Sakitnya Berkorban

Sakitnya Berkorban
hubungan tidak sehat yoongi dan hani


Yoongi bukanlah pria yang bisa bersandiwara, bagaimana pun hani bersikap sangat baik padanya, yoongi tidak bisa menepiskan jika ia merasa bukan hani yang di inginkannya.


Bukan hanya membiarkan, yoongi juga berusaha untuk bisa menerima hani, namun bayang bayang sarah masih dalam pikirannya. Bahkan saat ia hilang ingatan pun yoongi masih belum menerima hani.


Saat di kamar mandi yoongi membiarkan guyuran air membasahi badannya, salah satu tangannya bersandar pada dinding, sambil memejamkan matanya ia mengingat bagaimana sarah dan jungkook saling menatap.


''sialll, apa yang harus aku lakukan, aku sudah berusaha melakukan yang terbaik sebisaku, kenapa aku tidak pernah mendapat apa yang benar benar aku inginkan'' yoongi akhirnya menampar dinding kaca penyekat hingga berhamburan.


traaaaannngggg


Hani yang masih dalam kejengkelan hatinya terkejut mendengar suara pecahan kaca dari kamar mandi. ''yoongi..'' ucapnya dengan wajah panik.


Hani dengan cepat menuju kamar mandi dan membukanya, ia melihat yoongi yang sedang melilitkan handuk pada pinggangnya dan pecahan kaca yang berhamburan di lantai kamar mandi. Tatapan hani langsung berpindah pada tangan kanan yoongi yang meneteskan darah.


''apa kau baik baik saja?'' hani melupakan kejengkelannya dan langsung khawatir akan suaminya.


''yang mana?'' ucap yoongi.


''maksudmu?'' hani kembali bingung dengan ucapan yoongi.


''yang kau tanya baik baik saja yang mana,? Tanganku, atau perasaanku?'' yoongi menarik tangannya dari tangan hani.


''tanganmu. Karna yang tidak baik baik saja adalah perasaanku, sedangkan kau hanya tanganmu'' hani menatap semu yoongi dengan tatapan berkaca kaca.


''kau hanya memikirkan perasaanmu, kau hanya berpikir hanya kau yang merasa tertindas dalam hubungan ini,,,''


''memang benar begitu bukan?'' jawab hani menyeka ucapan yoongi ''kau tau kenapa aku berpikir begini?'' hani menghentikan kalimatnya ''karna kau menyakiti hatiku dengan sengaja, kau tau itu'' lanjutnya.


''lalu kenapa kau bertahan?'' Ucap yoongi dengan suara penuh penekanan.


''karna aku mencintaimu,,,''


''TAPI AKU TIDAK MENCINTAIMU OH HANII'' teriak yoongi.


''kau kalah hani, sampai sekarang aku tidak bisa mencintaimu'' jawab yoongi, tanpa mendengarkan hani lagi yoongi langsung keluar dari kamar mandi meninggalkan hani.


''kau milikku yoongi, jadi bersikaplah dengan layak padaku'' teriak hani dari kamar mandi.


Yoongi langsung memakai pakaiannya dan berniat untuk keluar, hani kembali berusaha mencegah yoongi pergi.


''aku tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa kau bertingkah seperti ini.? katakan apa yang harus aku lakukan!'' hani memegang lengan yoongi.


''aku sedang ada urusan, jadi tolong mengertilah'' yoongi melepaskan tangan hani dari lengannya.


Yoongipun kembali meninggalkan hani tanpa kejelasan apapun. Hani menggertak giginya penuh amarah dan kekesalan.


'aku rasa ada sesuatu, tidak mungkin dia berubah begitu saja seperti ini' hani mengepalkan tangannya karena kesal.


Yoongi menuju kediaman jungkook, saat sampai disana ia tidak melihat jungkook sama sekali 'apa dia belum pulang?' batin yoongi sambil memperhatikan kamar jungkook yang tampak rapi. Yoongi mengambil ponselnya dari dalam kantong dan menelpon jungkook.


/kau dimana?/ tanya yoongi sesaat setelah jungkook mengangkat panggilannya.


/aku sedang di tempat sarah, ada apa?/ jawab jungkook dari balik telepon.


Yoongi yang mendengar bahwa jungkook berada di rumah sarah membuatnya sejenak terdiam.


/ada apa kak?/ tanya jungkook lagi karna yoongi masih diam.


/aku hanya ingin mengobrol denganmu, aku di apartemen mu sekarang/


/tunggu sebentar, aku akan pulang sekarang/


Yoongi pun mengakhiri panggilan itu, sementara menunggu jungkook datang, ia membuka kulkas sang adik 'apa dia berhenti minum ?' batin yoongi karna ia tidak melihat sedikitpun minuman beralkohol pada kulkasnya.