Ia pun dengan cepat memasukkan baju baju itu kembali ke dalam kotak khusus.


Saat jungkook membaringkan tubuhnya di kasurnya, ia kembali mengingat dimana saat yoongi memeluk sarah ''keputusan apa yang akan kau ambil sarah?'' gumamnya. Namun, ia kembali mengacak rambutnya kesal ''kenapa aku terus memikirkan dia'' ia lalu bangkit dari kasurnya dan mengambil laptopnya. ''sebaiknya aku harus menyelesaikan pekerjaanku'' ucapnya berusaha mengalihkan ingatannya tentang sarah. Bekerja siang dan malam membuat jungkook kelelahan, ia pun tertidur dengan laptop yang masih menyala di atas perutnya.


Pagi harinya pria itu terbangun dan bersiap untuk kembali bekerja, karna sebenarnya hari itu adalah pernikahannya dan sarah jadi tidak ada pekerjaan sama sekali, namun ia mencoba tetap sibuk seraya mengalihkan ingatannya.


Setibanya di kantor, jungkook langsung menemui rebecca yang sudah menunggunya di ruangannya.


''selamat pagi pak'' ucap rebecca seraya menata barang jungkook yang ada di atas meja.


Jungkook hanya mengangguk tak bersuara, ia melepas jasnya dan duduk di kursinya ''jam berapa sidangnya di mulai ?'' tanya jungkook.


''pukuk sepuluh waktu setempat pak''


''berarti sebentar lagi'' jawabnya santai.


''apa kita benar benar tidak usah datang?'' tanya rebecca


''aku tidak ingin kita terlihat menonjol di sana, lagi pula semua sudah di urus oleh orang kepercayaan ku''


''aku harap sidangnya berjalan lancar''


Jungkook terdiam, meski merasa sangat yakin bisa memperbaiki nama ibunya ia masih menyimpan rasa khawatir dalam dirinya. ''kenapa dia tidak muncul juga'' ucapnya bingung karna ibunya tak menunjukkan dirinya.


''aku rasa dia sedang mengamati kita, aku rasa dia akan keluar saat persidangan menyatakan ia tak bersalah''


''kau benar,, jika ia menampakkan dirinya sekarang bukan tidak mungkin kim dami akan melakukan sesuatu padanya'' jawab jungkook.


Rebecca tersenyum kecil.


''ada apa?'' tanya jungkook sambil melirik rebecca.


''hari ini sebenarnya tidak ada pekerjaan apapun untuk kita''


''kenapa tidak ada?'' tanya jungkook


''seharusnya hari ini adalah pernikahan bapak, jadi jadwal sudah di kosongkan dari hari ini hingga satu minggu kedepan'' jawab rebecca.


Jungkook terdiam setelah mendengarnya, ia melihat ke sebuah kalender yang berada di sisi mejanya. 'aku sudah membuat keputusan untuk membatalkannya' batin jungkook seraya menatap tanggalnya.


tok tok tok


ketukan di pintu membuat jungkook dan rebecca terkejut, rebecca bergegas membuka pintu itu dan memperlihatkan sarah yang sudah berdiri di balik pintu.


''kau?'' ucap rebecca


''saya ingin bicara dengan bapak jungkook'' ucap sarah.


''siapa?'' tanya jungkook pada rebecca karna ia masih belum bisa melihat siapa yang berada di balik pintu.


''pak, sarah ingin bertemu'' ucap rebecca


Jungkook terkejut, namun ia berusaha terlihat datar ''biarkan dia masuk'' titahnya.


Melihat sarah berada di depannya membuat jungkook gugup, namun ada sedikit rasa senang karna ia bisa melihat sarah dari dekat. ''ada apa?'' tanya nya dengan suara cuek.


Sarah hanya diam, namun ia mendekati jungkook yang masih duduk di kursinya. Sarah melepaskan cincin di tangannya dan menaruhnya di atas meja jungkook ''aku mengembalikannya'' ucap sarah.


Jungkook sejenak mematung melihat cincin yang sempat ia dan sarah pilih berada di atas mejanya ''kau bisa membuang atau menjualnya saja'' jawabnya judes.


Sarah menatap mata jungkook dengan rasa kecewa. ''kau tau, awalnya aku tidak berniat melepaskan cincin itu, bahkan saat kau memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pernikahan kita secara sepihak'' sarah menghentikan ucapannya sejenak, ia terlihat kesulitan mengucapkan setiap katanya. ''entah kenapa aku tetap memakai cincin itu dan berharap pernikahannya tetap berlanjut. Namun hari ini adalah tanggalnya, dan kau tidak datang menemui ku sama sekali. Sehingga aku menjadi sangat yakin ternyata ini benar benar terjadi'' lanjut sarah.


''kau berharap aku tidak membatalkannya?'. tanya jungkook dengan perlahan.


''agen wo mengatakan padaku jika kau tetap membayarnya dan menunggu waktu di tentukan ulang, aku pikir kau berubah pikiran. Namun, saat kita bertemu di lift kau bahkan tidak mengatakan apapun. Bahkan sampai sekarang. Itu membuatku sangat bodoh, tapi setidaknya dengan begitu aku bisa menerima jika ini memang sepantasnya berakhir" sarah sedikit tersenyum berusaha membohongi dirinya bahwa dia baik baik saja di depan jungkook. Ia menghela nafasnya perlahan dan sedikit menegakkan badannya.


''aku menyetujui batalnya pernikahan kita. Dan, mari kita kembali seperti keadaan semula.'' ucap sarah dengan tegas, ia pun sedikit menunduk ''kalau begitu saya akan keluar'' ucapnya dengan nada formal lalu berbalik akan pergi.


Jungkook diam seribu bahasa, ia hanya mematung menatap punggung sarah yang perlahan menghilang di balik pintu. Matanya kembali menatap cincin yang ada di meja, jungkook pun menyadari bahwa ia juga belum melepas cincinnya.


''kenapa rasanya jadi sesulit ini'' jungkook pun menangis dengan tangan yang menggenggam cincin sarah ''maaf sarah, aku sudah membuatmu sangat membenciku, maafkan aku'' gumamnya pelan di sertai tangisan yang menyakitkan.


Cukup lama meluapkan emosinya jungkook berusaha menenangkan dirinya, ia menyapu kasar wajahnya berusaha menghilangkan jejak sedih di raut wajahnya.


Seseorang tanpa permisi langsung memasuki ruangan jungkook, yang tak lain adalah alex. ''hay jung,'' ucapnya seraya melambaikan tangan pada jungkook.


Jungkook segera memalingkan wajahnya menghindari tatapan alex, ia tidak ingin alex tau bahwa ia baru saja menangis.


Namun, karna sudah menjadi sahabat bertahun tahun alex sudah tau bahwa jungkook tengah bersedih, bahkan hanya dari raut samping wajahnya saja. ''apa kau menangis?'' tanya alex


''tidak, bukan apa apa'' jungkook berusaha menghindar, ia berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah jendela.


''apa kau menangis karna seharusnya ini hari pernikahanmu?'' tanya alex kembali seraya mendekati jungkook.


Jungkook diam tak mengatakan apapun, ia tidak mau berbohong tapi juga sedang tidak ingin cerita.


''ayoolah,, ceritakan saja, jangan di pendam'' alex mencoba merayu jungkook agar menceritakan tentang masalahnya. ''semua terasa rumit karna kau terlanjur jatuh cinta kan?'' lanjut Alex seraya menepuk bahu sahabatnya itu.


Sejenak terdiam jungkook pun berniat menceritakan tentang perasaannya. ''dia tadi menemuiku. Dia mengatakan bahwa kemarin dia masih menungguku berubah pikiran. Namun dia sudah memiliki batasan. Dia ingin kami bersikap seperti orang asing kembali setelah ini''


''lalu apa yang kau katakan?'' tanya alex penasaran.


''aku tidak bisa mengatakan apapun sampai akhirnya ia pergi. Tapi, perasaanku sangat sakit ketika menyadari kita akan seperti orang asing''


Alex menatap jungkook dengan kasihan ''jadi, apa sekarang kau menyadari kalau kau jatuh cinta padanya?''


Lagi lagi jungkook hanya diam tak menjawab pertanyaan alex, ia hanya menatap sendu pemandangan jalanan dari balik jendela kantornya.


''apa kau tetap pada keputusanmu?'' tanya alex lagi.


''yoongi adalah malaikat dalam hidupku, tidak penting bagaimana perasaanku, aku hanya berusaha memastikan kalau aku tidak akan melukainya''


Meski tau tentang perasaannya jungkook tetap pada keputusannya, hanya agar yoongi bisa mendapatkan kembali cintanya.


''kau memutuskannya begitu saja,? kau tidak bertanya pada sarah apa ia setuju atau tidak,? kau membuatnya semakin tidak di hargai jungkook''


''aku tau aku kembali menyakitinya. tapi, aku juga tidak pantas bersamanya. Kesalahpahamannya dan yoongi akan membaik asalkan aku tidak ada di tengah tengah mereka''