
Jungkook tercengang mendengar ucapan sarah, ia sangat ingin melihat sarah dan yoongi bersama, namun kalimat yang baru saja di lontarkan sarah membuatnya terdiam membatu. Ia menatap heran pada sarah, tidak seperti kebanyakan wanita yang menginginkan pria seperti yoongi, justru sarah tidak ingin kembali pada pria yang telah memberinya anak itu.
''sepuluh tahun ini aku melihat yoongi hidup dalam kehampaan tanpa tau sebabnya'' dengan suara berat jungkook menahan perasaanya.
''aku bertanya tanya apa yang membuatnya tak tenang. Sampai akhirnya aku tau kau adalah penyebab semuanya'' lanjut nya seraya mengingat kondisi yoongi sepuluh tahun terakhir.
''ia hanya menderita karna mengingatku. Tapi pernahkah kau berpikir sekali saja tentang apa yang aku lalui sepuluh tahun terakhir ini'' Sarah mengatakannya dengan berat dengan mata yang berkaca kaca.
''aku hamil di luar nikah dimana di tempatku adalah tempat yang sangat menomor satukan agama dan norma'' lanjut sarah seraya dengan suara tersendat sendat.
''aku di bohongi bahwa yoongi sudah meninggal, dan menjalani hidup sulit sebagai orang tua tunggal. Orang tuaku mengusirku. Orang orang pun sering melecehkanku karna hal ini'' air mata sarah tak terbendung setelah mengucapkannya. Mengingat banyak orang yang selama ini merendahkannya bahkan melecehkannya karna statusnya.
''hingga aku lupa tentang perasaanku pada yoongi'' pungkasnya menjelaskan.
Jungkook sejenak terdiam, mengingat ia juga sempat melecehkan sarah karena statusnya. Pria itu berusaha bersikap acuh, walau sebenarnya ia saat ini juga sangat menderita ''jika kau punya pemikiran seperti itu, seharusnya kembali pada yoongi adalah pilihan yang tepat'' cobanya kekeh untuk membuat sarah dan yoongi bersatu.
''aku sekarang sedang berduka karna perbuatanmu. Jadi, bisakah kau tenang tanpa membahas hal itu terus menerus''
''tidakkah kau mempunyai hati nurani sedikit pun pada darah dagingmu?"
"kau bahkan tidak menangis"
Ucap sarah kecewa karna melihat raut jungkook yang tidak menunjukkan kesedihan apapun akan kegugurannya sarah.
'aku sangat sedih sarah, karna aku kehilangan anakku dan aku akan kehilangan dirimu. Tidak ada hal yang membuatku sangat menderita di bandingkan sekarang' batinnya
Batin jungkook sangat berbanding terbalik dengan ekspresinya, Karena sudah sering menghadapi kesakitan jungkook jadi tak bisa mengekspresikan perasaannya. Ia nampak biasa saja walau sebenarnya perasaannya sangat hancur.
Melihat tak ada bantahan dari ucapannya sarah menjadi sangat kesal dengan jungkook, ia mencibir tak percaya ''apa kau senang karna kejadian ini?'' tanya sarah seraya mendongak menatap pria yang berdiri di seberang ranjangnya.
Mendengar itu jungkook sedikit terkejut, bagaimana mungkin seorang ayah senang atas kepergian anaknya. Namun pria itu nampak memiliki cara sendiri untuk menyampaikan perasaannya. Ia menghela nafasnya pelan dan sejenak menelan ludahnya ''dia sudah menentukan jalan yang benar untuk tidak lahir'' ucap jungkook dengan berat seraya matanya berkaca kaca, namun ia mengedipkan matanya agar air matanya tidak keluar.
Perasaan sedih sarah akibat kehilangan anaknya di susul kalimat yang menurutnya tidak pantas di ucapkan oleh jungkook membuatnya meradang.
''bajingaaan!'' umpat sarah kesal dengan suara bergetar, matanya menggambarkan amarahnya yang memuncak. Sarahpun berdiri dan mengambil vas bunga di salah satu sudut kamar dan melemparkannya ke arah jungkook. Namun jungkook sempat menangkisnya hingga vas itu terjatuh dan pecah.
"pergi kau dari sini!!" teriak sarah lagi. Merasa kesal karena jungkook dapat menangkis vas yang ia lempar, sarah kembali mengambil sebuah nampan dan mendekati jungkook. Ia ingin menyakiti pria itu dengan tenaga yang ada.
Lagi lagi jungkook dapat menghindar dan membuang nampan yang ada di tangan sarah dan membuat wanita itu tersungkur. Merasa tidak bisa melakukan apa apa sarah mencoba berdiri dengan mencengkram pakaian jungkook sebagai pegangannya. Ia berdiri seraya memegang kerah pria itu, air matanya mengalir deras saat menatap mata jungkook. "kau orang yang sangat jahat,,,,"
"kenapa kau tidak pergi,,,"
"cepat pergi, bajingan" umpat sarah seraya memukul dada bidang jungkook dengan tangannya yang masih tertancap jarum infus.
Jungkook hanya diam menerima pukulan dari sarah, ia mempunyai rasa sakit yang melebihi sakit dari pukulan sarah, karena itulah ia hanya diam saat wanita yang telah membuatnya jatuh cinta memukulnya. 'lampiaskan semuanya padaku sarah, lampiaskan!' batin jungkook.
Yoongi datang di saat bersamaan, ia terkejut mendengar jeritan tangis sarah seraya memukul jungkook. Dengan sigap ia menghampiri sarah dan berusaha menenangkannya ''sarah,,, tenanglah!" ucap yoongi panik seraya merangkul sarah menjauhi jungkook.
Sarah berteriak dengan suara serak, ia tak lagi mampu mengeluarkan suaranya, sampai akhirnya ia terduduk di lantai bahkan kakinya tidak sanggup menopang kekecewaan dan amarahnya.
Teriakan itu membuat yoongi menangis, ia langsung membawa sarah dalam pelukannya "ada aku di sini, masih ada aku" ucap yoongi dengan suara serak karena ia pun ikut menangis setelah melihat wanita yang ia cintai nampak putus asa.
Jungkook yang melihat yoongi sedang memeluk sarah di depannya, membuatnya merasakan perasaan tak karuan. Ia sejenak meremas dadanya merasa sesuatu tengah menekan hatinya dengan sangat kuat. Sampai akhirnya ia memutuskan pergi dari tempat itu tanpa bersuara, meninggalkan yoongi agar lebih leluasa menenangkan sarah.
Jungkook berjalan menyusuri koridor rumah sakit, tatapannya sayu dan kosong, ia sangat sedih tapi tak setetes pun air mata yang jatuh dari matanya. Pria itu duduk di salah satu kursi yang berada di koridor rumah sakit. Ia menunduk seraya ******* ***** kepalanya. "maafkan aku harus mengatakan kata kata jahat itu" ucapnya frustasi. Cukup lama terdiam, ia menghela nafasnya panjang dan ingin beranjak pergi.
''tunggu sebentar!'' ucap yoongi yang berada di belakang jungkook. Pria itu lantas menghentikan langkahnya dan perlahan menoleh ke arah sang kakak yang memanggilnya.
''apa kau datang kesini hanya untuk mengatakan kalimat bodoh itu?'' tanya yoongi setelah ia mengetahui mengapa sarah menjadi sangat marah beberapa saat lalu.
Jungkook diam tak menjawab pertanyaan kakaknya, ia memang menyadari ia mengucapkan kata kata yang sangat jahat. Namun, seperti tak ada penyesalan tentang itu.
''apa kau sengaja menyakiti hatinya agar ia membencimu?'' tanya yoongi kembali, tapi kali ini ia melangkah mendekati jungkook lebih dekat tanpa melepaskan pandangannya pada mata sang adik.
''aku hanya ingin ia memandang sisi lain, agar ia tidak terpaut dalam kesedihan terus menerus'' jawab jungkook, seraya menghindari tatapan sang kakak.
"benarkah?" yoongi tak hentinya menatap mata adiknya itu.
"iya" jawab jungkook berusaha meyakinkan kakaknya.
"kau berbohong!" ucap yoongi spontan membuat jungkook membeku. "aku tau adikku tidak akan mengucapkan kalimat bodoh seperti itu" lanjut yoongi.
"tapi aku benar benar mengucapkannya" elak jungkook.
"ada sesuatu di balik itu kan. Jujur lah padaku!" gertak yoongi.